Berita Utama
-
Rabu, 23/05/2012 15:50 WIB
13 Model BlackBerry dari Masa ke Masa
-
Rabu, 23/05/2012 15:28 WIB
Perang Ponsel Premium di Indonesia
-
Rabu, 23/05/2012 13:19 WIB
Galaxy S III Dibanderol Rp 6,9 Juta di Indonesia?
-
Rabu, 23/05/2012 13:07 WIB
7 Pilihan Game untuk Ponsel Low End
-
Rabu, 23/05/2012 11:32 WIB
Galaxy S III: Performa Gahar, Fitur Melimpah
-
Rabu, 23/05/2012 08:10 WIB
Ini 11 Investor 'Kelas Berat' Pemegang Saham Facebook
-
Rabu, 23/05/2012 07:51 WIB
OS BlackBerry 10 Datang, Qwerty Fisik Menghilang?
-
Rabu, 23/05/2012 07:35 WIB
Apple Minta Restu Bangun 'Pesawat Luar Angkasa'
-
Selasa, 22/05/2012 15:24 WIB
13 Ponsel yang Menjadi Tonggak Sejarah
Kolom Telematika
3 Aplikasi Pembaca Layar Gratisan untuk Tunanetra
Jumat, 23/12/2011 15:26 WIB

Rama (dok. Aty Nurhayati)
Jakarta - Aplikasi pembaca layar (screen reader) adalah piranti lunak yang digunakan tunanetra untuk mengoperasikan komputer. Sayangnya, rata-rata screen reader komersial harganya selangit, sehingga banyak tunanetra yang hanya dapat merasakan versi demonya saja. Nah, kali ini penulis ingin berbagi informasi tentang beberapa pembaca layar gratisan yang dapat dimanfaatkan tunanetra tanpa perlu mengeluarkan biaya sepeser pun!
Kalau boleh dibilang, screen reader adalah "mata" bagi tunanetra dalam mengoperasikan komputer. Dengan aplikasi tersebut, tunanetra dapat memperoleh informasi tentang teks yang tertera di layar monitor. Teks tersebut diubah menjadi suara menggunakan teknologi speech synthesizer, sehingga hasilnya dapat didengar oleh tunanetra.
Dengan demikian, sudah dapat dipastikan kalau akses informasi bagi tunanetra pun semakin terbuka. Berkat bantuan screen reader, mereka dapat browsing, bekerja, melakukan presentasi, bahkan menikmati hiburan menggunakan PC atau Notebook.
Namun, ternyata untuk memperoleh sebuah screen reader biayanya lumayan mahal. Yang paling murah harganya sekitar USD 399, dan yang kebanyakan dipakai harganya bisa melampaui USD 1.000. Untuk nilai sebesar itu, barangkali hanya institusi besar atau kalangan tertentu saja yang dapat membelinya, sementara individu tunanetra barangkali harus mengorbankan sepuluh atau dua puluh bulan gaji untuk dapat membelinya.
Sebagai alternatif, biasanya tunanetra menggunakan versi demo dari screen reader komersial. Versi demo tersebut memungkinkan tunanetra memakai screen reader selama 30 atau 40 menit. Setelah itu, screen reader akan non-aktif dan untuk mengaktifkannya kembali komputer harus di-restart. Tentu saja ini sebuah praktek yang kurang praktis.
Berikut ini adalah beberapa screen reader gratisan yang dapat dijadikan sebagai solusi permasalahan di atas. Meski fitur-fiturnya tak selengkap screen reader komersial, namun sudah cukup untuk digunakan sebagai alat bantu aktivitas berkomputer sehari-hari.
Namun, penulis tak akan membahas secara terperinci mengingat hal tersebut akan memanjangkan artikel ini. Penulis hanya ingin mengenalkan saja, sehingga masyarakat dapat membagikan informasi ini pada yang membutuhkan.
Adapun kriteria yang penulis gunakan dalam memilih screen reader gratisan ini adalah sebagai berikut:
- Selalu update. Beberapa screen reader gratisan sudah tumbang, sehingga tidak lagi update, dan tentu saja tidak dapat digunakan pada sistem operasi terkini.
- Stabil. Screen reader gratisan ini berjalan mulus, setidaknya untuk komputer dengan spesifikasi terkini.
- Mendukung aktivitas berkomputer umum (Navigasi sistem operasi, aplikasi Office, dan internet). Penulis menjamin tunanetra sudah dapat menikmati hiburan atau bekerja di kantor dengan memanfaatkan screen reader gratisan ini.
1. Voice Over
Voice Over adalah screen reader bawaan yang dibuat untuk produk keluaran Apple, baik Mac maupun iDevice. Screen reader ini dapat langsung dipakai saat Mac atau iDevice diaktifkan.
Untuk aplikasi pihak pertama seperti program bawaan sistem operasi, Voice Over berjalan lancar tanpa hambatan. Dengan kata lain, tunanetra tak akan menemui kesulitan berarti dalam mengakses fitur dasar perangkatnya.
Mac (iMac, Macbook): Tekan shortcut Command+F5 atau aktifkan dari menu pengaturan (aksesibilitas).
iDevice (iPod, iPhone, iPad): Aktifkan di pilihan Setting > General > Accessibility. Bisa juga diaktifkan dari iTunes melalui pilihan Universal Access (setelah iDevice tersambung ke PC atau Notebook).
2. System Access To Go
System Access To Go adalah screen reader gratisan dari versi komersialnya, System Access. Untuk dapat menggunakannya diperlukan koneksi internet, karena screen reader ini tidak di-install, melainkan berjalan secara online.
Untuk menjalankannya, silakan buka situs www.satogo.com. Nanti akan terdengar suara yang akan memandu pengguna tunanetra dalam memasang System Access To Go.
System Access To Go dapat menangani dengan baik aplikasi bawaan Windows, dan beberapa aplikasi umum seperti Microsoft Office, WinAmp, dan Skype.
Nah, screen reader ini sangat berguna bila tunanetra bepergian ke sarana umum seperti perpustakaan atau warnet. System Access To Go tidak membutuhkan instalasi, maka komputer yang digunakan sebagai host tidak perlu diutak-atik.
Namun, barangkali akan sedikit sulit apabila komputer hostnya tidak memberi hak akses untuk mengeksekusi file EXE, karena System Access To Go perlu download dan mengeksekusi file aplikasi utamanya (besaran 3MB).
Kelemahan dari System Access To Go, tentu saja, terletak pada soal koneksi internet itu sendiri. Kalau koneksinya lambat atau putus, maka System Access To Go akan membisu seribu bahasa, dan hal itu tentu saja membuat tunanetra kehilangan kontak dengan komputernya.
3. NVDA (Non Visual Desktop Access)
NVDA adalah screen reader berlisensi open source yang dibuat oleh NV Access. Untuk mendapatkannya, silakan akses situsnya di www.nvda-project.org.
Meski gratisan, kemampuan NVDA boleh diacungi jempol. Selain memiliki fungsi yang hampir sama dengan System Access To Go, NVDA pun menyediakan fitur yang memungkinkan tunanetra mengoperasikan mouse (bila mouse digerakkan akan terdengar suara yang mengindikasikan posisi mouse).
NVDA tersedia dalam dua rasa, installer dan portable. Yang installer dapat diinstal pada PC, dan yang portable dapat di-copy ke flash disk dan dapat dijalankan tanpa perlu instalasi.
Lagi-lagi ini sangat berguna bila tunanetra bepergian ke sarana umum yang komputernya tidak dilengkapi screen reader, karena NVDA dapat langsung dijalankan (butuh hak akses eksekusi EXE).
Opini penulis
Dengan adanya artikel ini, diharapkan semakin banyak masyarakat Indonesia yang tahu bagaimana memberi akses tunanetra terhadap dunia informasi melalui komputer dengan biaya 0.000. Setidaknya hal ini berlaku untuk pengadaan screen reader sebagai sarana interaksi tunanetra dan komputer.
Dengan demikian, tunanetra yang tinggal di daerah terpencil atau kurang mampu pun sudah dapat berkomputer. Cukup sediakan komputer spesifikasi netbook dan pasangkan salah satu pembaca layar gratisan, dan tunanetra pun sudah dapat menggunakannya.
Di dunia pendidikan, kesempatan tunanetra untuk ikut belajar dengan memanfaatkan komputer pun semakin terbuka. Pihak sekolah tak harus mengeluarkan dana berlebih untuk menyediakan pembaca layar, karena aplikasi yang penulis sebutkan di atas sudah dapat menangani aplikasi yang umum digunakan untuk menuntaskan tugas-tugas sekolah.
Informasi ini juga dapat disosialisasikan pada pengelola sarana umum seperti perpustakaan atau warnet. Tentunya tidak terlalu sulit untuk memasang pembaca layar gratisan yang ukurannya relatif kecil. Jadi, andaikan ada pengunjung tunanetra yang datang, pihak pengelola dapat menghidupkan pembaca layar tersebut dan tunanetra pun dapat memanfaatkan fasilitas umum tersebut.
Hal terbesar yang penulis dan rekan-rekan tunanetra lain impikan, tentu saja, adalah terciptanya kesempatan akses informasi yang lebih besar bagi tunanetra. Screen reader gratisan diharapkan dapat menjadi salah satu solusi dalam mewujudkan impian tersebut.
Catatan: Artikel ini ditulis pada Microsoft Word 2010 dengan memanfaatkan NVDA versi 2011-3.
( ash / ash )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Kalau boleh dibilang, screen reader adalah "mata" bagi tunanetra dalam mengoperasikan komputer. Dengan aplikasi tersebut, tunanetra dapat memperoleh informasi tentang teks yang tertera di layar monitor. Teks tersebut diubah menjadi suara menggunakan teknologi speech synthesizer, sehingga hasilnya dapat didengar oleh tunanetra.
Dengan demikian, sudah dapat dipastikan kalau akses informasi bagi tunanetra pun semakin terbuka. Berkat bantuan screen reader, mereka dapat browsing, bekerja, melakukan presentasi, bahkan menikmati hiburan menggunakan PC atau Notebook.
Namun, ternyata untuk memperoleh sebuah screen reader biayanya lumayan mahal. Yang paling murah harganya sekitar USD 399, dan yang kebanyakan dipakai harganya bisa melampaui USD 1.000. Untuk nilai sebesar itu, barangkali hanya institusi besar atau kalangan tertentu saja yang dapat membelinya, sementara individu tunanetra barangkali harus mengorbankan sepuluh atau dua puluh bulan gaji untuk dapat membelinya.
Sebagai alternatif, biasanya tunanetra menggunakan versi demo dari screen reader komersial. Versi demo tersebut memungkinkan tunanetra memakai screen reader selama 30 atau 40 menit. Setelah itu, screen reader akan non-aktif dan untuk mengaktifkannya kembali komputer harus di-restart. Tentu saja ini sebuah praktek yang kurang praktis.
Berikut ini adalah beberapa screen reader gratisan yang dapat dijadikan sebagai solusi permasalahan di atas. Meski fitur-fiturnya tak selengkap screen reader komersial, namun sudah cukup untuk digunakan sebagai alat bantu aktivitas berkomputer sehari-hari.
Namun, penulis tak akan membahas secara terperinci mengingat hal tersebut akan memanjangkan artikel ini. Penulis hanya ingin mengenalkan saja, sehingga masyarakat dapat membagikan informasi ini pada yang membutuhkan.
Adapun kriteria yang penulis gunakan dalam memilih screen reader gratisan ini adalah sebagai berikut:
- Selalu update. Beberapa screen reader gratisan sudah tumbang, sehingga tidak lagi update, dan tentu saja tidak dapat digunakan pada sistem operasi terkini.
- Stabil. Screen reader gratisan ini berjalan mulus, setidaknya untuk komputer dengan spesifikasi terkini.
- Mendukung aktivitas berkomputer umum (Navigasi sistem operasi, aplikasi Office, dan internet). Penulis menjamin tunanetra sudah dapat menikmati hiburan atau bekerja di kantor dengan memanfaatkan screen reader gratisan ini.
1. Voice Over
Voice Over adalah screen reader bawaan yang dibuat untuk produk keluaran Apple, baik Mac maupun iDevice. Screen reader ini dapat langsung dipakai saat Mac atau iDevice diaktifkan.
Untuk aplikasi pihak pertama seperti program bawaan sistem operasi, Voice Over berjalan lancar tanpa hambatan. Dengan kata lain, tunanetra tak akan menemui kesulitan berarti dalam mengakses fitur dasar perangkatnya.
Mac (iMac, Macbook): Tekan shortcut Command+F5 atau aktifkan dari menu pengaturan (aksesibilitas).
iDevice (iPod, iPhone, iPad): Aktifkan di pilihan Setting > General > Accessibility. Bisa juga diaktifkan dari iTunes melalui pilihan Universal Access (setelah iDevice tersambung ke PC atau Notebook).
2. System Access To Go
System Access To Go adalah screen reader gratisan dari versi komersialnya, System Access. Untuk dapat menggunakannya diperlukan koneksi internet, karena screen reader ini tidak di-install, melainkan berjalan secara online.
Untuk menjalankannya, silakan buka situs www.satogo.com. Nanti akan terdengar suara yang akan memandu pengguna tunanetra dalam memasang System Access To Go.
System Access To Go dapat menangani dengan baik aplikasi bawaan Windows, dan beberapa aplikasi umum seperti Microsoft Office, WinAmp, dan Skype.
Nah, screen reader ini sangat berguna bila tunanetra bepergian ke sarana umum seperti perpustakaan atau warnet. System Access To Go tidak membutuhkan instalasi, maka komputer yang digunakan sebagai host tidak perlu diutak-atik.
Namun, barangkali akan sedikit sulit apabila komputer hostnya tidak memberi hak akses untuk mengeksekusi file EXE, karena System Access To Go perlu download dan mengeksekusi file aplikasi utamanya (besaran 3MB).
Kelemahan dari System Access To Go, tentu saja, terletak pada soal koneksi internet itu sendiri. Kalau koneksinya lambat atau putus, maka System Access To Go akan membisu seribu bahasa, dan hal itu tentu saja membuat tunanetra kehilangan kontak dengan komputernya.
3. NVDA (Non Visual Desktop Access)
NVDA adalah screen reader berlisensi open source yang dibuat oleh NV Access. Untuk mendapatkannya, silakan akses situsnya di www.nvda-project.org.
Meski gratisan, kemampuan NVDA boleh diacungi jempol. Selain memiliki fungsi yang hampir sama dengan System Access To Go, NVDA pun menyediakan fitur yang memungkinkan tunanetra mengoperasikan mouse (bila mouse digerakkan akan terdengar suara yang mengindikasikan posisi mouse).
NVDA tersedia dalam dua rasa, installer dan portable. Yang installer dapat diinstal pada PC, dan yang portable dapat di-copy ke flash disk dan dapat dijalankan tanpa perlu instalasi.
Lagi-lagi ini sangat berguna bila tunanetra bepergian ke sarana umum yang komputernya tidak dilengkapi screen reader, karena NVDA dapat langsung dijalankan (butuh hak akses eksekusi EXE).
Opini penulis
Dengan adanya artikel ini, diharapkan semakin banyak masyarakat Indonesia yang tahu bagaimana memberi akses tunanetra terhadap dunia informasi melalui komputer dengan biaya 0.000. Setidaknya hal ini berlaku untuk pengadaan screen reader sebagai sarana interaksi tunanetra dan komputer.
Dengan demikian, tunanetra yang tinggal di daerah terpencil atau kurang mampu pun sudah dapat berkomputer. Cukup sediakan komputer spesifikasi netbook dan pasangkan salah satu pembaca layar gratisan, dan tunanetra pun sudah dapat menggunakannya.
Di dunia pendidikan, kesempatan tunanetra untuk ikut belajar dengan memanfaatkan komputer pun semakin terbuka. Pihak sekolah tak harus mengeluarkan dana berlebih untuk menyediakan pembaca layar, karena aplikasi yang penulis sebutkan di atas sudah dapat menangani aplikasi yang umum digunakan untuk menuntaskan tugas-tugas sekolah.
Informasi ini juga dapat disosialisasikan pada pengelola sarana umum seperti perpustakaan atau warnet. Tentunya tidak terlalu sulit untuk memasang pembaca layar gratisan yang ukurannya relatif kecil. Jadi, andaikan ada pengunjung tunanetra yang datang, pihak pengelola dapat menghidupkan pembaca layar tersebut dan tunanetra pun dapat memanfaatkan fasilitas umum tersebut.
Hal terbesar yang penulis dan rekan-rekan tunanetra lain impikan, tentu saja, adalah terciptanya kesempatan akses informasi yang lebih besar bagi tunanetra. Screen reader gratisan diharapkan dapat menjadi salah satu solusi dalam mewujudkan impian tersebut.
Catatan: Artikel ini ditulis pada Microsoft Word 2010 dengan memanfaatkan NVDA versi 2011-3.
![]() |
Tentang Penulis: Eko Ramaditya Adikara adalah blogger tuna netra yang menggemari dunia digital dan teknologi informasi. Blognya bisa dibaca di http://ramaditya.com/. |
( ash / ash )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Baca Juga
Berita Terbaru
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 08:30 WIB
'My Last Wish', Jejaring Sosial Sebelum Mati
-
Rabu, 23/05/2012 07:39 WIB
Apple Minta Restu Bangun 'Pesawat Luar Angkasa'
-
Selasa, 22/05/2012 17:50 WIB
Galaxy Note Gaet Beckham
-
Selasa, 22/05/2012 17:03 WIB
Pernikahan Zuckerberg Pecahkan Rekor 'Like' di Facebook
-
Selasa, 22/05/2012 15:43 WIB
Persembahan 'Lima Kata' untuk Steve Jobs
-
Selasa, 22/05/2012 15:15 WIB
KLiK, Aplikasi iPhone Pengenal Wajah
-
Selasa, 22/05/2012 12:20 WIB
Saran Bagi Zuckerberg Agar Facebook Tak Terpuruk
-
Selasa, 22/05/2012 09:42 WIB
Dosen Unsoed Bikin Aplikasi Mesin Kasir Android
- Rabu, 23/05/2012 11:32 WIB
Hands On
Galaxy S III: Performa Gahar, Fitur Melimpah
- Rabu, 23/05/2012 07:35 WIB
Apple Minta Restu Bangun 'Pesawat Luar Angkasa'
- Rabu, 23/05/2012 15:50 WIB
13 Model BlackBerry dari Masa ke Masa
- Rabu, 23/05/2012 13:19 WIB
Galaxy S III Dibanderol Rp 6,9 Juta di Indonesia?
- Rabu, 23/05/2012 07:51 WIB
OS BlackBerry 10 Datang, Qwerty Fisik Menghilang?
- Rabu, 23/05/2012 15:28 WIB
Perang Ponsel Premium di Indonesia
- Rabu, 23/05/2012 13:53 WIB
'Fotografer Dadakan' di Balik Pernikahan Mark Zuckerberg
- Rabu, 23/05/2012 13:34 WIB
Wow! Komputer Android Dijual Rp 458 Ribu
- Rabu, 23/05/2012 17:27 WIB
Pendiri Google Pamerkan Kacamata Pintar
-
109 Komentar
-
87 Komentar
-
82 Komentar
-
79 Komentar
-
75 Komentar
-
63 Komentar
-
60 Komentar
-
52 Komentar
-
50 Komentar
Pro Kontra
Index »
Galaxy S III Smartphone Terbaik Saat Ini?
Pro
Kontra
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer







Sending your message



.jpg)
