http://us.images.detik.com/logo_tematik/logodetikinet.png
 
 

Cara Mengambil Foto dengan Teknik Panning

Santi Dwi Jayanti - detikinet
Kamis, 03/11/2011 12:04 WIB
Cara Mengambil Foto dengan Teknik Panning Panning photography (PC World)
Jakarta - Foto yang diambil dengan teknik pan-motion (panning) akan menambahkan sentuhan 'drama' pada hasilnya. Teknik ini biasanya dipakai untuk pengambilan foto sport atau foto news. Nah untuk mengambil foto jenis ini, Anda butuh kamera dengan kontrol manual, subyek bergerak, serta kesabaran.

Teknik panning membutuhkan manual focus agar lensa kamera tidak melakukan fokus otomatis pada background alih-alih pada subyek. Pun juga kamera harus berada dalam mode continuous shooting, burst atau bracket. Apabila fotografer membidik dengan benar, maka subyek akan terlihat diam dan backgroundnya akan blur.

Berikut beberapa tips untuk menciptakan foto dengan teknik panning seperti yang dikutip detikINET dari PCWorld, Kamis (3/10/2011):

1. Atur Settingan Shutter

Semua kamera DSLR memiliki opsi manual. Pertama, pilih mode shutter-priority yang biasanya disimbolkan dengan 'S' atau 'Tv'.

Atur kecepatan (shutter speed) di mode ini sehingga kamera tinggal menentukan bukaan (aperture) berdasarkan cahaya yang tersedia. Apabila Anda memakai settingan manual, maka yang patut diingat adalah semakin lambat shutter speed, maka semakin tinggi angka bukaan (f-stop) yang harus dipakai agar subyek tetap fokus.

Sejumlah foto yang dihasilkan dari teknik ini mungkin kurang memuaskan karena subyeknya kurang jernih. Pakailah tripod untuk hasil foto panning yang lebih memuaskan guna menghindari goyangan tangan.

2. Pilih Background

Selain masalah teknis, foto panning juga tergantung pada kualitas background. Latar terbaik untuk fotografi jenis ini ialah latar yang memiliki warna-warna menarik, banyak detail dan memungkinkan fokus terarah pada subyek.

Anda bisa mengatur shutter speed untuk memilih sedikit banyaknya detail background yang akan dimasukkan. Semakin cepat speed, maka semakin banyak detail background yang dihasilkan.

Pastikan juga untuk menyeimbangkan cahaya dalam komposisi. Biasanya, cahaya yang jatuh di subyek harus sama dengan cahaya yang jatuh di background.

Namun tidak tertutup kemungkinan apabila Anda ingin melakukan pengkombinasian cahaya. Misalnya, Anda bisa menempatkan subyek di cahaya matahari dan backgroundnya di tempat yang agak gelap untuk meningkatkan fokus pada subyek.

Waktu yang ideal untuk mengambil foto panning adalah saat golden hour yakni sebelum matahari terbenam atau setelah matahari terbit. Selama jam-jam ini, cahaya yang dihasilkan akan tampak hangat, cocok untuk shutter speed yang lambat.


3. Kesabaran

Kesabaran adalah hal terakhir yang dibutuhkan di sini. Saat Anda telah mendapatkan settingan dan background yang tepat, tunggu sampai ada subyek menarik yang melintas.


(sha/eno)





Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Berita Terbaru Index »
Pro Kontra Index »

Indonesia Darurat 4G?

Kalau bukan sekarang, kapan lagi? Ya, inilah kira-kira urgensi yang akhirnya membuat layanan 4G LTE dikomersialisasi di Indonesia. Di sisi lain, layanan 3G dianggap masih belum optimal penyebarannya, termasuk 2G yang masih banyak penggunanya.
Pro
0%
Kontra
0%


Must Read close