http://us.images.detik.com/logo_tematik/logodetikinet.png
 
 

Laporan dari Jenewa

Telekomunikasi Afrika Unjuk Gigi

Ardhi Suryadhi - detikinet
Selasa, 25/10/2011 09:35 WIB
Telekomunikasi Afrika Unjuk Gigi Booth Angola (ash/inet)
Jenewa, Swiss - Negara-negara di Afrika selama ini kerap identik dengan cap dunia ketiga yang selalu tertinggal untuk urusan teknologi. Namun dalam perhelatan ITU Telecom World 2011, stereotype tersebut seakan sirna. Event global ini justru menjadi ring unjuk kemampuan negara-negara Afrika.

Dalam perhelatan yang digelar di Palexpo Expo, Jenewa, Swiss tersebut, Afrika menjadi kawasan yang paling banyak mengirimkan wakilnya untuk ikut serta di bagian pavilion showcase.

Di sesi ini, para negara peserta ditantang untuk membangun booth untuk kemudian dipersilakan memamerkan atau memperkenalkan solusi teknologi informasi dan komunikasi yang telah atau bakal mereka jalankan.

Mereka yang ikut serta pun tak harus perwakilan pemerintah suatu negara. Namun bisa juga vendor telekomunikasi atau kolaborasi antara pemerintah dan operator setempat.

Perwakilan Afrika di sesi pavilion showcase ITU Telecom World 2011 sendiri antara lain diwakili oleh Angola, Ghana, Kenya, Malawi, Namibia, Nigeria, Rwanda, Afrika Selatan, Tanzania, Uganda, dan Zambia.

Kehadiran mereka cukup mudah dikenali. Di samping dari tampilan booth-nya yang nyentrik, beberapa di antaranya juga tak segan menggelar acara yang mampu menarik perhatian pengunjung.

Salah satu yang menarik perhatian adalah Angola yang memboyong para penari tradisional mereka untuk mengumpulkan massa. Ketika dikunjungi detikINET, negara yang baru saja melahirkan Miss Universe ini memiliki tampilan booth menarik.

Terbagi atas dua lantai, lantai pertama diisi oleh perwakilan kementerian komunikasi setempat yang siap berbagi pengetahuan dalam mengembangkan akses ICT di negara yang terletak di Afrika bagian barat daya tersebut.

Adapun di lantai dua booth-nya, pemerintah Angola mendatangkan para perwakilan operator dan penyedia layanan internet yang beroperasi di negaranya.

Perusahaan-perusahaan itu pun membawa misi yang kurang lebih sama dengan pemerintah Angola, yakni untuk memperkenalkan alias berpromosi mengenai solusi dan layanan telekomunikasi yang telah dijalankan.

Nah, selidik punya selidik, ternyata misi keikutsertaan mereka di ITU Telecom World lebih dari sekadar 'memperkenalkan diri'. Sebab di sisi lain, juga turut mencari peluang untuk menggaet pemodal yang ingin berinvestasi.

Mahfum saja, ITU Telecom World bukan event yang para pengunjungnya adalah para pembeli gadget end user. Melainkan para regulator, pengamat, dan penggiat industri telekomunikasi yang bisa diajak untuk membuka peluang kerja sama.

Adapun negara lain yang juga turut membuka booth-nya di ITU Telecom World antara lain Algeria, Argentina, Azerbaijan, Belarus, China, Republik Ceko, Jepang, Malaysia, Namibia, Polandia, Spanyol, Thailand, dan Switzerland.

Sementara Indonesia, tidak membangun booth, tapi cukup mengirimkan perwakilannya di acara konferensi dan panel diskusi melalui jajaran dari Kementerian Komunikasi dan Informatika. Kedatangan mereka pun langsung dipimpin oleh Menkominfo Tifatul Sembiring.


(ash/fyk)


Baca Juga



Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Pro Kontra Index »

Indonesia Darurat 4G?

Kalau bukan sekarang, kapan lagi? Ya, inilah kira-kira urgensi yang akhirnya membuat layanan 4G LTE dikomersialisasi di Indonesia. Di sisi lain, layanan 3G dianggap masih belum optimal penyebarannya, termasuk 2G yang masih banyak penggunanya.
Pro
0%
Kontra
0%


Must Read close