http://us.images.detik.com/logo_tematik/logodetikinet.png
 
 

NATO dan Taliban 'Perang' di Twitter

Fino Yurio Kristo - detikinet
Jumat, 16/09/2011 15:21 WIB
http://us.images.detik.com/content/2011/09/16/398/soldierblogger150.jpg Ilustrasi (ist)
Kabul - Pasukan NATO dan Taliban masih berperang sengit di Afghanistan. Tidak cuma di medan laga, peperangan mereka ternyata mampir juga di situs mikroblogging Twitter.

Baru-baru ini, serangan bom di dekat Kedutaan Besar Amerika Serikat di Kabul mengakibatkan 11 korban jiwa. Lembaga Afghanistan International Security Assistance Force (ISAF) yang digawangi NATO pun mengomentarinya via Twitter.

"Pertanyaanya adalah seberapa lama teroris akan membuat orang Afghanistan yang tidak bersalah berada dalam bahaya?" demikian tertulis dalam akun Twitter @ISAFmedia.

Nah, seperti detikINET kutip dari AsiaOne, Jumat (16/9/2011), pertanyaan tersebut memancing Taliban untuk perang kata-kata. Sebuah pihak yang mengaku mewakili Taliban membalas pertanyaan tersebut dengan nada keras via Twitter.

"Saya tidak tahu. Kalian telah membawa mereka dalam bahaya 10 tahun terakhir. Meruntuhkan pedesaan dan pasar-pasar. Namun masih berani berbicara tentang bahaya," tulis seseorang yang mengaku juru bicara Taliban.

ISAF kemudian membalas bahwa berdasarkan fakta di lapangan, 80% korban sipil adalah akibat aktivitas para pengacau. Tentu pengacau di sini maksudnya adalah Taliban. Kedua belah pihak kemudian melanjutkan perang kata di Twitter ini.

Juru bicara ISAF menyatakan mereka kini memang lebih giat memakai jejaring sosial. Sebab, Taliban dikatakan sering melempar informasi salah via jejaring sosial sehingga ISAF ingin meluruskannya.


(fyk/ash)


Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!


 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Berita Terbaru Index »
Pro Kontra Index »

Tifatul Sembiring Sukses Kawal Kominfo?

Tifatul Sembiring resmi mundur dari kursi menteri komunikasi dan Informatika (menkominfo). Nah, setelah lima tahun menjabat, apakah Tifatul terbilang sukses mengemban amanah, mengawal dan memajukan TIK Indonesia?
Pro
45%
Kontra
55%


Must Read close