http://us.images.detik.com/logo_tematik/logodetikinet.png
 
 

Disney Kembangkan Teknologi Sentuhan Sekujur Tubuh

Wicak Hidayat - detikinet
Kamis, 11/08/2011 17:22 WIB
http://us.images.detik.com/content/2011/08/11/511/surroundhaptic285.jpg Demo Surround Haptics (disney)
Jakarta - Sebuah teknologi sedang dikembangkan oleh Disney Research, Pittsburgh (DRP). Jika diterapkan pada game, teknologi ini bisa menghasilkan sensasi sentuhan di sekujur tubuh.

Teknologi ini disebut sebagai Surround Haptics. Lewat alat yang dikenakan, pengguna bisa merasakan sensasi sentuhan pada bagian tubuh yang bahkan tidak disentuh langsung oleh alat itu.

Jika diterapkan pada game, misalnya, teknologi ini bisa membantu menghadirkan sensasi 'terbang' atau 'jatuh' berupa sentuhan angin di kulit.

Seperti dikutip detikINET dari situs Disney Research, Kamis (11/8/2011), Surround Haptics menggunakan sebuah grid resolusi rendah yang dipasangi penggetar.

Hasilnya adalah sebuah sensasi sentuhan dengan resolusi tinggi dan terus-menerus pada kulit. "Teknologi ini didasarkan pada algoritma yang dirancang secara hati-hati dan menyeluruh yang diambil dari model psikofisik dari ilusi taktil," sebut situs DRP.

Penerapannya bisa dilakukan pada bagian manapun dari kulit. Mulai dari punggung, tangan, telapak tangan, pinggul dan bahkan hingga telapak kaki.

"Teknologi ini memiliki kemampuan memperkuat persepsi terbang atau jatuh, mengkerut atau melar, atau adanya serangga yang merayap di kulit. Kemungkinannya sangat luas," ujar Ali Israr, peneliti DRP.

Saat ini Surround Haptics didemokan lewat sebuah kursi untuk bermain game. Namun konsep yang sama bisa diterapkan pada pakaian, sarung tangan dan bahkan perangkat mobile.

Selain untuk game, film atau musik, teknologi ini juga bisa saja dimanfaatkan sebagai alat bantu bagi orang-orang yang memiliki kebutuhan khusus.

Perlu diketahui bahwa sensasi yang dihasilkan tak akan menyerupai getaran seperti pada kendali Xbox 360 atau PlayStation 3. Sensasinya digambarkan seperti menggeser ujung jari di permukaan kulit. (wsh/wsh)




Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Berita Terbaru Index »
Pro Kontra Index »

Indonesia Darurat 4G?

Kalau bukan sekarang, kapan lagi? Ya, inilah kira-kira urgensi yang akhirnya membuat layanan 4G LTE dikomersialisasi di Indonesia. Di sisi lain, layanan 3G dianggap masih belum optimal penyebarannya, termasuk 2G yang masih banyak penggunanya.
Pro
48%
Kontra
52%


Must Read close