http://us.images.detik.com/logo_tematik/logodetikinet.png
 
 

Vinci, Komputer Tablet untuk Balita

shanti dwi jayanti - detikinet
Selasa, 02/08/2011 19:00 WIB
http://us.images.detik.com/content/2011/08/02/317/Tablet-digitaltrend(Dlm).jpg Komputer tablet(DigitalTrends)
Jakarta - Komputer tablet kini tak hanya milik orang dewasa dengan hadirnya piranti dari Vinci yang akan diboyong oleh Amazon. Sebuah komputer tablet yang diperuntukkan bagi si buah hati yang masih berusia di bawah 4 tahun.

Tablet Vinci hadir dengan desain yang disesuaikan dengan anak-anak dan dibalut dengan bahan yang tidak beracun. Ia memiliki dimensi sebesar 7 inci dan memiliki pegangan sehingga mudah dicengkram oleh balita.

Vinci diklaim sebagai piranti yang memungkinkan pembelajaran dengan lebih interaktif dan ia akan dijejali dengan konten-konten pendukung yang berbau pendidikan.

Dengan tablet yang cocok dipakai untuk anak di bawah usia 4 tahun ini, pihak produsen juga sepertinya akan memungkinkan anak-anak bermain game yang sudah diseleksi, membaca buku dan menikmati video musik.

Piranti ini bukan mainan, ia adalah piranti berbasis Android yang menggunakan prosessor Cortex A8, memiliki kapasitas penyimpanan sebesar 4GB dan kamera berkekuatan 3 MP. Tablet Vinci juga sudah dilengkapi dengan slot untuk MicroSD, built-in speker dan built-in microphone.

Beratnya tidak jauh beda dengan iPad di mana ia memiliki bobot 580 gram, sedangkan iPad berbobot 603 gram. Dan jangan khawatir anak-anak akan mendownload atau mengakses sesuatu yang aneh-aneh karena ia tidak akan dilengkapi dengan fasilitas Wi-Fi.

Dikutip detikINET dari DigitalTrends, Selasa (2/8/2011), tablet Vinci dijual dengan harga USD 389 dan dirilis di Amerika pada 10 Agustus nanti.


(sdj/fyk)




Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Berita Terbaru Index »
Pro Kontra Index »

Indonesia Darurat 4G?

Kalau bukan sekarang, kapan lagi? Ya, inilah kira-kira urgensi yang akhirnya membuat layanan 4G LTE dikomersialisasi di Indonesia. Di sisi lain, layanan 3G dianggap masih belum optimal penyebarannya, termasuk 2G yang masih banyak penggunanya.
Pro
47%
Kontra
53%


Must Read close