Berita Utama
-
Jumat, 25/05/2012 17:21 WIB
Warga Twitter Puji Dedikasi 'Satpam Digital'
-
Jumat, 25/05/2012 16:07 WIB
6 Ponsel Nokia Terpopuler
-
Jumat, 25/05/2012 15:19 WIB
5 Casing iPhone yang Punya 'Gigi' Pembuka Botol
-
Jumat, 25/05/2012 11:19 WIB
I Made Wiryana, Anak Band yang Jadi 'Cyber Paspampres'
-
Jumat, 25/05/2012 12:52 WIB
Mencicipi Facebook Camera: Instagram ala Facebook
-
Jumat, 25/05/2012 10:19 WIB
Tips Mengubah Kontak di BlackBerry Menjadi Excel
-
Kamis, 24/05/2012 15:37 WIB
Negara Mana 'Raja' Internet ASEAN?
-
Kamis, 24/05/2012 12:12 WIB
5 'Nenek Moyang' Smartphone Android
-
Kamis, 24/05/2012 11:15 WIB
Waspadai Email Palsu dari 'Facebook'
Kolom Fanabis
Dilema Seorang Buzzer di Twitter
Kamis, 24/03/2011 15:28 WIB

ilustrasi (inet)
Jakarta - Jumlah follower di twitter memang bukan segalanya, namun tetaplah menjadi indikator kepopuleran atau pengaruh seorang tweeple. Biasanya tweeple dengan jumlah follower yang "signifikan" akan dipakai para buzzer agent mengkampanyekan sebuah produk. Karena penyebaran informasi bisa menjangkau lebih luas.
Fenomena ini cukup menimbulkan kelucuan sekaligus keprihatinan. karena ingin mempunyai follower yang banyak, beberapa tweeple 'pemula' sering melakukan hal-hal lucu, minta folbek. Bahkan ada sebuah akun yang dengan terang-terangan menjual follower. Dengan jumlah rupiah tertentu kita bisa membeli sejumlah follower. Hal ini membuktikan, orang-orang tersebut belum seutuhnya memahami bagaimana memanfaatkan medium twitter ini.
Bagi sebagian orang yang memang sudah mempunyai networking luas, bisa dipastikan semua teman realnya sebelum ada twitter akan saling follow. Orang yang punya background banyak teman, kemungkinan besar akan juga mempunyai follower yang banyak juga. kemungkinan besar untuk menjadi buzzer akan semakin besar.
Beberapa yang lain melejit followernya karena moment. misalnya seorang wartawan atau pemerhati bola. Begitu ada peristiwa kemelut di PSSI, karena ia paham permasalahannya ia ngetwit hal-hal yang (mungkin) belum diketahui khalayak. Beramai-ramailah orang me-retweet lalu orang-orang itu pun mem-follow-nya untuk mengikuti secara langsung kicauannya.
Konon batas psikologis jumlah follower seorang layak menjadi buzzer minimal 3000. Namun belum tentu juga seorang tweeple yang mempunyai jumlah follower sebanyak itu "layak" mengkampanyekan produk, menciptakan konversasi untuk mencapai engagement, karena ada hal penting yang harus mereka kuasai yakni memahami mediumnya yang hanya 140 karakter sehingga bisa berkomunikasi dengan "audien-nya secara efektif.
Namun begitu follower seseorang melonjak tajam mencapai ratusan ribu, perlu strategi baru untuk para selebtwit tersebut. Ketika jumlah follower sudah mencapai ratusan ribu, dia pasti akan kewalahan untuk berkomunikasi atau merespon semua follower yang me-mention-nya. jika tidak dilakukan, follower akan merasa terabaikan. Sehingga tweeple dengan jumlah follower tersebut sudah tidak cocok lagi untuk tujuan engagement dengan audience.
Selain itu buzzer dengan jumlah follower ratusan ribu tersebut akan merasa tidak bebas mengomentari sebuah produk di twitter. Karena bagaimanapun caranya ia ngetwit, para follower akan mencurigai twitnya sebagai twit berbayar. (Dugaan ini mungkin berlebihan, karena beberapa tweeple malah ada yang belum tahu apa itu twit berbayar)
Dan buzzer dengan jumlah follower ratusan ribu pasti bayaran yang lebih mahal. Memang sampai sekarang belum ada penelitian yang menyuguhkan data, mana yang lebih efektif memakai satu orang buzzer yang jumlah followernya ratusan ribu atau beberapa buzzer yang jumlah followernya biasa-biasa saja.
Yang pasti, untuk setiap buzzer belum tentu cocok dipakai untuk kampanye semua produk. Andai dipaksakan kampanye akan terasa kaku, garing dan terasa dipaksakan. untuk itu terus perlu dicari buzzer-buzzer baru yang sesuai dengan produknya sehingga konversasi di twitter berjalan mulus, follower tidak merasa sedang digiring pada image yang berkaitan dengan produk tertentu. karena begitu kampanye produk diketahui, konversasi (mungkin) akan mati.
Untuk itu perlu juga selalu menyiapkan strategi baru, karena strategi yang lama, yang sudah pernah dipakai dan diketahui publik, kemungkinan besar tidak akan sesukses kampanye sebelumnya.
( wsh / wsh )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Fenomena ini cukup menimbulkan kelucuan sekaligus keprihatinan. karena ingin mempunyai follower yang banyak, beberapa tweeple 'pemula' sering melakukan hal-hal lucu, minta folbek. Bahkan ada sebuah akun yang dengan terang-terangan menjual follower. Dengan jumlah rupiah tertentu kita bisa membeli sejumlah follower. Hal ini membuktikan, orang-orang tersebut belum seutuhnya memahami bagaimana memanfaatkan medium twitter ini.
Bagi sebagian orang yang memang sudah mempunyai networking luas, bisa dipastikan semua teman realnya sebelum ada twitter akan saling follow. Orang yang punya background banyak teman, kemungkinan besar akan juga mempunyai follower yang banyak juga. kemungkinan besar untuk menjadi buzzer akan semakin besar.
Beberapa yang lain melejit followernya karena moment. misalnya seorang wartawan atau pemerhati bola. Begitu ada peristiwa kemelut di PSSI, karena ia paham permasalahannya ia ngetwit hal-hal yang (mungkin) belum diketahui khalayak. Beramai-ramailah orang me-retweet lalu orang-orang itu pun mem-follow-nya untuk mengikuti secara langsung kicauannya.
Konon batas psikologis jumlah follower seorang layak menjadi buzzer minimal 3000. Namun belum tentu juga seorang tweeple yang mempunyai jumlah follower sebanyak itu "layak" mengkampanyekan produk, menciptakan konversasi untuk mencapai engagement, karena ada hal penting yang harus mereka kuasai yakni memahami mediumnya yang hanya 140 karakter sehingga bisa berkomunikasi dengan "audien-nya secara efektif.
Namun begitu follower seseorang melonjak tajam mencapai ratusan ribu, perlu strategi baru untuk para selebtwit tersebut. Ketika jumlah follower sudah mencapai ratusan ribu, dia pasti akan kewalahan untuk berkomunikasi atau merespon semua follower yang me-mention-nya. jika tidak dilakukan, follower akan merasa terabaikan. Sehingga tweeple dengan jumlah follower tersebut sudah tidak cocok lagi untuk tujuan engagement dengan audience.
Selain itu buzzer dengan jumlah follower ratusan ribu tersebut akan merasa tidak bebas mengomentari sebuah produk di twitter. Karena bagaimanapun caranya ia ngetwit, para follower akan mencurigai twitnya sebagai twit berbayar. (Dugaan ini mungkin berlebihan, karena beberapa tweeple malah ada yang belum tahu apa itu twit berbayar)
Dan buzzer dengan jumlah follower ratusan ribu pasti bayaran yang lebih mahal. Memang sampai sekarang belum ada penelitian yang menyuguhkan data, mana yang lebih efektif memakai satu orang buzzer yang jumlah followernya ratusan ribu atau beberapa buzzer yang jumlah followernya biasa-biasa saja.
Yang pasti, untuk setiap buzzer belum tentu cocok dipakai untuk kampanye semua produk. Andai dipaksakan kampanye akan terasa kaku, garing dan terasa dipaksakan. untuk itu terus perlu dicari buzzer-buzzer baru yang sesuai dengan produknya sehingga konversasi di twitter berjalan mulus, follower tidak merasa sedang digiring pada image yang berkaitan dengan produk tertentu. karena begitu kampanye produk diketahui, konversasi (mungkin) akan mati.
Untuk itu perlu juga selalu menyiapkan strategi baru, karena strategi yang lama, yang sudah pernah dipakai dan diketahui publik, kemungkinan besar tidak akan sesukses kampanye sebelumnya.
![]() |
Tentang Penulis: Karmin Winarta adalah seorang blogger. Ia bisa dihubungi di fanabis.blogdetik.com atau melalui akun @fanabis di Twitter. |
( wsh / wsh )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Baca Juga
Berita Terbaru
Index »
-
Jumat, 25/05/2012 17:21 WIB
Warga Twitter Puji Dedikasi 'Satpam Digital'
-
Jumat, 25/05/2012 16:45 WIB
Tweet Satpam IPB Sebelum Ditembak: Hati-hati Curanmor di Kampus
-
Jumat, 25/05/2012 14:57 WIB
Google Didesak Tutup Keran Download Ilegal
-
Jumat, 25/05/2012 13:48 WIB
Napak Tilas Perjalanan Awal Facebook
-
Jumat, 25/05/2012 09:03 WIB
Lucu! Pencuri iPhone Kirim Foto Dirinya ke Facebook Korban
-
Jumat, 25/05/2012 08:51 WIB
BMW Punya 10 Juta Fans di Facebook
-
Jumat, 25/05/2012 08:28 WIB
Facebook Tak Berdaya Lawan Faceporn
-
Kamis, 24/05/2012 21:06 WIB
Yahoo Axis, Ketika Browser & Mesin Pencari Bergabung
- Jumat, 25/05/2012 10:51 WIB
Nasib BlackBerry Messenger Suram?
- Jumat, 25/05/2012 16:07 WIB
6 Ponsel Nokia Terpopuler
- Jumat, 25/05/2012 09:03 WIB
Lucu! Pencuri iPhone Kirim Foto Dirinya ke Facebook Korban
- Jumat, 25/05/2012 10:19 WIB
Tips Mengubah Kontak di BlackBerry Menjadi Excel
- Jumat, 25/05/2012 13:23 WIB
Android Makin Kuasai Dunia
- Jumat, 25/05/2012 11:19 WIB
Sosok
I Made Wiryana, Anak Band yang Jadi 'Cyber Paspampres'
- Jumat, 25/05/2012 16:46 WIB
Pengakses Internet Masih Banyak dari Nokia
- Jumat, 25/05/2012 11:40 WIB
RIM Bantah Abaikan BlackBerry Messenger
- Jumat, 25/05/2012 14:57 WIB
Google Didesak Tutup Keran Download Ilegal
-
199 Komentar
-
84 Komentar
-
75 Komentar
-
67 Komentar
-
63 Komentar
-
63 Komentar
-
54 Komentar
-
53 Komentar
-
48 Komentar
Pro Kontra
Index »
Galaxy S III Smartphone Terbaik Saat Ini?
Pro
Kontra
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.jpg)

