Berita Utama
-
Selasa, 22/05/2012 15:24 WIB
13 Ponsel yang Menjadi Tonggak Sejarah
-
Selasa, 22/05/2012 13:15 WIB
Samsung Resmi Boyong Galaxy S III ke Indonesia
-
Selasa, 22/05/2012 11:32 WIB
16 Game iPhone yang Wajib Dimainkan
-
Selasa, 22/05/2012 10:29 WIB
Saham Anjlok, Harta Pendiri Facebook 'Lenyap' Rp 20 Triliun
-
Selasa, 22/05/2012 12:20 WIB
Saran Bagi Zuckerberg Agar Facebook Tak Terpuruk
-
Selasa, 22/05/2012 08:48 WIB
Saham Facebook Tumbang
-
Selasa, 22/05/2012 09:26 WIB
5 Kesalahan di Twitter yang Harus Dihindari
-
Senin, 21/05/2012 13:18 WIB
Priscilla Chan, Dokter yang Jadi Nyonya Zuckerberg
-
Senin, 21/05/2012 13:45 WIB
5 Brand yang Sukses 'Jualan' via Instagram
Kolom Venus
Susahnya 'Menjadi Digital'
Jumat, 11/02/2011 14:30 WIB

ilustrasi (inet)
Jakarta - Seberapa well connected kita sebenarnya? Seberapa ‘digital’?
Pertanyaan gak penting ini tiba-tiba menggelitik dan membuat saya mencari tahu jawabannya, ketika beberapa hari yang lalu, seorang kawan mengomel panjang pendek di twitter.
“Kirim email ke temen udah 2 minggu, ternyata belum dibaca. Malah nyalahin ‘kenapa gak sms kalo baru kirim email sih? Kan bisa langsung aku cek!’”
Cerita lain lagi, satu saat saya harus mengajar kelas blog dan social media di sebuah kota di pulau seberang. Di sana, selama bertahun-tahun, sudah ada komunitas blogger. Mereka punya wadah untuk berkomunikasi antar sesama anggota komunitas. Ada situs resmi, ada mailing list.
Herannya, di kota yang secara umum koneksi internetnya sudah lumayan bagus ini, komunitas ini bisa dibilang jalan di tempat. Milis mereka mati suri.
“Di sini emang gitu. Gak tiap hari kita buka milis atau ngecek email.”
Jawaban ini terasa aneh buat saya –dan pasti buat sebagian besar orang di lingkungan saya-- yang terbiasa dengan segala sesuatu yang serba cepat dan real time. Bahkan hal pertama yang dilakukan pada saat bangun tidur adalah...bukan minum air putih atau ke kamar mandi, tapi ngecek email. Dan twitter, tentu saja.
Untuk kasus di sebuah kota yang saya ceritakan di atas, ada yang terasa janggal. Pada kesempatan bertemu dengan lebih banyak orang keesokan harinya, saya mencatat bahwa sebagian besar dari mereka sudah memiliki handset pintar nan canggih, yang jelas-jelas memiliki fitur push email. Lantas bagaimana bisa, komunitas dan milis kawan-kawan saya ini sepi?
Padahal data terakhir –meski tak ada angka pasti karena angkanya terus berubah— jumlah pengguna Blackberry di Indonesia saat ini berkisar antara 3-4 juta orang. Padahal yang pinter bukan cuma Blackberry. Ada banyak sekali smartphone yang memungkinkan pemiliknya ‘menjadi digital’.
Pertanyaan-pertanyaan di atas sedikit terjawab ketika suatu malam saya nongkrong bareng beberapa orang teman, di satu tempat di kawasan Pondok Indah. Dari Kemal Arsjad, CEO Better-B, perusahaan pengembang aplikasi Blackberry di Indonesia, saya jadi tahu satu fakta menarik, yang barangkali ada hubungannya dengan cerita saya tadi.
Tahun 2009, ketika jumlah pengguna Blackberry di negeri ini tercatat kurang lebih 1 hingga 1,5 juta orang, sekitar 50 ribu user handset tersebut, terdeteksi di salah satu perusahaan telco besar, tidak mengaktifkan layanan BIS (Blackberry Internet Service). Artinya, mereka menggunakannya hanya untuk menelpon dan saling berkirim sms. Artinya lagi, mereka membeli barang mahal itu bukan untuk berseluncur di internet, bukan untuk memudahkan pekerjaan mereka.
Dan ternyata, ini terjadi bukan hanya di luar lingkaran saya saja. Bukan hanya di tempat yang ‘jauh’. Teman dekat saya pun, yang sehari-harinya terlihat canggih dan urban, tergagap-gagap menghadapi dunia saya. Berikut saya kutip percakapan aneh (lewat sms) dengannya pada suatu siang.
Saya: mas, cek inbox ya..
Dia: wah, belum nonton tivi dari pagi. emang ada apaan tadi di inbox?
Saya: ngamuk
( wsh / wsh )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Pertanyaan gak penting ini tiba-tiba menggelitik dan membuat saya mencari tahu jawabannya, ketika beberapa hari yang lalu, seorang kawan mengomel panjang pendek di twitter.
“Kirim email ke temen udah 2 minggu, ternyata belum dibaca. Malah nyalahin ‘kenapa gak sms kalo baru kirim email sih? Kan bisa langsung aku cek!’”
Cerita lain lagi, satu saat saya harus mengajar kelas blog dan social media di sebuah kota di pulau seberang. Di sana, selama bertahun-tahun, sudah ada komunitas blogger. Mereka punya wadah untuk berkomunikasi antar sesama anggota komunitas. Ada situs resmi, ada mailing list.
Herannya, di kota yang secara umum koneksi internetnya sudah lumayan bagus ini, komunitas ini bisa dibilang jalan di tempat. Milis mereka mati suri.
“Di sini emang gitu. Gak tiap hari kita buka milis atau ngecek email.”
Jawaban ini terasa aneh buat saya –dan pasti buat sebagian besar orang di lingkungan saya-- yang terbiasa dengan segala sesuatu yang serba cepat dan real time. Bahkan hal pertama yang dilakukan pada saat bangun tidur adalah...bukan minum air putih atau ke kamar mandi, tapi ngecek email. Dan twitter, tentu saja.
Untuk kasus di sebuah kota yang saya ceritakan di atas, ada yang terasa janggal. Pada kesempatan bertemu dengan lebih banyak orang keesokan harinya, saya mencatat bahwa sebagian besar dari mereka sudah memiliki handset pintar nan canggih, yang jelas-jelas memiliki fitur push email. Lantas bagaimana bisa, komunitas dan milis kawan-kawan saya ini sepi?
Padahal data terakhir –meski tak ada angka pasti karena angkanya terus berubah— jumlah pengguna Blackberry di Indonesia saat ini berkisar antara 3-4 juta orang. Padahal yang pinter bukan cuma Blackberry. Ada banyak sekali smartphone yang memungkinkan pemiliknya ‘menjadi digital’.
Pertanyaan-pertanyaan di atas sedikit terjawab ketika suatu malam saya nongkrong bareng beberapa orang teman, di satu tempat di kawasan Pondok Indah. Dari Kemal Arsjad, CEO Better-B, perusahaan pengembang aplikasi Blackberry di Indonesia, saya jadi tahu satu fakta menarik, yang barangkali ada hubungannya dengan cerita saya tadi.
Tahun 2009, ketika jumlah pengguna Blackberry di negeri ini tercatat kurang lebih 1 hingga 1,5 juta orang, sekitar 50 ribu user handset tersebut, terdeteksi di salah satu perusahaan telco besar, tidak mengaktifkan layanan BIS (Blackberry Internet Service). Artinya, mereka menggunakannya hanya untuk menelpon dan saling berkirim sms. Artinya lagi, mereka membeli barang mahal itu bukan untuk berseluncur di internet, bukan untuk memudahkan pekerjaan mereka.
Dan ternyata, ini terjadi bukan hanya di luar lingkaran saya saja. Bukan hanya di tempat yang ‘jauh’. Teman dekat saya pun, yang sehari-harinya terlihat canggih dan urban, tergagap-gagap menghadapi dunia saya. Berikut saya kutip percakapan aneh (lewat sms) dengannya pada suatu siang.
Saya: mas, cek inbox ya..
Dia: wah, belum nonton tivi dari pagi. emang ada apaan tadi di inbox?
Saya: ngamuk
![]() |
Tentang Penulis: Venus adalah seorang blogger dan social media specialist. Ia bisa dihubungi di http://venus-to-mars.com atau melalui akun @venustweets di Twitter. |
( wsh / wsh )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Baca Juga
Berita Terbaru
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 07:39 WIB
Apple Minta Restu Bangun 'Pesawat Luar Angkasa'
-
Selasa, 22/05/2012 17:50 WIB
Galaxy Note Gaet Beckham
-
Selasa, 22/05/2012 17:03 WIB
Pernikahan Zuckerberg Pecahkan Rekor 'Like' di Facebook
-
Selasa, 22/05/2012 15:43 WIB
Persembahan 'Lima Kata' untuk Steve Jobs
-
Selasa, 22/05/2012 15:15 WIB
KLiK, Aplikasi iPhone Pengenal Wajah
-
Selasa, 22/05/2012 12:20 WIB
Saran Bagi Zuckerberg Agar Facebook Tak Terpuruk
-
Selasa, 22/05/2012 09:42 WIB
Dosen Unsoed Bikin Aplikasi Mesin Kasir Android
-
Selasa, 22/05/2012 08:26 WIB
Google Chrome Gusur IE Jadi Browser Terpopuler
- Rabu, 23/05/2012 10:10 WIB
Motorola Resmi Jadi Milik Google
- Rabu, 23/05/2012 09:39 WIB
Analis: Sony Telah Garap Display iPhone 5
- Rabu, 23/05/2012 07:35 WIB
Apple Minta Restu Bangun 'Pesawat Luar Angkasa'
- Rabu, 23/05/2012 07:51 WIB
OS BlackBerry 10 Datang, Qwerty Fisik Menghilang?
- Rabu, 23/05/2012 08:26 WIB
'My Last Wish', Jejaring Sosial Sebelum Mati
- Rabu, 23/05/2012 09:17 WIB
Melempem, Saham Facebook Makin Murah
- Rabu, 23/05/2012 08:10 WIB
Ini 11 Investor 'Kelas Berat' Pemegang Saham Facebook
- Rabu, 23/05/2012 10:38 WIB
Samsung: Galaxy S III Terbuat dari Polycarbonate, Bukan Plastik
- Rabu, 23/05/2012 10:51 WIB
'Konsumen Nikon D800 Harus Bersabar'
-
87 Komentar
-
82 Komentar
-
79 Komentar
-
79 Komentar
-
73 Komentar
-
63 Komentar
-
56 Komentar
-
43 Komentar
-
43 Komentar
Pro Kontra
Index »
iPad Generasi Terbaru Memuaskan?
Pro
Kontra
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.jpg)
.gif)

