Berita Utama
-
Jumat, 25/05/2012 17:21 WIB
Warga Twitter Puji Dedikasi 'Satpam Digital'
-
Jumat, 25/05/2012 16:07 WIB
6 Ponsel Nokia Terpopuler
-
Jumat, 25/05/2012 15:19 WIB
5 Casing iPhone yang Punya 'Gigi' Pembuka Botol
-
Jumat, 25/05/2012 11:19 WIB
I Made Wiryana, Anak Band yang Jadi 'Cyber Paspampres'
-
Jumat, 25/05/2012 12:52 WIB
Mencicipi Facebook Camera: Instagram ala Facebook
-
Jumat, 25/05/2012 10:19 WIB
Tips Mengubah Kontak di BlackBerry Menjadi Excel
-
Kamis, 24/05/2012 15:37 WIB
Negara Mana 'Raja' Internet ASEAN?
-
Kamis, 24/05/2012 12:12 WIB
5 'Nenek Moyang' Smartphone Android
-
Kamis, 24/05/2012 11:15 WIB
Waspadai Email Palsu dari 'Facebook'
Kolom Venus
Perlukah Berlaku Sopan di Dunia Maya?
Selasa, 08/02/2011 13:25 WIB

ilustrasi (flickr/cc/jeffrey)
Jakarta - Pada beberapa kesempatan bicara di depan umum, entah itu workshop tentang blog dan social media, seminar, atau diskusi-diskusi yang berkaitan dengan dunia digital, selalu saya sempatkan untuk menyinggung soal netiket.
Untuk para penggiat online (bahasa kerennya: netizen), isu tentang netiket barangkali sudah basi. Buat orang-orang yang sehari-hari memang bekerja dan bersentuhan dengan ranah maya, topik ini pasti membosankan.
Kenapa? Karena kami semua pada umumnya cukup tahu bagaimana cara bersikap dan berinteraksi dengan orang lain di dunia virtual yang tanpa batas ini.
Lho, kami itu siapa? Ya para netizen yang saya sebutkan tadi. Blogger, para pengguna social media, digital marketers, orang-orang yang bergerak di industri digital. Saya ada di antara mereka. Itulah kenapa saya bilang ‘kami’.
Tapi apa sih, netiket itu? Makanan apa itu?
Begini. Setiap kali ada pertanyaan tentang netiket, saya selalu mengibaratkan internet sebagai sebilah pisau tajam.
Bahaya? Tentu saja. Jika kita gunakan pisau itu untuk melakukan tindakan kriminal, tentu berbahaya. Bukan cuma buat si korban, tapi juga untuk si pelaku kejahatan.
Pisau yang, katakanlah, kita gunakan untuk membunuh orang lewat misalnya, akan membawa keburukan bagi kita sebagai pelakunya.
Lha memangnya gak ada hukum, apa? Memangnya nggak ada kemungkinan orang yang kita serang akan menyerang balik dan melukai kita?
Analoginya cukup gampang dicerna, saya rasa.
Di ranah maya, siapa saja bisa melakukan apa saja, dan mengatakan apa saja, kepada siapa saja. Nyaris tidak ada sensor, meski peraturan perundang-undangan untuk itu sebenarnya sudah ada. Namun pada prakteknya, biasanya kita malas membaca, apatah lagi menghafal isi undang-undang dan segala macam sanksi di dalamnya.
Untuk gampangnya sih, supaya tidak ribet memikirkan bagaimana etika berkomunikasi dan berinteraksi di internet, ada beberapa hal prinsip.
Gampang, kan? Toh di dunia nyata, kita semua juga melakukan itu: berusaha bersikap dan berbahasa yang baik, demi kenyamanan semua orang. Sungguh aneh kalau kita merasa kita boleh bersikap semaunya, hanya karena media komunikasi kita adalah sekotak kecil monitor di depan kita.
Eh, kalo anonim, kan gak apa-apa kita ngomong di internet tanpa disaring? Boleh dong, maki-maki orang yang kita anggap berseberangan dengan apa yang kita percayai?
Hmm...bisa. Tapi soal boleh atau tidak, semua tentu kembali ke pemahaman masing-masing tentang netiket itu tadi. Batasan sopan atau tidak sopan, bisa saja berbeda. Ini berkorelasi erat dengan tingkat pendidikan, kematangan psikososial, dan kultur individu.
Contoh paling mudah. Bayangkan betapa lucu dan naifnya jika saya menuduh seseorang yang jelas-jelas dua puluh empat jam hidupnya dihabiskan di internet, sebagai gaptek dan kuper. Atau misalnya, saya mengomentari tulisan seseorang di satu media, dengan bahasa yang kasar, tanpa berpikir panjang. Tanpa tahu bahwa komentar saya itu, nantinya, akan mempermalukan diri saya sendiri.
Masih beranggapan bahwa tidak ada gunanya menjaga kesopanan di dunia maya? Think again :)
( wsh / wsh )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Untuk para penggiat online (bahasa kerennya: netizen), isu tentang netiket barangkali sudah basi. Buat orang-orang yang sehari-hari memang bekerja dan bersentuhan dengan ranah maya, topik ini pasti membosankan.
Kenapa? Karena kami semua pada umumnya cukup tahu bagaimana cara bersikap dan berinteraksi dengan orang lain di dunia virtual yang tanpa batas ini.
Lho, kami itu siapa? Ya para netizen yang saya sebutkan tadi. Blogger, para pengguna social media, digital marketers, orang-orang yang bergerak di industri digital. Saya ada di antara mereka. Itulah kenapa saya bilang ‘kami’.
Tapi apa sih, netiket itu? Makanan apa itu?
Begini. Setiap kali ada pertanyaan tentang netiket, saya selalu mengibaratkan internet sebagai sebilah pisau tajam.
Bahaya? Tentu saja. Jika kita gunakan pisau itu untuk melakukan tindakan kriminal, tentu berbahaya. Bukan cuma buat si korban, tapi juga untuk si pelaku kejahatan.
Pisau yang, katakanlah, kita gunakan untuk membunuh orang lewat misalnya, akan membawa keburukan bagi kita sebagai pelakunya.
Lha memangnya gak ada hukum, apa? Memangnya nggak ada kemungkinan orang yang kita serang akan menyerang balik dan melukai kita?
Analoginya cukup gampang dicerna, saya rasa.
Di ranah maya, siapa saja bisa melakukan apa saja, dan mengatakan apa saja, kepada siapa saja. Nyaris tidak ada sensor, meski peraturan perundang-undangan untuk itu sebenarnya sudah ada. Namun pada prakteknya, biasanya kita malas membaca, apatah lagi menghafal isi undang-undang dan segala macam sanksi di dalamnya.
Untuk gampangnya sih, supaya tidak ribet memikirkan bagaimana etika berkomunikasi dan berinteraksi di internet, ada beberapa hal prinsip.
- Tidak menyerang seseorang secara personal.
- Menjaga agar bahasa yang digunakan tetap santun.
- Menghindari hal-hal sensitif seperti isu tentang ras, agama, kesukuan.
Gampang, kan? Toh di dunia nyata, kita semua juga melakukan itu: berusaha bersikap dan berbahasa yang baik, demi kenyamanan semua orang. Sungguh aneh kalau kita merasa kita boleh bersikap semaunya, hanya karena media komunikasi kita adalah sekotak kecil monitor di depan kita.
Eh, kalo anonim, kan gak apa-apa kita ngomong di internet tanpa disaring? Boleh dong, maki-maki orang yang kita anggap berseberangan dengan apa yang kita percayai?
Hmm...bisa. Tapi soal boleh atau tidak, semua tentu kembali ke pemahaman masing-masing tentang netiket itu tadi. Batasan sopan atau tidak sopan, bisa saja berbeda. Ini berkorelasi erat dengan tingkat pendidikan, kematangan psikososial, dan kultur individu.
Contoh paling mudah. Bayangkan betapa lucu dan naifnya jika saya menuduh seseorang yang jelas-jelas dua puluh empat jam hidupnya dihabiskan di internet, sebagai gaptek dan kuper. Atau misalnya, saya mengomentari tulisan seseorang di satu media, dengan bahasa yang kasar, tanpa berpikir panjang. Tanpa tahu bahwa komentar saya itu, nantinya, akan mempermalukan diri saya sendiri.
Masih beranggapan bahwa tidak ada gunanya menjaga kesopanan di dunia maya? Think again :)
![]() |
Tentang Penulis: Venus adalah seorang blogger dan social media specialist. Ia bisa dihubungi di http://venus-to-mars.com atau melalui akun @venustweets di Twitter. |
( wsh / wsh )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Baca Juga
Berita Terbaru
Index »
-
Jumat, 25/05/2012 17:21 WIB
Warga Twitter Puji Dedikasi 'Satpam Digital'
-
Jumat, 25/05/2012 16:45 WIB
Tweet Satpam IPB Sebelum Ditembak: Hati-hati Curanmor di Kampus
-
Jumat, 25/05/2012 14:57 WIB
Google Didesak Tutup Keran Download Ilegal
-
Jumat, 25/05/2012 13:48 WIB
Napak Tilas Perjalanan Awal Facebook
-
Jumat, 25/05/2012 09:03 WIB
Lucu! Pencuri iPhone Kirim Foto Dirinya ke Facebook Korban
-
Jumat, 25/05/2012 08:51 WIB
BMW Punya 10 Juta Fans di Facebook
-
Jumat, 25/05/2012 08:28 WIB
Facebook Tak Berdaya Lawan Faceporn
-
Kamis, 24/05/2012 21:06 WIB
Yahoo Axis, Ketika Browser & Mesin Pencari Bergabung
- Jumat, 25/05/2012 10:51 WIB
Nasib BlackBerry Messenger Suram?
- Jumat, 25/05/2012 16:07 WIB
6 Ponsel Nokia Terpopuler
- Jumat, 25/05/2012 09:03 WIB
Lucu! Pencuri iPhone Kirim Foto Dirinya ke Facebook Korban
- Jumat, 25/05/2012 10:19 WIB
Tips Mengubah Kontak di BlackBerry Menjadi Excel
- Jumat, 25/05/2012 13:23 WIB
Android Makin Kuasai Dunia
- Jumat, 25/05/2012 11:19 WIB
Sosok
I Made Wiryana, Anak Band yang Jadi 'Cyber Paspampres'
- Jumat, 25/05/2012 16:46 WIB
Pengakses Internet Masih Banyak dari Nokia
- Jumat, 25/05/2012 11:40 WIB
RIM Bantah Abaikan BlackBerry Messenger
- Jumat, 25/05/2012 14:57 WIB
Google Didesak Tutup Keran Download Ilegal
-
199 Komentar
-
84 Komentar
-
75 Komentar
-
67 Komentar
-
63 Komentar
-
63 Komentar
-
54 Komentar
-
53 Komentar
-
48 Komentar
Pro Kontra
Index »
Galaxy S III Smartphone Terbaik Saat Ini?
Pro
Kontra
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.jpg)

