Berita Utama
-
Jumat, 25/05/2012 17:21 WIB
Warga Twitter Puji Dedikasi 'Satpam Digital'
-
Jumat, 25/05/2012 16:07 WIB
6 Ponsel Nokia Terpopuler
-
Jumat, 25/05/2012 15:19 WIB
5 Casing iPhone yang Punya 'Gigi' Pembuka Botol
-
Jumat, 25/05/2012 11:19 WIB
I Made Wiryana, Anak Band yang Jadi 'Cyber Paspampres'
-
Jumat, 25/05/2012 12:52 WIB
Mencicipi Facebook Camera: Instagram ala Facebook
-
Jumat, 25/05/2012 10:19 WIB
Tips Mengubah Kontak di BlackBerry Menjadi Excel
-
Kamis, 24/05/2012 15:37 WIB
Negara Mana 'Raja' Internet ASEAN?
-
Kamis, 24/05/2012 12:12 WIB
5 'Nenek Moyang' Smartphone Android
-
Kamis, 24/05/2012 11:15 WIB
Waspadai Email Palsu dari 'Facebook'
Pengawas Internet Mati Suri
Aneh, Pengawas Internet Kok Disuruh Kerja ala PNS?
Jumat, 04/02/2011 18:46 WIB
ilustrasi (ist)
Jakarta - Ada yang aneh dari pola pikir sebagian orang di Kementerian Kominfo. Internet yang tak pernah padam 24 jam penuh setiap harinya, hanya diminta untuk diawasi mengikuti jam kerja pegawai negeri sipil (PNS).
Keanehan ini pula yang kerap menghambat kinerja Indonesia Security Incident Response Team On Internet Infrastructure (ID-SIRTII)--sebelum akhirnya mati suri, akibat imbas restrukturisasi direktorat di Kominfo.
Bukan sekali dua kali pola pikir yang bertolak belakang ini kerap memicu permasalahan antara orang-orang di Direktorat Jenderal Pos dan Telekomunikasi (sekarang Direktorat Penyelenggaraan Telekomunikasi) dengan tim di ID-SIRTII.
"Ini selalu jadi perdebatan tak berujung, orang-orang di Postel maunya kita kerja mengikuti jam kerja mereka, nine to five. Sementara internet itu kan 24/7. Kalau ada apa-apa setelah jam kerja, apa Postel mau nanggung?" keluh salah seorang staf ID-SIRTII yang tak mau disebut namanya kepada detikINET, Jumat (4/2/2011).
Masalah jam kerja merupakan sekelumit kisah birokrasi yang berseberangan dengan fungsi ID-SIRTII selaku lembaga pengawas internet. Ditjen Postel Kominfo, menurutnya, ingin menerapkan aturan sesuai ketentuan kontrak baku yang mengacu pada Keputusan Presiden No. 80/2003, namun di sisi lain ID-SIRTII juga punya kewajiban yang tak bisa diabaikan.
"Mekanisme administrasi kontrak standar sebagai tenaga ahli perorangan di pemerintah itu basis remunerasinya man/hours bukan deliverables. Jadi nomor satu absensi, kedua laporan," keluh orang ID-SIRTII itu.
"ID-SIRTII itu lembaga teknis yang memberikan managed and shared services, terutama kepada industrinya bekerja selama 24/7 arround the clock, deliverables nomor satu adalah keamanan infrastruktur internet kita, koordinasi dengan semua stakeholder termasuk counter part di luar negeri. Awareness kepada publik itu seharusnya yang jadi key performance indicator (KPI) lembaga seperti ID-SIRTII. Di negara lain juga seperti itu."
"Dengan objektivitas seperti itu, yang seharus dituntut dari personil ID-SIRTII adalah dedikasi 24/7, integritas, profesionalisme dan performace, termasuk skill, bukan absen apalagi laporan. Kalau KPI serta objektivitasnya absen, nine to five saja. Nanti kalau ada insiden jam enam sore, ya entahlah."
"Kenyataannya, kami sering dipojokkan sama orang-orang Postel karena dianggap bolos, tidak pernah ada di kantor. Padahal kami 24/7 selalu remote monitor dan akses ke site kita yang tersebar di 11 lokasi. Bahkan kalau ID-SIRTII masih jalan terus, rencananya bakal 33 lokasi ditambah remote di delapan kota."
"Memangnya orang Postel peduli kalau kita kerja sampai subuh, mana bisa bangun jam 9? Kata mereka, kerjakan saja jam kerja. Apa kita nggak bakalan digebukin ISP kalau kerja cuma pas di jam produktif? Kalau ada apa-apa, apa mereka mau nanggung? Hal-hal seperti ini selalu tidak bisa dipahami oleh birokrasi, kita disamakan dengan PNS saja."
"Mereka (Postel) acuannya ketentuan kontrak baku Keppres 80/2003. Tapi masalahnya, lembaga ini bukan birokrasi, tapi untuk melayani industri," pungkas staf di ID-SIRTII tersebut.
( rou / rou )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Keanehan ini pula yang kerap menghambat kinerja Indonesia Security Incident Response Team On Internet Infrastructure (ID-SIRTII)--sebelum akhirnya mati suri, akibat imbas restrukturisasi direktorat di Kominfo.
Bukan sekali dua kali pola pikir yang bertolak belakang ini kerap memicu permasalahan antara orang-orang di Direktorat Jenderal Pos dan Telekomunikasi (sekarang Direktorat Penyelenggaraan Telekomunikasi) dengan tim di ID-SIRTII.
"Ini selalu jadi perdebatan tak berujung, orang-orang di Postel maunya kita kerja mengikuti jam kerja mereka, nine to five. Sementara internet itu kan 24/7. Kalau ada apa-apa setelah jam kerja, apa Postel mau nanggung?" keluh salah seorang staf ID-SIRTII yang tak mau disebut namanya kepada detikINET, Jumat (4/2/2011).
Masalah jam kerja merupakan sekelumit kisah birokrasi yang berseberangan dengan fungsi ID-SIRTII selaku lembaga pengawas internet. Ditjen Postel Kominfo, menurutnya, ingin menerapkan aturan sesuai ketentuan kontrak baku yang mengacu pada Keputusan Presiden No. 80/2003, namun di sisi lain ID-SIRTII juga punya kewajiban yang tak bisa diabaikan.
"Mekanisme administrasi kontrak standar sebagai tenaga ahli perorangan di pemerintah itu basis remunerasinya man/hours bukan deliverables. Jadi nomor satu absensi, kedua laporan," keluh orang ID-SIRTII itu.
"ID-SIRTII itu lembaga teknis yang memberikan managed and shared services, terutama kepada industrinya bekerja selama 24/7 arround the clock, deliverables nomor satu adalah keamanan infrastruktur internet kita, koordinasi dengan semua stakeholder termasuk counter part di luar negeri. Awareness kepada publik itu seharusnya yang jadi key performance indicator (KPI) lembaga seperti ID-SIRTII. Di negara lain juga seperti itu."
"Dengan objektivitas seperti itu, yang seharus dituntut dari personil ID-SIRTII adalah dedikasi 24/7, integritas, profesionalisme dan performace, termasuk skill, bukan absen apalagi laporan. Kalau KPI serta objektivitasnya absen, nine to five saja. Nanti kalau ada insiden jam enam sore, ya entahlah."
"Kenyataannya, kami sering dipojokkan sama orang-orang Postel karena dianggap bolos, tidak pernah ada di kantor. Padahal kami 24/7 selalu remote monitor dan akses ke site kita yang tersebar di 11 lokasi. Bahkan kalau ID-SIRTII masih jalan terus, rencananya bakal 33 lokasi ditambah remote di delapan kota."
"Memangnya orang Postel peduli kalau kita kerja sampai subuh, mana bisa bangun jam 9? Kata mereka, kerjakan saja jam kerja. Apa kita nggak bakalan digebukin ISP kalau kerja cuma pas di jam produktif? Kalau ada apa-apa, apa mereka mau nanggung? Hal-hal seperti ini selalu tidak bisa dipahami oleh birokrasi, kita disamakan dengan PNS saja."
"Mereka (Postel) acuannya ketentuan kontrak baku Keppres 80/2003. Tapi masalahnya, lembaga ini bukan birokrasi, tapi untuk melayani industri," pungkas staf di ID-SIRTII tersebut.
( rou / rou )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Baca Juga
Berita Terbaru
Index »
-
Selasa, 22/05/2012 16:20 WIB
Duh, Gampangnya Beli Ijazah Palsu di Internet
-
Selasa, 22/05/2012 13:25 WIB
Polisi Bongkar Pembuat Ijazah Palsu di www.ijazahaspal.com
-
Senin, 21/05/2012 12:49 WIB
Samsung Rayu Apple dengan Lisensi Silang
-
Minggu, 20/05/2012 11:08 WIB
Langgar Paten Microsoft, Ponsel Motorola Dicekal
-
Kamis, 17/05/2012 17:16 WIB
Kalah dari Apple, HTC Tunda Kapalkan Smartphone
-
Rabu, 16/05/2012 19:15 WIB
Polisi Gerebek Gudang Perakitan BlackBerry Ilegal di Pekanbaru
-
Rabu, 16/05/2012 14:10 WIB
Galaxy Tab Dicekal, Samsung: Klaim Apple Tak Berdasar!
-
Rabu, 16/05/2012 12:06 WIB
Wah! Apple Diizinkan Blokir Galaxy Tab
- Jumat, 25/05/2012 10:51 WIB
Nasib BlackBerry Messenger Suram?
- Jumat, 25/05/2012 16:07 WIB
6 Ponsel Nokia Terpopuler
- Jumat, 25/05/2012 09:03 WIB
Lucu! Pencuri iPhone Kirim Foto Dirinya ke Facebook Korban
- Jumat, 25/05/2012 10:19 WIB
Tips Mengubah Kontak di BlackBerry Menjadi Excel
- Jumat, 25/05/2012 13:23 WIB
Android Makin Kuasai Dunia
- Jumat, 25/05/2012 11:19 WIB
Sosok
I Made Wiryana, Anak Band yang Jadi 'Cyber Paspampres'
- Jumat, 25/05/2012 16:46 WIB
Pengakses Internet Masih Banyak dari Nokia
- Jumat, 25/05/2012 11:40 WIB
RIM Bantah Abaikan BlackBerry Messenger
- Jumat, 25/05/2012 14:57 WIB
Google Didesak Tutup Keran Download Ilegal
-
199 Komentar
-
84 Komentar
-
75 Komentar
-
67 Komentar
-
63 Komentar
-
63 Komentar
-
54 Komentar
-
53 Komentar
-
48 Komentar
Pro Kontra
Index »
Galaxy S III Smartphone Terbaik Saat Ini?
Pro
Kontra
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





Sending your message



.jpg)


