Berita Utama
-
Selasa, 22/05/2012 15:24 WIB
13 Ponsel yang Menjadi Tonggak Sejarah
-
Selasa, 22/05/2012 13:15 WIB
Samsung Resmi Boyong Galaxy S III ke Indonesia
-
Selasa, 22/05/2012 11:32 WIB
16 Game iPhone yang Wajib Dimainkan
-
Selasa, 22/05/2012 10:29 WIB
Saham Anjlok, Harta Pendiri Facebook 'Lenyap' Rp 20 Triliun
-
Selasa, 22/05/2012 12:20 WIB
Saran Bagi Zuckerberg Agar Facebook Tak Terpuruk
-
Selasa, 22/05/2012 08:48 WIB
Saham Facebook Tumbang
-
Selasa, 22/05/2012 09:26 WIB
5 Kesalahan di Twitter yang Harus Dihindari
-
Senin, 21/05/2012 13:18 WIB
Priscilla Chan, Dokter yang Jadi Nyonya Zuckerberg
-
Senin, 21/05/2012 13:45 WIB
5 Brand yang Sukses 'Jualan' via Instagram
Pengawas Internet Mati Suri
'Berdoa Saja Internet di Indonesia Tetap Aman'
Jumat, 04/02/2011 12:51 WIB

ilustrasi (ist)
Jakarta - Mati surinya lembaga pengawas internet, Indonesia Security Incident Response Team On Internet Infrastructure (ID-SIRTII), bisa berakibat fatal. Dengan tidak adanya monitoring untuk pencegahan aksi kejahatan online alias cybercrime, praktis keamanan para pengguna internet di Indonesia terancam.
"Kita sekarang lumpuh total tidak ada monitoring, tidak ada layanan. Kalau dikontak counterpart di luar negeri, misalnya ada insiden, ya sudah good bye. Berdoa saja internet di Indonesia tetap aman," sesal salah satu sumber di ID-SIRTII kepada detikINET, Jumat (4/2/2011).
ID-SIRTII praktis lumpuh total sejak ditinggal oleh manajer dan para staf operasionalnya. Masalah yang dialami terbilang klise, imbas dari faktor birokrasi dan administrasi. Selain faktor itu, lembaga ini juga tak punya bandwith dan tidak punya link buat memonitor trafik internet yang lalu lalang.
Ketika dikonfirmasi, Wakil Ketua ID-SIRTII M Salahuddien mengakui ada masalah kritis yang terjadi di lembaga pengawas internet Indonesia itu. Namun ia menyerahkan kasus ini kepada Kementerian Kominfo selaku induk dari lembaga.
"Sejak desember kontrak outsourcing staf SDM dan manajer ID-SIRTII sudah berakhir, dan sampai saat ini belum diperpanjang sehingga teoritis operasi lembaga juga terancam berhenti," kata dia.
"Sedangkan bandwith dan link untuk aneka layanan serta sistim monitoring juga berakhir kontraknya per Januari 2011. Sehingga sistim tersebut juga terancam tidak berfungsi," lanjut Salahuddien.
ID-SIRTII sendiri sebelumnya menganggarkan biaya pengadaan untuk monitoring trafik internet dan SDM senilai Rp 22 miliar. Namun pengadaan ini tak berlanjut karena menunggu rampungnya restrukturisasi di Kementerian Kominfo.
"Mengenai detail pelelangan proyeknya sebaiknya ditanyakan ke Kemkominfo karena ID-SIRTII hanya pelaksana. Semua ditangani Kemkominfo," kata Salahuddien.
Dengan lumpuhnya ID-SIRTII jelas keamanan internet di Indonesia terancam. Contohnya, tahun lalu serangan DDOS masif yang diduga dari Malaysia sempat melumpuhkan server .co.id selama empat jam.
Kejadian itu baru berhenti setelah ISP (penyedia jasa internet) bekerja sama untuk memblokir dan ID-SIRTII mengirimkan pesan ke MY-Cert (ID-SIRTII-nya Malaysia).
"Sebaliknya juga, Malaysia sering kirim notice untuk serangan yang diduga dari Indonesia. Kita koordinasi dengan ISP supaya ditangani," papar Salahuddien.
Beberapa serangan di internet juga seringkali menimpa obyek strategis yang dipantau ID-SIRTII, seperti pajak dan energi. Tapi insidennya tidak diungkap ke publik oleh lembaga itu demi menjaga keamanan.
Menurutnya, serangan ke ISP tidak terhitung banyaknya, dan biasanya sudah diatasi sendiri kecuali jika ada serangan masif. Tahun lalu ada serangan Stuxnet, cuma dampaknya minim nyaris tidak ada.
"Paling sering penyebaran worm dan kasus kriminal, kalau ini ya dengan polisi urusannya," ungkap Salahuddien. "Kalau sistem monitoring mati kita tidak bisa bantu, tidak ada data yang bisa dianalisa. Dan secara teoritis sistim itu sudah mati sekarang," sesalnya.
( rou / rou )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
"Kita sekarang lumpuh total tidak ada monitoring, tidak ada layanan. Kalau dikontak counterpart di luar negeri, misalnya ada insiden, ya sudah good bye. Berdoa saja internet di Indonesia tetap aman," sesal salah satu sumber di ID-SIRTII kepada detikINET, Jumat (4/2/2011).
ID-SIRTII praktis lumpuh total sejak ditinggal oleh manajer dan para staf operasionalnya. Masalah yang dialami terbilang klise, imbas dari faktor birokrasi dan administrasi. Selain faktor itu, lembaga ini juga tak punya bandwith dan tidak punya link buat memonitor trafik internet yang lalu lalang.
Ketika dikonfirmasi, Wakil Ketua ID-SIRTII M Salahuddien mengakui ada masalah kritis yang terjadi di lembaga pengawas internet Indonesia itu. Namun ia menyerahkan kasus ini kepada Kementerian Kominfo selaku induk dari lembaga.
"Sejak desember kontrak outsourcing staf SDM dan manajer ID-SIRTII sudah berakhir, dan sampai saat ini belum diperpanjang sehingga teoritis operasi lembaga juga terancam berhenti," kata dia.
"Sedangkan bandwith dan link untuk aneka layanan serta sistim monitoring juga berakhir kontraknya per Januari 2011. Sehingga sistim tersebut juga terancam tidak berfungsi," lanjut Salahuddien.
ID-SIRTII sendiri sebelumnya menganggarkan biaya pengadaan untuk monitoring trafik internet dan SDM senilai Rp 22 miliar. Namun pengadaan ini tak berlanjut karena menunggu rampungnya restrukturisasi di Kementerian Kominfo.
"Mengenai detail pelelangan proyeknya sebaiknya ditanyakan ke Kemkominfo karena ID-SIRTII hanya pelaksana. Semua ditangani Kemkominfo," kata Salahuddien.
Dengan lumpuhnya ID-SIRTII jelas keamanan internet di Indonesia terancam. Contohnya, tahun lalu serangan DDOS masif yang diduga dari Malaysia sempat melumpuhkan server .co.id selama empat jam.
Kejadian itu baru berhenti setelah ISP (penyedia jasa internet) bekerja sama untuk memblokir dan ID-SIRTII mengirimkan pesan ke MY-Cert (ID-SIRTII-nya Malaysia).
"Sebaliknya juga, Malaysia sering kirim notice untuk serangan yang diduga dari Indonesia. Kita koordinasi dengan ISP supaya ditangani," papar Salahuddien.
Beberapa serangan di internet juga seringkali menimpa obyek strategis yang dipantau ID-SIRTII, seperti pajak dan energi. Tapi insidennya tidak diungkap ke publik oleh lembaga itu demi menjaga keamanan.
Menurutnya, serangan ke ISP tidak terhitung banyaknya, dan biasanya sudah diatasi sendiri kecuali jika ada serangan masif. Tahun lalu ada serangan Stuxnet, cuma dampaknya minim nyaris tidak ada.
"Paling sering penyebaran worm dan kasus kriminal, kalau ini ya dengan polisi urusannya," ungkap Salahuddien. "Kalau sistem monitoring mati kita tidak bisa bantu, tidak ada data yang bisa dianalisa. Dan secara teoritis sistim itu sudah mati sekarang," sesalnya.
( rou / rou )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Baca Juga
Berita Terbaru
Index »
-
Selasa, 22/05/2012 16:20 WIB
Duh, Gampangnya Beli Ijazah Palsu di Internet
-
Selasa, 22/05/2012 13:25 WIB
Polisi Bongkar Pembuat Ijazah Palsu di www.ijazahaspal.com
-
Senin, 21/05/2012 12:49 WIB
Samsung Rayu Apple dengan Lisensi Silang
-
Minggu, 20/05/2012 11:08 WIB
Langgar Paten Microsoft, Ponsel Motorola Dicekal
-
Kamis, 17/05/2012 17:16 WIB
Kalah dari Apple, HTC Tunda Kapalkan Smartphone
-
Rabu, 16/05/2012 19:15 WIB
Polisi Gerebek Gudang Perakitan BlackBerry Ilegal di Pekanbaru
-
Rabu, 16/05/2012 14:10 WIB
Galaxy Tab Dicekal, Samsung: Klaim Apple Tak Berdasar!
-
Rabu, 16/05/2012 12:06 WIB
Wah! Apple Diizinkan Blokir Galaxy Tab
- Rabu, 23/05/2012 10:10 WIB
Motorola Resmi Jadi Milik Google
- Rabu, 23/05/2012 09:39 WIB
Analis: Sony Telah Garap Display iPhone 5
- Rabu, 23/05/2012 07:35 WIB
Apple Minta Restu Bangun 'Pesawat Luar Angkasa'
- Rabu, 23/05/2012 07:51 WIB
OS BlackBerry 10 Datang, Qwerty Fisik Menghilang?
- Rabu, 23/05/2012 08:26 WIB
'My Last Wish', Jejaring Sosial Sebelum Mati
- Rabu, 23/05/2012 09:17 WIB
Melempem, Saham Facebook Makin Murah
- Rabu, 23/05/2012 08:10 WIB
Ini 11 Investor 'Kelas Berat' Pemegang Saham Facebook
- Rabu, 23/05/2012 10:38 WIB
Samsung: Galaxy S III Terbuat dari Polycarbonate, Bukan Plastik
- Rabu, 23/05/2012 10:26 WIB
Bromo - Adventure
-
87 Komentar
-
82 Komentar
-
79 Komentar
-
79 Komentar
-
73 Komentar
-
63 Komentar
-
56 Komentar
-
43 Komentar
-
43 Komentar
Pro Kontra
Index »
iPad Generasi Terbaru Memuaskan?
Pro
Kontra
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





Sending your message



.jpg)

