detikinet

Pengawas Internet Mati Suri

Diakui Dunia, Diabaikan di Negeri Sendiri

Achmad Rouzni Noor II - detikinet
Jumat, 04/02/2011 10:19 WIB

ilustrasi (ist)

Jakarta - Mengenaskan. Begitulah nasib Indonesia Security Incident Response Team On Internet Infrastructure (ID-SIRTII). Lembaga pengawas internet yang namanya sudah mulai diakui dunia, malah diabaikan dan dibiarkan mati suri di negeri sendiri.

Kabar buruk ini jelas membuat banyak orang kesal, terlebih aktivis internet Heru Nugroho. Mantan Ketua Umum Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) ini menyesalkan tragedi yang menimpa ID-SIRTII saat ini.

"Sebagai salah satu tim yang membentuk ID-SIRTII jelas saya kecewa dengan Kementerian Kominfo. Mereka seperti tidak niat dan tidak siap untuk membentuk task force internet semacam ini," keluhnya kepada detikINET, Jumat (4/2/2011).

Ia pun mengakui banyak permasalahan yang terjadi di ID-SIRTII. Mulai dari masalah kekurangan sumber daya manusia untuk staf operasional, ketiadaan bandwith, link buat monitoring, dan tidak adanya manajer untuk pengawasan.

"Mekanisme birokrasi kita yang mempersulit situasi ini. Pelaksananya ID-SIRTII itu profesional semua, dan mekanisme birokrasi kita sulit mengakomodir kepentingan semacam ini. Anggaran telat, mekanisme pengadaan orangnya njelimet," keluh Heru.

Yang lebih menyedihkan lagi, status ID-SIRTII di mata internasional. Bagaimanapun, lembaga pengawas internet kita telah mendapat pengakuan dari negara lain dan memiliki hak suara untuk pemberantasan cybercrime.

"Padahal di beberapa negara, bahkan di Vietnam, lembaga semacam ini dianggap strategis. Di sini saja yang tidak dianggap. Malah concern sama urusan blokir pornografi," sesal Heru.

Di luar negeri, lembaga pengawas internet biasanya menggunakan nama CERT (Computer Emergency Response Team), seperti Malaysia (My-Cert), Jepang (JP-Cert), Australia (Au-Cert), Hong Kong (HK-Cert), dan lainnya. Lembaga seperti ini dinilai sangat strategis dengan biaya tinggi, karena upayanya untuk mengantisipasi kejahatan di dunia maya.

"Di sini, Kominfo malah berkutat sama pornografi, tidak peduli soal cyber emergency team, mikirnya langsung blokir," papar dia lebih lanjut.

Heru berharap, kejadian ini bisa menjadi pelajaran bagi Kominfo agar lebih menghargai profesionalitas ID-SIRTII yang kabarnya lebih banyak menggunakan biaya sendiri untuk menopang keberlangsungan hidupnya.




( rou / rou )

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login


    Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    Pro Kontra Index »

    iPad Generasi Terbaru Memuaskan?

    Setelah sekian lama dinanti, Apple akhirnya memperkenalkan iPad generasi terbaru. Bentuk perangkat ini memang tidak berubah dibanding iPad 2. Namun dari sisi fitur, new iPad cukup memuaskan. Menurut Anda?
    Pro
    50%
    Kontra
    50%