Berita Utama
-
Jumat, 25/05/2012 17:21 WIB
Warga Twitter Puji Dedikasi 'Satpam Digital'
-
Jumat, 25/05/2012 16:07 WIB
6 Ponsel Nokia Terpopuler
-
Jumat, 25/05/2012 15:19 WIB
5 Casing iPhone yang Punya 'Gigi' Pembuka Botol
-
Jumat, 25/05/2012 11:19 WIB
I Made Wiryana, Anak Band yang Jadi 'Cyber Paspampres'
-
Jumat, 25/05/2012 12:52 WIB
Mencicipi Facebook Camera: Instagram ala Facebook
-
Jumat, 25/05/2012 10:19 WIB
Tips Mengubah Kontak di BlackBerry Menjadi Excel
-
Kamis, 24/05/2012 15:37 WIB
Negara Mana 'Raja' Internet ASEAN?
-
Kamis, 24/05/2012 12:12 WIB
5 'Nenek Moyang' Smartphone Android
-
Kamis, 24/05/2012 11:15 WIB
Waspadai Email Palsu dari 'Facebook'
Fenomena Brandjacking
Tak 'Dosa' Kok Punya Nama Mirip Artis di Twitter
Selasa, 23/11/2010 12:23 WIB

Ilustrasi (Ist.)
Jakarta - Akun di media sosial itu unik. Sekali diambil, sulit untuk ditarik atau diambil lagi oleh orang lain. Termasuk bagi para selebriti yang merasa kecolongan lantaran namanya telah digunakan orang lain.
Menurut pemerhati online marketing Nukman Luthfie, pemilihan nama suatu akun di media sosial macam Twitter, Facebook, dan lainnya itu hanya bermodal azas 'siapa cepat dia dapat'.
Tak ada yang bisa mengatur seseorang untuk dilarang menggunakan suatu nama. Terlebih jika hal itu masih ada sangkut-pautnya dengan nama penggunanya sendiri.
Contoh terbaru, kata Nukman, menyeret nama Ahmad Dhani. Pentolan Dewa itu dikatakan mulai menjejaki ranah Twitter beberapa hari lalu. Namun sayangnya, sudah ada pengguna Twitter -- yang tak lain orang biasa -- yang sudah menggunakan nama 'Ahmad Dhani'. Tak ayal, Ahmad Dhani yang rocker itu pun meminta untuk 'namanya' dikembalikan.
"Tapi itu sulit, karena namanya tidak unik. Berapa banyak sih orang yang punya nama 'Ahmad'? Saya tidak tahu akhirnya bagaimana, yang pasti dia mention untuk minta nama Ahmad Dhani diserahkan ke dia (pentolan grup band Dewa-red.)," ujar Nukman, kepada detikINET, Selasa (23/11/2010).
Kejadian ini sejatinya dapat menjadi bahan pembelajaran bagi para pesohor lainnya. Jika perlu, ketika tengah merintis popularitas, mereka sudah harus aware akan fenomena ini, langsung saja booking namanya di media sosial.
"Takutnya kan ada orang yang tidak populer terus memiliki nama yang sama. Bisa saja disalahgunakan akun tersebut. Namun meski memiliki nama sama tak semuanya memiliki niat buruk lah," lanjut Nukman.
Kian merakyatnya social media sebagai alat bantu marketing memunculkan ancaman bernama Brandjacking. 'Korban' aksi ini cukup banyak, mulai dari Steve Jobs hingga Barack Obama.
Brandjacking merupakan aksi berpura-pura sebagai brand atau tokoh tertentu di dunia online, terutama pada social media seperti Twitter atau Facebook.
( ash / rns )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Menurut pemerhati online marketing Nukman Luthfie, pemilihan nama suatu akun di media sosial macam Twitter, Facebook, dan lainnya itu hanya bermodal azas 'siapa cepat dia dapat'.
Tak ada yang bisa mengatur seseorang untuk dilarang menggunakan suatu nama. Terlebih jika hal itu masih ada sangkut-pautnya dengan nama penggunanya sendiri.
Contoh terbaru, kata Nukman, menyeret nama Ahmad Dhani. Pentolan Dewa itu dikatakan mulai menjejaki ranah Twitter beberapa hari lalu. Namun sayangnya, sudah ada pengguna Twitter -- yang tak lain orang biasa -- yang sudah menggunakan nama 'Ahmad Dhani'. Tak ayal, Ahmad Dhani yang rocker itu pun meminta untuk 'namanya' dikembalikan.
"Tapi itu sulit, karena namanya tidak unik. Berapa banyak sih orang yang punya nama 'Ahmad'? Saya tidak tahu akhirnya bagaimana, yang pasti dia mention untuk minta nama Ahmad Dhani diserahkan ke dia (pentolan grup band Dewa-red.)," ujar Nukman, kepada detikINET, Selasa (23/11/2010).
Kejadian ini sejatinya dapat menjadi bahan pembelajaran bagi para pesohor lainnya. Jika perlu, ketika tengah merintis popularitas, mereka sudah harus aware akan fenomena ini, langsung saja booking namanya di media sosial.
"Takutnya kan ada orang yang tidak populer terus memiliki nama yang sama. Bisa saja disalahgunakan akun tersebut. Namun meski memiliki nama sama tak semuanya memiliki niat buruk lah," lanjut Nukman.
Kian merakyatnya social media sebagai alat bantu marketing memunculkan ancaman bernama Brandjacking. 'Korban' aksi ini cukup banyak, mulai dari Steve Jobs hingga Barack Obama.
Brandjacking merupakan aksi berpura-pura sebagai brand atau tokoh tertentu di dunia online, terutama pada social media seperti Twitter atau Facebook.
( ash / rns )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Baca Juga
Berita Terbaru
Index »
-
Jumat, 25/05/2012 17:21 WIB
Warga Twitter Puji Dedikasi 'Satpam Digital'
-
Jumat, 25/05/2012 16:45 WIB
Tweet Satpam IPB Sebelum Ditembak: Hati-hati Curanmor di Kampus
-
Jumat, 25/05/2012 14:57 WIB
Google Didesak Tutup Keran Download Ilegal
-
Jumat, 25/05/2012 13:48 WIB
Napak Tilas Perjalanan Awal Facebook
-
Jumat, 25/05/2012 09:03 WIB
Lucu! Pencuri iPhone Kirim Foto Dirinya ke Facebook Korban
-
Jumat, 25/05/2012 08:51 WIB
BMW Punya 10 Juta Fans di Facebook
-
Jumat, 25/05/2012 08:28 WIB
Facebook Tak Berdaya Lawan Faceporn
-
Kamis, 24/05/2012 21:06 WIB
Yahoo Axis, Ketika Browser & Mesin Pencari Bergabung
- Jumat, 25/05/2012 10:51 WIB
Nasib BlackBerry Messenger Suram?
- Jumat, 25/05/2012 16:07 WIB
6 Ponsel Nokia Terpopuler
- Jumat, 25/05/2012 09:03 WIB
Lucu! Pencuri iPhone Kirim Foto Dirinya ke Facebook Korban
- Jumat, 25/05/2012 10:19 WIB
Tips Mengubah Kontak di BlackBerry Menjadi Excel
- Jumat, 25/05/2012 13:23 WIB
Android Makin Kuasai Dunia
- Jumat, 25/05/2012 11:19 WIB
Sosok
I Made Wiryana, Anak Band yang Jadi 'Cyber Paspampres'
- Jumat, 25/05/2012 16:46 WIB
Pengakses Internet Masih Banyak dari Nokia
- Jumat, 25/05/2012 11:40 WIB
RIM Bantah Abaikan BlackBerry Messenger
- Jumat, 25/05/2012 14:57 WIB
Google Didesak Tutup Keran Download Ilegal
-
199 Komentar
-
84 Komentar
-
75 Komentar
-
67 Komentar
-
63 Komentar
-
63 Komentar
-
54 Komentar
-
53 Komentar
-
48 Komentar
Pro Kontra
Index »
Galaxy S III Smartphone Terbaik Saat Ini?
Pro
Kontra
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





Sending your message



.jpg)
.gif)

