http://us.images.detik.com/logo_tematik/logodetikinet.png
 
 

Wawancara CEO Mozilla Firefox

Mozilla Takkan Usung Premium Add-On

Fajar Widiantoro - detikinet
Selasa, 28/09/2010 12:13 WIB
http://us.images.detik.com/content/2010/09/28/398/baker-285.jpg Mitchell Baker (fw/inet)
Jakarta - Firefox dengan add-on nya kini menjadi salah satu browser yang digemari pengguna internet seluruh dunia. Hal ini terbukti dengan lebih dari 2 miliar add-on Firefox, yang telah laris diunduh.

Add-On merupakan kumpulan aplikasi dalam browser Firefox, yang dikembangkan Mozilla bersama oleh para developer.

Berdasarkan data Mozilla pada tahun 2007, jumlah add-on Firefox yang terunduh mencapai 573.408.560. Jumlah tersebut terus naik hingga mencapai 1,7 miliar di 2009. Memasuki 2010 ini jumlahnya telah mencapai lebih dari 2 miliar.

Seandainya Firefox tidak didukung komunitas yang terdiri dari developer bertalenta, mungkin jumlah add-on yang terunduh secara global tidak sampai miliaran.

Dengan potensi besar tersebut, apakah tak terpikir di benak Mozilla untuk mengusung add-on versi premium, yang bisa didapatkan pengguna dengan melakukan pembayaran?

Hal tersebut dijawab oleh Mitchell Baker, Chairwoman Mozilla Foundation serta CEO Mozilla Corporation, dalam perbincangan dengan detikINET di Intercontinental Hotel Jakarta.

"Jika yang dimaksud adalah add-on berbayar tidak untuk kami (pihak Mozilla-red). Saat ini kita memang berfungsi sebagai pasar bagi para developer yang menjual add-on mereka. Tapi bagi kami, Mozilla takkan pernah mengsusung premium add-on," jelasnya. Tampaknya bos Mozilla itu tetap kukuh membuat browser 'rubah api' jauh dari sisi komersial bagi penggunanya.
(fw/rns)

Sponsored Link


Komentar (0 Komentar)

     atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    Berita Terbaru Index »
    Pro Kontra Index »

    BBM Dilepas ke Android & iOS, BlackBerry Bunuh Diri?

    CEO BlackBerry Thorsten Heins akhirnya memastikan bahwa BlackBerry Messenger (BBM) bakal diboyong ke Android dan iOS. Di satu sisi keputusan ini diapresiasi, tapi tak sedikit pula yang menyayangkannya. Sebab dianggap BlackBerry sama saja bunuh diri. Menurut Anda?
    Pro
    57%
    Kontra
    43%


    Must Read close