Berita Utama
-
Jumat, 25/05/2012 17:21 WIB
Warga Twitter Puji Dedikasi 'Satpam Digital'
-
Jumat, 25/05/2012 16:07 WIB
6 Ponsel Nokia Terpopuler
-
Jumat, 25/05/2012 15:19 WIB
5 Casing iPhone yang Punya 'Gigi' Pembuka Botol
-
Jumat, 25/05/2012 11:19 WIB
I Made Wiryana, Anak Band yang Jadi 'Cyber Paspampres'
-
Jumat, 25/05/2012 12:52 WIB
Mencicipi Facebook Camera: Instagram ala Facebook
-
Jumat, 25/05/2012 10:19 WIB
Tips Mengubah Kontak di BlackBerry Menjadi Excel
-
Kamis, 24/05/2012 15:37 WIB
Negara Mana 'Raja' Internet ASEAN?
-
Kamis, 24/05/2012 12:12 WIB
5 'Nenek Moyang' Smartphone Android
-
Kamis, 24/05/2012 11:15 WIB
Waspadai Email Palsu dari 'Facebook'
Indosat Hadapi Utang Jatuh Tempo Rp 2,181 Triliun di 2011
Jumat, 27/08/2010 10:29 WIB
Jakarta - Setelah membayar US$ 230 juta tahun ini, PT Indosat Tbk (ISAT) masih punya kewajiban melunasi utang sebesar Rp 2,181 triliun yang jatuh tempo di 2011. Perseroan memiliki opsi perpanjangan jatuh tempo.
Menurut Group Head Investor Relation ISAT, Nicholas Swierzy, beban utang yang wajib dibayar perseroan terdiri dari mata uang rupiah sebesar Rp 2,16 triliun, sementara sisanya berdominasi dollar Amerika Serikat (AS) sebesar US$ 2,42 juta, atau setara Rp 21,98 miliar dengan acuan Rp 9.085 per dollar AS. Totalnya sekitar Rp 2,181 triliun.
Nicholas pun menegaskan, utang tersebut bakal perseroan bayarkan tepat pada waktunya. ISAT juga masih mempunyai kesempatan untuk merestrukturisasi utang tersebut melalui perpanjangan waktu pinjaman.
"Ada bank-bank juga siap bantu kita untuk pelunasan utang tersebut," ungkap Nicholas di kantornya gedung Indosat, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta.
Sementara itu, tahun 2012 perseroan juga memiliki utang jatuh tempo yang lebih besar, yaitu sebanyak Rp 2,698 triliun. Dimana sebanyak Rp 2,68 triliun dalam mata uang rupiah, sisanya Rp 18,62 miliar (US$ 2,05 juta).
Pada periode Januari hingga Juni 2010, ISAT mencatat pertumbuhan pendapatan 5,8% menjadi Rp 9,661 triliun dari periode yang sama tahun 2009 Rp 9,135 triliun. Pendapatan dari selular sebesar Rp 7,678 triliun, naik 14,4% dari sebelumnya Rp 6,710 triliun.
Namun sayang, naiknya pendapatan tidak diikuti dengan prestasi pada pos laba bersih. Laba bersih ISAT justru anjlok 71,5% menjadi Rp 287,1 miliar dari sebelumnya Rp 1,007 triliun.
Presiden Direktur ISAT, Harry Sasongko menyebut, penurunan laba ini lebih diakibatkan faktor exchange rate. Dimana perseroan menduga rate rupiah terhadap dollar naik, namun yang terjadi justru sebaliknya.
"Laba turun karena rupiah yang menguat dan ada market derivatif hedging (perlindungan nilai)," kata Harry.
"Indosat telah mulai menyeimbangkan pertumbuhan pelanggan dengan peningkatan basis pelanggan yang berkualitas dan mengurangi pelanggan calling card. Jadi kita tidak lagi volume strategy tapi value strategy," imbuhnya.
( wep / eno )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Menurut Group Head Investor Relation ISAT, Nicholas Swierzy, beban utang yang wajib dibayar perseroan terdiri dari mata uang rupiah sebesar Rp 2,16 triliun, sementara sisanya berdominasi dollar Amerika Serikat (AS) sebesar US$ 2,42 juta, atau setara Rp 21,98 miliar dengan acuan Rp 9.085 per dollar AS. Totalnya sekitar Rp 2,181 triliun.
Nicholas pun menegaskan, utang tersebut bakal perseroan bayarkan tepat pada waktunya. ISAT juga masih mempunyai kesempatan untuk merestrukturisasi utang tersebut melalui perpanjangan waktu pinjaman.
"Ada bank-bank juga siap bantu kita untuk pelunasan utang tersebut," ungkap Nicholas di kantornya gedung Indosat, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta.
Sementara itu, tahun 2012 perseroan juga memiliki utang jatuh tempo yang lebih besar, yaitu sebanyak Rp 2,698 triliun. Dimana sebanyak Rp 2,68 triliun dalam mata uang rupiah, sisanya Rp 18,62 miliar (US$ 2,05 juta).
Pada periode Januari hingga Juni 2010, ISAT mencatat pertumbuhan pendapatan 5,8% menjadi Rp 9,661 triliun dari periode yang sama tahun 2009 Rp 9,135 triliun. Pendapatan dari selular sebesar Rp 7,678 triliun, naik 14,4% dari sebelumnya Rp 6,710 triliun.
Namun sayang, naiknya pendapatan tidak diikuti dengan prestasi pada pos laba bersih. Laba bersih ISAT justru anjlok 71,5% menjadi Rp 287,1 miliar dari sebelumnya Rp 1,007 triliun.
Presiden Direktur ISAT, Harry Sasongko menyebut, penurunan laba ini lebih diakibatkan faktor exchange rate. Dimana perseroan menduga rate rupiah terhadap dollar naik, namun yang terjadi justru sebaliknya.
"Laba turun karena rupiah yang menguat dan ada market derivatif hedging (perlindungan nilai)," kata Harry.
"Indosat telah mulai menyeimbangkan pertumbuhan pelanggan dengan peningkatan basis pelanggan yang berkualitas dan mengurangi pelanggan calling card. Jadi kita tidak lagi volume strategy tapi value strategy," imbuhnya.
( wep / eno )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Baca Juga
Berita Terbaru
Index »
-
Kamis, 24/05/2012 17:29 WIB
Modal Pas-pasan, Tantangan Start Up Lokal
-
Kamis, 24/05/2012 15:11 WIB
Bos Sales BlackBerry Mengundurkan Diri
-
Kamis, 24/05/2012 10:31 WIB
27 Ribu Karyawan HP akan Di-PHK
-
Rabu, 23/05/2012 20:11 WIB
Operator-Vendor Kolaborasi Kembangkan Mobile Cloud
-
Rabu, 23/05/2012 18:09 WIB
Telkom Kucurkan USD 10 Juta Kembangkan Cloud
-
Rabu, 23/05/2012 17:08 WIB
Penyelenggara Cloud Wajib Bangun Data Center di Indonesia
-
Rabu, 23/05/2012 12:52 WIB
UKM Belum Melek Cloud Computing
-
Rabu, 23/05/2012 10:10 WIB
Motorola Resmi Jadi Milik Google
- Jumat, 25/05/2012 10:51 WIB
Nasib BlackBerry Messenger Suram?
- Jumat, 25/05/2012 16:07 WIB
6 Ponsel Nokia Terpopuler
- Jumat, 25/05/2012 09:03 WIB
Lucu! Pencuri iPhone Kirim Foto Dirinya ke Facebook Korban
- Jumat, 25/05/2012 10:19 WIB
Tips Mengubah Kontak di BlackBerry Menjadi Excel
- Jumat, 25/05/2012 13:23 WIB
Android Makin Kuasai Dunia
- Jumat, 25/05/2012 11:19 WIB
Sosok
I Made Wiryana, Anak Band yang Jadi 'Cyber Paspampres'
- Jumat, 25/05/2012 16:46 WIB
Pengakses Internet Masih Banyak dari Nokia
- Jumat, 25/05/2012 11:40 WIB
RIM Bantah Abaikan BlackBerry Messenger
- Jumat, 25/05/2012 14:57 WIB
Google Didesak Tutup Keran Download Ilegal
-
199 Komentar
-
84 Komentar
-
75 Komentar
-
67 Komentar
-
63 Komentar
-
63 Komentar
-
54 Komentar
-
53 Komentar
-
48 Komentar
Pro Kontra
Index »
Galaxy S III Smartphone Terbaik Saat Ini?
Pro
Kontra
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





Sending your message



.jpg)

