detikinet

Blu-ray Masih Bergelut Dalam Masa Transisi

Ardhi Suryadhi - detikinet
Kamis, 26/08/2010 17:12 WIB

Cakram Blu-ray (Ist)

Jakarta - Setelah nasib HD-DVD kandas di tengah jalan. Kini, format cakram masa depan
digantungkan pada teknologi Blu-ray. Meski demikian, bukan berarti Blu-ray dapat dengan mudah diserap masyarakat.

Menurut Dhani Prasetya, ODD Product Marketing Executive PT Samsung Electronics Indonesia, teknologi Blu-ray saat ini masih bergelut dalam proses transisi di Indonesia.

"Masyarakat tidak masif telah menggunakan teknologi ini, tapi nantinya semua akan mengarah ke sana," ujarnya, dalam jumpa pers di Djakarta Theater, Kamis
(26/8/2010).

Seperti beberapa tahun lalu, lanjutnya, ketika zamannya perpindahan dari adopsi VCD ke format DVD. "Masyarakat pasti akan mengarah ke format high definiton di masa depan," tukas Dhani.

Keping Blu-ray sendiri, untuk yang berjenis single layer dikatakan memiliki kapasitas 25 GB. Sementara untuk double layer 50 GB.

"Nah, dengan kapasitas yang lebih besar tersebut, film HD yang bisa dimasukkan di keping itu bisa mencapai 135 menit dan 9 jam untuk film standard definition," tukas Dhani.

Sayangnya, harga keping Blu-ray saat ini masih terbilang mahal di Indonesia. Yakni mencapai Rp 400-500 ribu.

"Sekarang memang masih terbilang barang mewah dan masih transisi, tapi nanti akan lebih merakyat," pungkasnya.

( ash / rns )

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login


    Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    Berita Terbaru Index »
    Pro Kontra Index »

    Galaxy S III Smartphone Terbaik Saat Ini?

    Performa Galaxy S III terbilang menjanjikan. Ia mengusung quadcore, layar Gorilla Glass 2, serta fitur melimpah. Tak pelak, Samsung mengklaim Galaxy S III sebagai smartphone terbaik saat ini. Anda setuju?
    Pro
    50%
    Kontra
    50%