Berita Utama
-
Jumat, 25/05/2012 17:21 WIB
Warga Twitter Puji Dedikasi 'Satpam Digital'
-
Jumat, 25/05/2012 16:07 WIB
6 Ponsel Nokia Terpopuler
-
Jumat, 25/05/2012 15:19 WIB
5 Casing iPhone yang Punya 'Gigi' Pembuka Botol
-
Jumat, 25/05/2012 11:19 WIB
I Made Wiryana, Anak Band yang Jadi 'Cyber Paspampres'
-
Jumat, 25/05/2012 12:52 WIB
Mencicipi Facebook Camera: Instagram ala Facebook
-
Jumat, 25/05/2012 10:19 WIB
Tips Mengubah Kontak di BlackBerry Menjadi Excel
-
Kamis, 24/05/2012 15:37 WIB
Negara Mana 'Raja' Internet ASEAN?
-
Kamis, 24/05/2012 12:12 WIB
5 'Nenek Moyang' Smartphone Android
-
Kamis, 24/05/2012 11:15 WIB
Waspadai Email Palsu dari 'Facebook'
Gara-gara 'Book', Facebook Tuntut Teachbook
Kamis, 26/08/2010 13:59 WIB

(Ist)
Jakarta - Semut lawan gajah. Demikian kira-kira gambaran kasus yang menimpa sebuah situs baru bernama Teachbook.com. Situs ini dipermasalahkan oleh Facebook cuma gara-gara kata "book" pada nama situsnya.
Padahal sejatinya, domain situs yang berdomisili di Northbrook, Chicago, Amerika Serikat, ini belum akan diluncurkan dan fungsinya pun jauh berbeda dengan Facebook. Teachbook, merupakan situs komunitas gratis bagi guru yang menyediakan berbagai perangkat pengajaran.
Kehadirannya bertujuan memudahkan para guru saling berbagi bahan pengajaran bagi murid-murid mereka. Serta untuk berdiskusi segala hal tentang pendididikan, agar bisa mengelola kelas dengan baik.
Namun entah mengapa, Facebook merasa begitu perlu menuntut situs kecil dengan jumlah anggota yang masih kurang dari 20 orang ini, cuma karena penggunaan embel-embel "book" pada nama situsnya.
"Kami tak habis pikir, bagaimana perusahaan besar bernilai multimiliar dolar seperti Facebook bisa menganggap sebuah perusahaan kecil sebagai ancaman bagi mereka," kata Managing Director Teachbook, Greg Shrader, dikutip detikINET dari Los Angeles Times, Kamis (26/8/2010).
Facebook yang memiliki 500 juta pengguna, mengajukan tuntutannya kepada Teachbook pekan lalu ke pengadilan wilayah San Jose, AS atas tuduhan pelanggaran merek dagang. Facebook, dalam tuntutannya menyebut kata 'book' pada nama situs itu memiliki kekhususan dalam konteks situs jejaring sosial dan komunitas online.
Pengamat hukum dari Eric Goldman dari Santa Clara University yang dimintai pendapat soal kasus ini menyebutkan, wajar jika Facebook merasa ini sebagai sebuah ancaman.
"Seiring kian dewasa sebuah perusahaan, sangat umum jika mereka mulai melakukan aksi ke ranah hukum yang membawa sebuah merek dagang, melawan perusahaan atau orang yang menggunakan nama mereka," kata Goldman.
Sementara Shrader menganggap kasus yang menimpa perusahaannya ibarat raksasa yang membombardir kelompok kecil. "Mereka seperti berupaya menghancurkan nyamuk disini dan kami masih tidak yakin, mengapa mereka ingin melakukannya," kata Shrader geram.
( rns / rou )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Padahal sejatinya, domain situs yang berdomisili di Northbrook, Chicago, Amerika Serikat, ini belum akan diluncurkan dan fungsinya pun jauh berbeda dengan Facebook. Teachbook, merupakan situs komunitas gratis bagi guru yang menyediakan berbagai perangkat pengajaran.
Kehadirannya bertujuan memudahkan para guru saling berbagi bahan pengajaran bagi murid-murid mereka. Serta untuk berdiskusi segala hal tentang pendididikan, agar bisa mengelola kelas dengan baik.
Namun entah mengapa, Facebook merasa begitu perlu menuntut situs kecil dengan jumlah anggota yang masih kurang dari 20 orang ini, cuma karena penggunaan embel-embel "book" pada nama situsnya.
"Kami tak habis pikir, bagaimana perusahaan besar bernilai multimiliar dolar seperti Facebook bisa menganggap sebuah perusahaan kecil sebagai ancaman bagi mereka," kata Managing Director Teachbook, Greg Shrader, dikutip detikINET dari Los Angeles Times, Kamis (26/8/2010).
Facebook yang memiliki 500 juta pengguna, mengajukan tuntutannya kepada Teachbook pekan lalu ke pengadilan wilayah San Jose, AS atas tuduhan pelanggaran merek dagang. Facebook, dalam tuntutannya menyebut kata 'book' pada nama situs itu memiliki kekhususan dalam konteks situs jejaring sosial dan komunitas online.
Pengamat hukum dari Eric Goldman dari Santa Clara University yang dimintai pendapat soal kasus ini menyebutkan, wajar jika Facebook merasa ini sebagai sebuah ancaman.
"Seiring kian dewasa sebuah perusahaan, sangat umum jika mereka mulai melakukan aksi ke ranah hukum yang membawa sebuah merek dagang, melawan perusahaan atau orang yang menggunakan nama mereka," kata Goldman.
Sementara Shrader menganggap kasus yang menimpa perusahaannya ibarat raksasa yang membombardir kelompok kecil. "Mereka seperti berupaya menghancurkan nyamuk disini dan kami masih tidak yakin, mengapa mereka ingin melakukannya," kata Shrader geram.
( rns / rou )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Baca Juga
Berita Terbaru
Index »
-
Jumat, 25/05/2012 17:21 WIB
Warga Twitter Puji Dedikasi 'Satpam Digital'
-
Jumat, 25/05/2012 16:45 WIB
Tweet Satpam IPB Sebelum Ditembak: Hati-hati Curanmor di Kampus
-
Jumat, 25/05/2012 14:57 WIB
Google Didesak Tutup Keran Download Ilegal
-
Jumat, 25/05/2012 13:48 WIB
Napak Tilas Perjalanan Awal Facebook
-
Jumat, 25/05/2012 09:03 WIB
Lucu! Pencuri iPhone Kirim Foto Dirinya ke Facebook Korban
-
Jumat, 25/05/2012 08:51 WIB
BMW Punya 10 Juta Fans di Facebook
-
Jumat, 25/05/2012 08:28 WIB
Facebook Tak Berdaya Lawan Faceporn
-
Kamis, 24/05/2012 21:06 WIB
Yahoo Axis, Ketika Browser & Mesin Pencari Bergabung
- Jumat, 25/05/2012 10:51 WIB
Nasib BlackBerry Messenger Suram?
- Jumat, 25/05/2012 16:07 WIB
6 Ponsel Nokia Terpopuler
- Jumat, 25/05/2012 09:03 WIB
Lucu! Pencuri iPhone Kirim Foto Dirinya ke Facebook Korban
- Jumat, 25/05/2012 10:19 WIB
Tips Mengubah Kontak di BlackBerry Menjadi Excel
- Jumat, 25/05/2012 13:23 WIB
Android Makin Kuasai Dunia
- Jumat, 25/05/2012 11:19 WIB
Sosok
I Made Wiryana, Anak Band yang Jadi 'Cyber Paspampres'
- Jumat, 25/05/2012 16:46 WIB
Pengakses Internet Masih Banyak dari Nokia
- Jumat, 25/05/2012 11:40 WIB
RIM Bantah Abaikan BlackBerry Messenger
- Jumat, 25/05/2012 14:57 WIB
Google Didesak Tutup Keran Download Ilegal
-
199 Komentar
-
84 Komentar
-
75 Komentar
-
67 Komentar
-
63 Komentar
-
63 Komentar
-
54 Komentar
-
53 Komentar
-
48 Komentar
Pro Kontra
Index »
Galaxy S III Smartphone Terbaik Saat Ini?
Pro
Kontra
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





Sending your message



.jpg)

