Berita Utama
-
Jumat, 25/05/2012 17:21 WIB
Warga Twitter Puji Dedikasi 'Satpam Digital'
-
Jumat, 25/05/2012 16:07 WIB
6 Ponsel Nokia Terpopuler
-
Jumat, 25/05/2012 15:19 WIB
5 Casing iPhone yang Punya 'Gigi' Pembuka Botol
-
Jumat, 25/05/2012 11:19 WIB
I Made Wiryana, Anak Band yang Jadi 'Cyber Paspampres'
-
Jumat, 25/05/2012 12:52 WIB
Mencicipi Facebook Camera: Instagram ala Facebook
-
Jumat, 25/05/2012 10:19 WIB
Tips Mengubah Kontak di BlackBerry Menjadi Excel
-
Kamis, 24/05/2012 15:37 WIB
Negara Mana 'Raja' Internet ASEAN?
-
Kamis, 24/05/2012 12:12 WIB
5 'Nenek Moyang' Smartphone Android
-
Kamis, 24/05/2012 11:15 WIB
Waspadai Email Palsu dari 'Facebook'
Musik Indonesia Belum Merdeka dari Pembajakan
Rabu, 18/08/2010 08:35 WIB

Flexi Musik (dok.Telkom)
Jakarta - Ring back tone (RBT) dan full track download menjadi penyelamat industri musik di Indonesia. Tanpa kedua layanan musik digital itu, porsi bisnis musik di negeri ini bisa habis tergerus oleh pembajakan.
Demikian menurut data yang dipaparkan Direktur Teknologi Informasi Telkom, Indra Utoyo. Menurutnya, dari total nilai bisnis musik Rp 6,5 triliun setahun, pembajakan musik di Indonesia bisa mencapai Rp 4,5 triliun atau 69% di antaranya.
Industri musik bisa semakin parah jika tak tertolong layanan musik digital. Sebab menurut Indra, secara bisnis, perusahaan label rekaman konvensional hanya bisa menghasilkan penjualan Rp 600 miliar.
"Justru saat ini menjual lagu secara digital lebih memberikan pendapatan signifikan, nilainya bisa Rp 1,2 triliun. Penjualan secara digital itu bisa dari RBT atau full track download," jelasnya di sela acara musik di Jakarta, Rabu (18/8/2010).
Dengan begitu besarnya nilai bisnis yang dicuri oleh pembajak, para pelaku usaha di industri musik harus lebih memberikan perhatian kepada perkembangan musik digital. Menurut Indra, menjual lagu secara digital lebih terukur secara bisnis karena ada Digital Right Management (DRM) yang bisa mengkontrol pemakaian hak cipta.
"Telkom sendiri secara grup akan masuk ke bisnis musik secara lebih serius. Sebab, sejak tahun lalu industri ini telah memberi kontribusi sebesar Rp 660 miliar dan akan tumbuh lima persen pada tahun 2010 ini," ujarnya.
Diungkapkannya, langkah Telkom untuk serius di bisnis musik ditunjukkan dengan mendukung ekosistem industri tersebut. Hal ini dimulai dengan membuat label musik atas nama Indigo yang menggaet artis-artis indie, serta memaksimalkan jalur pendistribusian lewat anak usaha yang memiliki lebih dari 100 juta pelanggan.
Jalur distribusi yang dipakai berdasarkan anak usaha adalah Langit musik yang dikelola Telkomsel, Fleximusik bersama Flexi, dan Fulltrek lewat Speedy. Telkom pun menggandeng SK Telecom dari Korea Selatan untuk membuat anak usaha yang bergerak di bidang Digital Content Exchange Hub (DCEH).
DCEH adalah jenis baru hub untuk mendistribusikan konten digital, seperti file musik, permainan dan klip video yang nantinya dapat diakses tidak hanya oleh konsumen tetapi juga toko musik online dan operator telepon baik yang berbasis kabel maupun selular. Dana sebesar Rp 100 miliar ditanamkan oleh kedua perusahaan dimana komposisinya 51% untuk Telkom dan sisanya ditalangi SK Telecom.
"Perusahaan patungan itu akan menjadi Master Lisence Bank (MLB) dengan merek dagang Melon Indonesia. Rekanan Telkom di MLB lainnya adalah GenID. Rencananya Melon Indonesia akan diluncurkan pada Oktober 2010," jelasnya.
Dijelaskannya, masuk ke industri musik merupakan konsekuensi dari konektivitas telah menjadi komoditasi di telekomunikasi. "Model bisnis yang baru adalah menjadikan musik sebagai servis bukan produk. Sangat banyak bisa dieksploitasi jika musik dijadikan sebagai servis, misalnya berlangganan berbasis waktu atau potongan lagu. Ini sesuatu yang tidak terpikir sebelumnya oleh pelaku usaha di industri musik," papar Indra.
EGM Divisi Flexi Triana Mulyatsa menambahkan, bentuk kongkrit distribusi musik melalui penjualan digital dengan menawarkan ponsel Flexi Musik
"Ponsel Flexi Musik memiliki sekitar 1.000 lagu dengan pola berlangganan mingguan, dua mingguan, bulanan, atau permanen. Untuk langganan mingguan dikenakan tarif seribu rupiah per minggu yang dapat mengunduh hingga 30 lagu, dan Rp 2.000 per dua minggu. Sedangkan untuk langganan secara permanen dikenakan biaya sebesar Rp 5.000 per lagu. Hingga akhir Agustus diperkirakan penjualan ponsel ini mencapai 100.000 unit," katanya.
Sedangkan menurut, Musisi Senior James F Sundah, langkah untuk menata infrastruktur digital musik sebenarnya sudah terlambat. "Harusnya dilakukan 5-10 tahun lalu. Di Indonesia bisnis musik sudah jalan, infrastruktur digitalnya compang-camping," katanya.
Menurutnya, jika tidak dilakukan pembenahan secepatnya, maka bisa saja potensi devisa lari keluar negeri karena lagu-lagu lokal di-hosting di luar negeri karena era digital tidak memiliki batasan.
Disarankannya, sembari menyiapkan infrastruktur untuk era digital, masalah regulasi juga harus dibereskan seperti pembagian hak cipta dan struktur bisnis. "Harus ada standar yang jelas untuk semua itu. Misalnya, pembagian hak pencipta jika hosting di Singapura lebih besar ketimbang di Indonesia, tentu pencipta lagu lari ke luar negeri," katanya.
James pun meminta musisi lokal untuk lebih melek kemajuan teknologi dan sadar akan HAKI yang dimilikinya agar pembajakan tidak merajalela. "Membuat musik yang bagus saja tidak cukup di era sekarang jika tidak mengerti bisnis di masa depan," tandasnya.
( rou / rou )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Demikian menurut data yang dipaparkan Direktur Teknologi Informasi Telkom, Indra Utoyo. Menurutnya, dari total nilai bisnis musik Rp 6,5 triliun setahun, pembajakan musik di Indonesia bisa mencapai Rp 4,5 triliun atau 69% di antaranya.
Industri musik bisa semakin parah jika tak tertolong layanan musik digital. Sebab menurut Indra, secara bisnis, perusahaan label rekaman konvensional hanya bisa menghasilkan penjualan Rp 600 miliar.
"Justru saat ini menjual lagu secara digital lebih memberikan pendapatan signifikan, nilainya bisa Rp 1,2 triliun. Penjualan secara digital itu bisa dari RBT atau full track download," jelasnya di sela acara musik di Jakarta, Rabu (18/8/2010).
Dengan begitu besarnya nilai bisnis yang dicuri oleh pembajak, para pelaku usaha di industri musik harus lebih memberikan perhatian kepada perkembangan musik digital. Menurut Indra, menjual lagu secara digital lebih terukur secara bisnis karena ada Digital Right Management (DRM) yang bisa mengkontrol pemakaian hak cipta.
"Telkom sendiri secara grup akan masuk ke bisnis musik secara lebih serius. Sebab, sejak tahun lalu industri ini telah memberi kontribusi sebesar Rp 660 miliar dan akan tumbuh lima persen pada tahun 2010 ini," ujarnya.
Diungkapkannya, langkah Telkom untuk serius di bisnis musik ditunjukkan dengan mendukung ekosistem industri tersebut. Hal ini dimulai dengan membuat label musik atas nama Indigo yang menggaet artis-artis indie, serta memaksimalkan jalur pendistribusian lewat anak usaha yang memiliki lebih dari 100 juta pelanggan.
Jalur distribusi yang dipakai berdasarkan anak usaha adalah Langit musik yang dikelola Telkomsel, Fleximusik bersama Flexi, dan Fulltrek lewat Speedy. Telkom pun menggandeng SK Telecom dari Korea Selatan untuk membuat anak usaha yang bergerak di bidang Digital Content Exchange Hub (DCEH).
DCEH adalah jenis baru hub untuk mendistribusikan konten digital, seperti file musik, permainan dan klip video yang nantinya dapat diakses tidak hanya oleh konsumen tetapi juga toko musik online dan operator telepon baik yang berbasis kabel maupun selular. Dana sebesar Rp 100 miliar ditanamkan oleh kedua perusahaan dimana komposisinya 51% untuk Telkom dan sisanya ditalangi SK Telecom.
"Perusahaan patungan itu akan menjadi Master Lisence Bank (MLB) dengan merek dagang Melon Indonesia. Rekanan Telkom di MLB lainnya adalah GenID. Rencananya Melon Indonesia akan diluncurkan pada Oktober 2010," jelasnya.
Dijelaskannya, masuk ke industri musik merupakan konsekuensi dari konektivitas telah menjadi komoditasi di telekomunikasi. "Model bisnis yang baru adalah menjadikan musik sebagai servis bukan produk. Sangat banyak bisa dieksploitasi jika musik dijadikan sebagai servis, misalnya berlangganan berbasis waktu atau potongan lagu. Ini sesuatu yang tidak terpikir sebelumnya oleh pelaku usaha di industri musik," papar Indra.
EGM Divisi Flexi Triana Mulyatsa menambahkan, bentuk kongkrit distribusi musik melalui penjualan digital dengan menawarkan ponsel Flexi Musik
"Ponsel Flexi Musik memiliki sekitar 1.000 lagu dengan pola berlangganan mingguan, dua mingguan, bulanan, atau permanen. Untuk langganan mingguan dikenakan tarif seribu rupiah per minggu yang dapat mengunduh hingga 30 lagu, dan Rp 2.000 per dua minggu. Sedangkan untuk langganan secara permanen dikenakan biaya sebesar Rp 5.000 per lagu. Hingga akhir Agustus diperkirakan penjualan ponsel ini mencapai 100.000 unit," katanya.
Sedangkan menurut, Musisi Senior James F Sundah, langkah untuk menata infrastruktur digital musik sebenarnya sudah terlambat. "Harusnya dilakukan 5-10 tahun lalu. Di Indonesia bisnis musik sudah jalan, infrastruktur digitalnya compang-camping," katanya.
Menurutnya, jika tidak dilakukan pembenahan secepatnya, maka bisa saja potensi devisa lari keluar negeri karena lagu-lagu lokal di-hosting di luar negeri karena era digital tidak memiliki batasan.
Disarankannya, sembari menyiapkan infrastruktur untuk era digital, masalah regulasi juga harus dibereskan seperti pembagian hak cipta dan struktur bisnis. "Harus ada standar yang jelas untuk semua itu. Misalnya, pembagian hak pencipta jika hosting di Singapura lebih besar ketimbang di Indonesia, tentu pencipta lagu lari ke luar negeri," katanya.
James pun meminta musisi lokal untuk lebih melek kemajuan teknologi dan sadar akan HAKI yang dimilikinya agar pembajakan tidak merajalela. "Membuat musik yang bagus saja tidak cukup di era sekarang jika tidak mengerti bisnis di masa depan," tandasnya.
( rou / rou )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Baca Juga
Berita Terbaru
Index »
-
Jumat, 25/05/2012 09:48 WIB
m-Commerce Terus Melesat di Indonesia
-
Kamis, 24/05/2012 17:29 WIB
Modal Pas-pasan, Tantangan Start Up Lokal
-
Kamis, 24/05/2012 15:11 WIB
Bos Sales BlackBerry Mengundurkan Diri
-
Kamis, 24/05/2012 10:31 WIB
27 Ribu Karyawan HP akan Di-PHK
-
Rabu, 23/05/2012 20:11 WIB
Operator-Vendor Kolaborasi Kembangkan Mobile Cloud
-
Rabu, 23/05/2012 18:09 WIB
Telkom Kucurkan USD 10 Juta Kembangkan Cloud
-
Rabu, 23/05/2012 17:08 WIB
Penyelenggara Cloud Wajib Bangun Data Center di Indonesia
-
Rabu, 23/05/2012 12:52 WIB
UKM Belum Melek Cloud Computing
- Minggu, 27/05/2012 10:13 WIB
Telkomsel Bangun 1.600 BTS di Timur Indonesia
- Sabtu, 26/05/2012 17:54 WIB
Tablet Google Dipamerkan Bulan Depan
- Sabtu, 26/05/2012 12:48 WIB
Karyawan Yahoo Ramai-ramai Puji Axis di App Store
- Sabtu, 26/05/2012 10:27 WIB
Sensor 16 MP OmniVision Mampu Rekam Video 4K
- Jumat, 25/05/2012 10:51 WIB
Nasib BlackBerry Messenger Suram?
- Sabtu, 26/05/2012 13:19 WIB
Siri Dibenamkan di OS X Mountain Lion?
- Jumat, 25/05/2012 16:07 WIB
6 Ponsel Nokia Terpopuler
- Sabtu, 26/05/2012 15:36 WIB
Rumor: FIFA 2013 'Kick-off' September 2012
- Jumat, 25/05/2012 09:03 WIB
Lucu! Pencuri iPhone Kirim Foto Dirinya ke Facebook Korban
-
224 Komentar
-
84 Komentar
-
80 Komentar
-
64 Komentar
-
63 Komentar
-
60 Komentar
-
57 Komentar
-
54 Komentar
-
48 Komentar
Pro Kontra
Index »
Galaxy S III Smartphone Terbaik Saat Ini?
Pro
Kontra
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





Sending your message



.jpg)
