Berita Utama
-
Jumat, 25/05/2012 17:21 WIB
Warga Twitter Puji Dedikasi 'Satpam Digital'
-
Jumat, 25/05/2012 16:07 WIB
6 Ponsel Nokia Terpopuler
-
Jumat, 25/05/2012 15:19 WIB
5 Casing iPhone yang Punya 'Gigi' Pembuka Botol
-
Jumat, 25/05/2012 11:19 WIB
I Made Wiryana, Anak Band yang Jadi 'Cyber Paspampres'
-
Jumat, 25/05/2012 12:52 WIB
Mencicipi Facebook Camera: Instagram ala Facebook
-
Jumat, 25/05/2012 10:19 WIB
Tips Mengubah Kontak di BlackBerry Menjadi Excel
-
Kamis, 24/05/2012 15:37 WIB
Negara Mana 'Raja' Internet ASEAN?
-
Kamis, 24/05/2012 12:12 WIB
5 'Nenek Moyang' Smartphone Android
-
Kamis, 24/05/2012 11:15 WIB
Waspadai Email Palsu dari 'Facebook'
Operasional Seluler Habiskan 70 Juta Liter Solar
Rabu, 18/08/2010 07:57 WIB

Menara BTS (rou/inet)
Jakarta - Seluruh operator seluler yang tergabung dalam Asosiasi Telekomunikasi Seluler Indonesia (ATSI) dalam setahun bisa menghabiskan pasokan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar industri sebanyak 70 juta liter.
Solar sebanyak itu dihabiskan untuk mengoperasikan puluhan ribu infrastruktur Base Transceiver Station (BTS) yang melayani 180 juta pelanggan telekomunikasi di Indonesia.
"70 juta liter itu konsumsi tahun lalu. Tahun ini pasti bertambah seiring penambahan BTS dan jumlah pelanggan," kata Sekjen ATSI Dian Siswarini kepada detikINET, Rabu (18/8/2010).
Pasokan BBM untuk operator didapat dari Pertamina atau distributornya. Harga per liternya berkisar Rp 7.000 hingga Rp 11.000 tergantung lokasi BTS.
Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina Djaelani Sutomo mengungkapkan, pada tahun lalu operator seluler membeli tiga juta liter solar ke Pertamina.
"Tahun ini saya rasa ada peningkatan karena ada kerjasama antara ATSI dengan Pertamina dalam pembelian BBM industri. Kami tidak memberikan batasan dalam volume pembelian, sedangkan masalah harga tergantung negosiasi," ungkapnya.
Berdasarkan catatan, saat ini pelanggan telekomunikasi seluler di Indonesia telah berjumlah 180 juta nomor. Sedangkan pada 2010 diharapkan ada 40 juta nomor baru.
Operator seluler XL Axiata dalam setahun bisa menghabiskan bahan bakar solar industri sebanyak 17 juta liter untuk mengoperasikan lebih dari 20 ribu unit BTS yang dimilikinya dengan biaya Rp 120 miliar per tahun.
Selain XL yang melayani 32,6 juta pelanggan dengan 20 ribu BTS, Telkomsel juga melayani 88,3 juta pelanggannya dengan 34 ribu BTS. Sementara Indosat yang baru saja merevisi 1,4 juta pelanggannya menjadi 37,7 juta punya infrastruktur 18 ribu BTS.
Sedangkan operator lain yang tergabung dengan ATSI adalah Mobile-8 Telecom (4.000 BTS), Smart Telecom (3.500 BTS), Natrindo Telepon Seluler/Axis (6.000 BTS), Hutchison CP Telecom/Tri (6.000 BTS).
Ketua Umum ATSI Sarwoto Atmosutarno mengakui, adanya kerjasama langsung dengan Pertamina membuat operator mendapatkan harga BBM lebih kompetitif.
"Kalau kami beli dengan agen itu bisa lebih mahal 30 persen ketimbang langsung dengan Pertamina. Padahal, kondisi di lapangan, 40% BTS operator sangat tergantung BBM untuk operasional, sisanya mengandalkan listrik dari PLN (Perusahaan Listrik Negara)," jelasnya.
Sarwoto mengungkapkan, penggunaan energi secara campuran antara listrik dan BBM menjadi pemicu biaya per BTS per energi di Indonesia salah satu yang paling tinggi di Asia Pasifik.
"Di Telkomsel saja biaya energi untuk menjalankan BTS itu menyerap 22% biaya operasional untuk pemeliharaan. Telkomsel memiliki 5 ribu genset yang digunakan secara mobile untuk mengoperasikan BTS kala supply listrik kurang," ungkapnya.
Sarwoto mengharapkan, PLN mampu mewujudkan janjinya untuk menjamin ketersediaan listrik bagi industri terutama di wilayah Jawa. "Industri itu lebih senang membayar listrik ketimbang BBM. Listrik lebih hemat biaya," tegasnya.
( rou / rou )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Solar sebanyak itu dihabiskan untuk mengoperasikan puluhan ribu infrastruktur Base Transceiver Station (BTS) yang melayani 180 juta pelanggan telekomunikasi di Indonesia.
"70 juta liter itu konsumsi tahun lalu. Tahun ini pasti bertambah seiring penambahan BTS dan jumlah pelanggan," kata Sekjen ATSI Dian Siswarini kepada detikINET, Rabu (18/8/2010).
Pasokan BBM untuk operator didapat dari Pertamina atau distributornya. Harga per liternya berkisar Rp 7.000 hingga Rp 11.000 tergantung lokasi BTS.
Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina Djaelani Sutomo mengungkapkan, pada tahun lalu operator seluler membeli tiga juta liter solar ke Pertamina.
"Tahun ini saya rasa ada peningkatan karena ada kerjasama antara ATSI dengan Pertamina dalam pembelian BBM industri. Kami tidak memberikan batasan dalam volume pembelian, sedangkan masalah harga tergantung negosiasi," ungkapnya.
Berdasarkan catatan, saat ini pelanggan telekomunikasi seluler di Indonesia telah berjumlah 180 juta nomor. Sedangkan pada 2010 diharapkan ada 40 juta nomor baru.
Operator seluler XL Axiata dalam setahun bisa menghabiskan bahan bakar solar industri sebanyak 17 juta liter untuk mengoperasikan lebih dari 20 ribu unit BTS yang dimilikinya dengan biaya Rp 120 miliar per tahun.
Selain XL yang melayani 32,6 juta pelanggan dengan 20 ribu BTS, Telkomsel juga melayani 88,3 juta pelanggannya dengan 34 ribu BTS. Sementara Indosat yang baru saja merevisi 1,4 juta pelanggannya menjadi 37,7 juta punya infrastruktur 18 ribu BTS.
Sedangkan operator lain yang tergabung dengan ATSI adalah Mobile-8 Telecom (4.000 BTS), Smart Telecom (3.500 BTS), Natrindo Telepon Seluler/Axis (6.000 BTS), Hutchison CP Telecom/Tri (6.000 BTS).
Ketua Umum ATSI Sarwoto Atmosutarno mengakui, adanya kerjasama langsung dengan Pertamina membuat operator mendapatkan harga BBM lebih kompetitif.
"Kalau kami beli dengan agen itu bisa lebih mahal 30 persen ketimbang langsung dengan Pertamina. Padahal, kondisi di lapangan, 40% BTS operator sangat tergantung BBM untuk operasional, sisanya mengandalkan listrik dari PLN (Perusahaan Listrik Negara)," jelasnya.
Sarwoto mengungkapkan, penggunaan energi secara campuran antara listrik dan BBM menjadi pemicu biaya per BTS per energi di Indonesia salah satu yang paling tinggi di Asia Pasifik.
"Di Telkomsel saja biaya energi untuk menjalankan BTS itu menyerap 22% biaya operasional untuk pemeliharaan. Telkomsel memiliki 5 ribu genset yang digunakan secara mobile untuk mengoperasikan BTS kala supply listrik kurang," ungkapnya.
Sarwoto mengharapkan, PLN mampu mewujudkan janjinya untuk menjamin ketersediaan listrik bagi industri terutama di wilayah Jawa. "Industri itu lebih senang membayar listrik ketimbang BBM. Listrik lebih hemat biaya," tegasnya.
( rou / rou )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Baca Juga
Berita Terbaru
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 18:58 WIB
Indosat Siap Luncurkan Mobile Cloud
-
Rabu, 23/05/2012 12:38 WIB
Telkom Kembangkan e-Gov Berbasis Cloud
-
Rabu, 23/05/2012 11:12 WIB
Tender 3G Bisa Kembali Diundur Agar Tak Cacat Hukum
-
Senin, 21/05/2012 09:59 WIB
Kolom Telematika
Fenomena Social Networking
-
Senin, 21/05/2012 09:10 WIB
Lippo Luncurkan Satelit
-
Sabtu, 19/05/2012 14:26 WIB
Zuck Lebih Kaya dari Duo Pendiri Google
-
Sabtu, 19/05/2012 13:27 WIB
Duh, Angkasa Pura I Belum Miliki Izin Stasiun Radio
-
Sabtu, 19/05/2012 10:29 WIB
Musibah Sukhoi
Kominfo Enggan Berspekulasi Soal Interferensi Frekuensi
- Jumat, 25/05/2012 10:51 WIB
Nasib BlackBerry Messenger Suram?
- Jumat, 25/05/2012 16:07 WIB
6 Ponsel Nokia Terpopuler
- Jumat, 25/05/2012 09:03 WIB
Lucu! Pencuri iPhone Kirim Foto Dirinya ke Facebook Korban
- Jumat, 25/05/2012 10:19 WIB
Tips Mengubah Kontak di BlackBerry Menjadi Excel
- Jumat, 25/05/2012 13:23 WIB
Android Makin Kuasai Dunia
- Jumat, 25/05/2012 11:19 WIB
Sosok
I Made Wiryana, Anak Band yang Jadi 'Cyber Paspampres'
- Jumat, 25/05/2012 16:46 WIB
Pengakses Internet Masih Banyak dari Nokia
- Jumat, 25/05/2012 11:40 WIB
RIM Bantah Abaikan BlackBerry Messenger
- Jumat, 25/05/2012 14:57 WIB
Google Didesak Tutup Keran Download Ilegal
-
199 Komentar
-
84 Komentar
-
75 Komentar
-
67 Komentar
-
63 Komentar
-
63 Komentar
-
54 Komentar
-
53 Komentar
-
48 Komentar
Pro Kontra
Index »
Galaxy S III Smartphone Terbaik Saat Ini?
Pro
Kontra
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





Sending your message



.jpg)
.gif)

