http://us.images.detik.com/logo_tematik/logodetikinet.png
 
 

Sosial Media dan Implikasinya di Indonesia

Fajar Widiantoro - detikinet
Minggu, 15/08/2010 08:22 WIB
http://us.images.detik.com/content/2010/08/15/398/salihara285.jpg Screenshot Salihara.org
Jakarta - Sadar atau tidak, sosial media telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat kita saat ini. Nah, bagaimana implikasi sosial media itu sendiri di Indonesia?

Dalam sebuah diskusi 'Sosial Media Untuk Revolusi' tampil akademisi Roby Muhamad Ph.D, yang hadir untuk membahas hal tersebut. Diskusi yang berlangsung di Galeri Salihara, Sabtu (14/8/2010) petang tersebut dilakukan bersamaan dengan peluncuran situs Salihara.org.

Selain itu, diskusi tersebut juga dihadiri oleh budayawan dan tokoh pers Indonesia Goenawan Mohammad, serta artis senior Pong Hardjatmo yang beberapa waktu lalu 'menegur' anggota DPR dengan aksinya.

"Konsep awal jejaring sosial adalah siapa berhubungan dengan siapa, mengenal apa, dan efeknya apa," ujar Roby Muhamad pada awal diskusi yang dihadiri puluhan orang tersebut.

Ia pun menjelaskan bahwa jejaring sosial membentuk cluster, organisasi dan akhirnya membentuk institusi. Hal ini terjadi karena manusia pada dasaranya hidup berkelompok, yang berteman karena adanya persamaan.

Nah, apa implikasi jejaring sosial tersebut di Indonesia? Melihat beberapa kasus sosial media di Indonesia mulai dari 'Koin Prita' hingga 'Keong Racun', rasanya itu semua dampak dari sosial media yang berkembang di negara ini.

Dalam diskusi tersebut Roby memberi catatan bahwa pertama, hal positif dan negatif cepat menyebar di Indonesia karena sosial media. Yang kedua, sadar atau tidak sadar keputusan dan perilaku individu tidak hanya dipengaruhi atau mempengaruhi orang terdekat saja, tetapi orang yang berada lebih jauh.

Inilah mengapa seorang influencer dapat mempengaruhi publik dalam sebuah kampanye di internet untuk tujuan tertentu. Hal inilah yang belakangan ini sedang berkembang di Indonesia. Sebut saja gerakan sosial digital seperti kemunculan grup-grup Facebook untuk mendukung aksi-aksi tertentu.

"Sadar atau tidak, perilaku individu akan dipengaruhi oleh teman di jejaring sosialnya," jelas Roby.


(fw/wsh)




Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Berita Terbaru Index »
Pro Kontra Index »

Indonesia Darurat 4G?

Kalau bukan sekarang, kapan lagi? Ya, inilah kira-kira urgensi yang akhirnya membuat layanan 4G LTE dikomersialisasi di Indonesia. Di sisi lain, layanan 3G dianggap masih belum optimal penyebarannya, termasuk 2G yang masih banyak penggunanya.
Pro
50%
Kontra
50%


Must Read close