Berita Utama
-
Jumat, 25/05/2012 17:21 WIB
Warga Twitter Puji Dedikasi 'Satpam Digital'
-
Jumat, 25/05/2012 16:07 WIB
6 Ponsel Nokia Terpopuler
-
Jumat, 25/05/2012 15:19 WIB
5 Casing iPhone yang Punya 'Gigi' Pembuka Botol
-
Jumat, 25/05/2012 11:19 WIB
I Made Wiryana, Anak Band yang Jadi 'Cyber Paspampres'
-
Jumat, 25/05/2012 12:52 WIB
Mencicipi Facebook Camera: Instagram ala Facebook
-
Jumat, 25/05/2012 10:19 WIB
Tips Mengubah Kontak di BlackBerry Menjadi Excel
-
Kamis, 24/05/2012 15:37 WIB
Negara Mana 'Raja' Internet ASEAN?
-
Kamis, 24/05/2012 12:12 WIB
5 'Nenek Moyang' Smartphone Android
-
Kamis, 24/05/2012 11:15 WIB
Waspadai Email Palsu dari 'Facebook'
Trik Mencuri Informasi dari Google, Microsoft, Apple dkk
Senin, 09/08/2010 16:18 WIB

ilustrasi (cc/nasa)
Jakarta - Nama-nama besar seperti Google, BP, McAfee, Symantec, Shell, Microsoft, Oracle, Cisco, Apple dan Walmart tidaklah kebal terhadap aksi pencurian informasi. Hal itu terbukti saat semua perusahaan itu jadi sasaran sebuah kontes yang digelar para penggiat keamanan komputer dalam Defcon18 beberapa waktu lalu.
Dalam kontes itu, peserta berhasil mengekstrak informasi dari seluruh perusahaan yang jadi sasaran. Trik yang digunakan dalam kontes itu hanya satu: Social Engineering.
Lewat Social Engineering, pelaku cukup menggunakan panggilan telepon untuk mencuri informasi dari sasarannya. Trik yang gampang-gampang susah ini cukup populer di kalangan penggiat keamanan komputer seperti 'hacker legendaris' Kevin Mitnick.
Poin dalam kontes diberikan untuk beberapa kategori informasi yang diinginkan. Seperti dikutip detikINET dari DarkReading, Senin (9/8/2010), ini termasuk nama penyedia makanan di kafetaria, tipe browser yang digunakan dan versinya, program antivirus yang digunakan hingga siapa yang menangani tempat sampah.
Poin paling besar diberikan pada peserta yang berhasil mengarahkan korbannya untuk mengklik sebuah alamat web.
Menakutkan
Tak disebutkan perusahaan mana yang paling banyak kebobolan informasi. Namun, menurut penyelenggara, terjadi kebocoran informasi pada semua perusahaan yang jadi sasaran.
"Pada semua perusahaan, selama kami berhasil berhubungan dengan manusia, trik Social Engineering selalu bisa dilakukan," tutur Chris Hadnagy, penyelenggara kontes dan manajer operasional dari Offensive-Security.com.
"Dari sudut pandang profesional di bidang keamanan, sangat menakutkan bahwa hal ini terjadi. Perusahaan-perusahaan itu adalah sampel dari industri utama di Amerika: minyak, ritel, manufaktur, telepon dan keamanan. Ini cukup mengerikan," ujar Hadnagy.
Peserta dilarang untuk meminta informasi yang cenderung ilegal seperti mendapatkan nomor kartu kredit atau nomor jaminan sosial. Selain itu, mereka juga tak boleh menyamar sebagai petugas pemerintah, penegak hukum atau entitas legal lain.
Kebanyakan peserta disebut menyamar sebagai surveyor, wartawan atau pebisnis. Apa trik yang paling jitu? Pertama, kontestan harus benar-benar percaya bahwa dirinya adalah yang disebutkan dan kedua, banyak kontestan yang berhasil dengan mengajukan permintaan tolong.
Mencegah
Jika perusahaan sekelas Google atau Microsoft saja rentan akan serangan jenis ini, bagaimana cara mencegahnya? Menurut Dave Marcus, direktur penelitan dan komunikasi di McAfee Labs, kontes ini adalah sesuatu yang berharga bagi perusahaan.
"Aksi itu memang sulit. Anda bisa melakukannya pada siapapun selama Anda punya cukup informasi soal mereka dan cukup ngotot," ujar Marcus.
Untuk mencegahnya, Marcus mengatakan, tak bisa dengan kursus singkat dan menampilkan presentasi soal Social Engineering. "Seharusnya karyawan ditaruh dalam sebuah pelatihan dengan skenario, mereka harus duduk dan menghadapi aksi ini dan mengetahui seperti apa rasanya menjadi korban," kata Marcus.
Menurut Marcus, saat ini menjalankan Social Engineering makin mudah. Seseorang bisa membuat profil, yang akan digunakan untuk melakukan Social Engineering, dengan melihat aktivitas korban di twitter, blog dan situs jejaring sosial lainnya.
( wsh / wsh )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Dalam kontes itu, peserta berhasil mengekstrak informasi dari seluruh perusahaan yang jadi sasaran. Trik yang digunakan dalam kontes itu hanya satu: Social Engineering.
Lewat Social Engineering, pelaku cukup menggunakan panggilan telepon untuk mencuri informasi dari sasarannya. Trik yang gampang-gampang susah ini cukup populer di kalangan penggiat keamanan komputer seperti 'hacker legendaris' Kevin Mitnick.
Poin dalam kontes diberikan untuk beberapa kategori informasi yang diinginkan. Seperti dikutip detikINET dari DarkReading, Senin (9/8/2010), ini termasuk nama penyedia makanan di kafetaria, tipe browser yang digunakan dan versinya, program antivirus yang digunakan hingga siapa yang menangani tempat sampah.
Poin paling besar diberikan pada peserta yang berhasil mengarahkan korbannya untuk mengklik sebuah alamat web.
Menakutkan
Tak disebutkan perusahaan mana yang paling banyak kebobolan informasi. Namun, menurut penyelenggara, terjadi kebocoran informasi pada semua perusahaan yang jadi sasaran.
"Pada semua perusahaan, selama kami berhasil berhubungan dengan manusia, trik Social Engineering selalu bisa dilakukan," tutur Chris Hadnagy, penyelenggara kontes dan manajer operasional dari Offensive-Security.com.
"Dari sudut pandang profesional di bidang keamanan, sangat menakutkan bahwa hal ini terjadi. Perusahaan-perusahaan itu adalah sampel dari industri utama di Amerika: minyak, ritel, manufaktur, telepon dan keamanan. Ini cukup mengerikan," ujar Hadnagy.
Peserta dilarang untuk meminta informasi yang cenderung ilegal seperti mendapatkan nomor kartu kredit atau nomor jaminan sosial. Selain itu, mereka juga tak boleh menyamar sebagai petugas pemerintah, penegak hukum atau entitas legal lain.
Kebanyakan peserta disebut menyamar sebagai surveyor, wartawan atau pebisnis. Apa trik yang paling jitu? Pertama, kontestan harus benar-benar percaya bahwa dirinya adalah yang disebutkan dan kedua, banyak kontestan yang berhasil dengan mengajukan permintaan tolong.
Mencegah
Jika perusahaan sekelas Google atau Microsoft saja rentan akan serangan jenis ini, bagaimana cara mencegahnya? Menurut Dave Marcus, direktur penelitan dan komunikasi di McAfee Labs, kontes ini adalah sesuatu yang berharga bagi perusahaan.
"Aksi itu memang sulit. Anda bisa melakukannya pada siapapun selama Anda punya cukup informasi soal mereka dan cukup ngotot," ujar Marcus.
Untuk mencegahnya, Marcus mengatakan, tak bisa dengan kursus singkat dan menampilkan presentasi soal Social Engineering. "Seharusnya karyawan ditaruh dalam sebuah pelatihan dengan skenario, mereka harus duduk dan menghadapi aksi ini dan mengetahui seperti apa rasanya menjadi korban," kata Marcus.
Menurut Marcus, saat ini menjalankan Social Engineering makin mudah. Seseorang bisa membuat profil, yang akan digunakan untuk melakukan Social Engineering, dengan melihat aktivitas korban di twitter, blog dan situs jejaring sosial lainnya.
( wsh / wsh )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Baca Juga
Berita Terbaru
Index »
-
Jumat, 25/05/2012 14:38 WIB
Pembuat 'Virus Angry Birds' Didenda Rp 724 Juta
-
Jumat, 25/05/2012 10:09 WIB
Berbahaya, Yahoo Axis Ditutup untuk Chrome
-
Kamis, 24/05/2012 11:15 WIB
Waspadai Email Palsu dari 'Facebook'
-
Senin, 21/05/2012 14:07 WIB
Parah! Hacker Sebar Foto Porno Lewat Akun Facebook Pendeta
-
Senin, 21/05/2012 13:01 WIB
Hati-hati Akses Internet di Hotel
-
Sabtu, 19/05/2012 09:58 WIB
Hati-hati Gunakan WiFi Publik untuk Online Banking!
-
Rabu, 16/05/2012 13:02 WIB
Awas! Malware 'Hantui' Pengunjung Wikipedia
-
Rabu, 16/05/2012 09:41 WIB
'Jailbreak dan Rooting Bikin Ponsel Tidak Aman'
- Minggu, 27/05/2012 10:13 WIB
Telkomsel Bangun 1.600 BTS di Timur Indonesia
- Sabtu, 26/05/2012 17:54 WIB
Tablet Google Dipamerkan Bulan Depan
- Sabtu, 26/05/2012 12:48 WIB
Karyawan Yahoo Ramai-ramai Puji Axis di App Store
- Sabtu, 26/05/2012 10:27 WIB
Sensor 16 MP OmniVision Mampu Rekam Video 4K
- Jumat, 25/05/2012 10:51 WIB
Nasib BlackBerry Messenger Suram?
- Sabtu, 26/05/2012 13:19 WIB
Siri Dibenamkan di OS X Mountain Lion?
- Jumat, 25/05/2012 16:07 WIB
6 Ponsel Nokia Terpopuler
- Sabtu, 26/05/2012 15:36 WIB
Rumor: FIFA 2013 'Kick-off' September 2012
- Jumat, 25/05/2012 09:03 WIB
Lucu! Pencuri iPhone Kirim Foto Dirinya ke Facebook Korban
-
224 Komentar
-
84 Komentar
-
80 Komentar
-
64 Komentar
-
63 Komentar
-
60 Komentar
-
57 Komentar
-
54 Komentar
-
48 Komentar
Pro Kontra
Index »
Galaxy S III Smartphone Terbaik Saat Ini?
Pro
Kontra
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





Sending your message



.jpg)
