Berita Utama
-
Jumat, 25/05/2012 17:21 WIB
Warga Twitter Puji Dedikasi 'Satpam Digital'
-
Jumat, 25/05/2012 16:07 WIB
6 Ponsel Nokia Terpopuler
-
Jumat, 25/05/2012 15:19 WIB
5 Casing iPhone yang Punya 'Gigi' Pembuka Botol
-
Jumat, 25/05/2012 11:19 WIB
I Made Wiryana, Anak Band yang Jadi 'Cyber Paspampres'
-
Jumat, 25/05/2012 12:52 WIB
Mencicipi Facebook Camera: Instagram ala Facebook
-
Jumat, 25/05/2012 10:19 WIB
Tips Mengubah Kontak di BlackBerry Menjadi Excel
-
Kamis, 24/05/2012 15:37 WIB
Negara Mana 'Raja' Internet ASEAN?
-
Kamis, 24/05/2012 12:12 WIB
5 'Nenek Moyang' Smartphone Android
-
Kamis, 24/05/2012 11:15 WIB
Waspadai Email Palsu dari 'Facebook'
5 Hal Buruk dari Facebook
Rabu, 28/07/2010 15:54 WIB

(Ist)
Jakarta - Mengakses Facebook memang mengasyikkan. Kendati demikian, situs yang digemari sekitar 500 juta pengguna ini tak luput dari kritikan. Ibarat pisau bermata dua, selain memiliki sisi positif, ada pula sisi negatif dari Facebook. Berikut adalah lima hal buruk dari Facebook dikutip detikINET dari situs V3.
1. Privasi
Masalah privasi berada di urutan nomor satu sebagai hal paling buruk dari situs jejaring sosial yang dibuat oleh Mark Zuckerberg ini. Ada banyak pengguna mengeluhkan pengaturan Facebook sering berubah-ubah. Hal ini menurut pengguna membuat mereka lebih rentan 'diintai'.
Jika membaca terms and conditions pada Facebook dengan seksama, pengguna akan menemukan hanya sedikit hak atas data pribadi mereka yang ada pada situs tersebut.
2. Membuang waktu
Facebook punya banyak daya tarik untuk membuat penggunanya 'khilaf'. Mereka bisa asyik berbalas komentar, bermain game, mengobrol dan melakukan banyak hal seru lainnya di Facebook. Akibatnya bisa ditebak, orang akan lupa diri dan menghabiskan waktunya hanya untuk Facebook. Hal ini terjadi pada semua pengguna Facebook dari berbagai kalangan dan usia.
Salah satu dampaknya, tak heran jika banyak perusahaan yang memblokir Facebook saat jam kerja. Alasannya jelas, perusahaan tersebut tak ingin karyawan mereka keasyikan bermain Facebook yang ujung-ujungnya berimbas pada penurunan produktivitas kerja.
3. Oversharing
Sudah bukan rahasia lagi jika setiap pemilik akun Facebook merasa perlu meluangkan beberapa menit untuk membagi informasi yang mereka nilai penting untuk dipublikasikan.
Namun beberapa pengguna menjadi lupa dan tidak hati-hati dengan informasi yang mereka bagi ke publik. Saran terbaik untuk meminimalisir oversharing, ada baiknya memilah informasi yang akan dibagi. Perhatikan juga kepada siapa saja informasi itu dipublikasikan.
4. Program afiliasi
Situs jejaring sosial populer ini punya cara baru dalam memperoleh pendapatan yakni dengan membuka platform mereka ke pihak ketiga --para pengembang aplikasi dan pengiklan. Sayangnya, hal ini juga membuka peluang baru terhadap risiko sistem keamanan.
Diantara Facebook dan pihak ketiga kemudian muncul sebuah kesepakatan untuk program afiliasi. Hal ini menyebabkan data pengguna rentan beralih ke pihak ketiga, yaitu ketika pengguna mengakses tautan yang mereka sediakan. Oleh karenanya, serangan semacam operasional click-jacking umum terjadi di Facebook dan semua itu berkaitan erat dengan sistem pihak ketiga.
5. Keamanan
Masalah keamanan beberapa diantaranya terkait erat dengan poin nomor empat. Di luar itu, kasus penyebaran virus atau pembobolan data pribadi melalui Facebook memang kerap terjadi.
Banyak pengguna yang percaya, saat mengklik tautan atau gambar yang dikirimkan seseorang melalui Facebook, berarti bahwa mereka selalu mengakses item atau situs yang aman. Sayangnya pendapat ini salah. Hacker punya banyak cara memanfaatkan Facebook untuk menyebarkan virus, spam atau mencuri data pribadi si pengguna. Facebook juga kerap digunakan oleh orang tak bertanggung jawab untuk melakukan penipuan.
( rns / wsh )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
1. Privasi
Masalah privasi berada di urutan nomor satu sebagai hal paling buruk dari situs jejaring sosial yang dibuat oleh Mark Zuckerberg ini. Ada banyak pengguna mengeluhkan pengaturan Facebook sering berubah-ubah. Hal ini menurut pengguna membuat mereka lebih rentan 'diintai'.
Jika membaca terms and conditions pada Facebook dengan seksama, pengguna akan menemukan hanya sedikit hak atas data pribadi mereka yang ada pada situs tersebut.
2. Membuang waktu
Facebook punya banyak daya tarik untuk membuat penggunanya 'khilaf'. Mereka bisa asyik berbalas komentar, bermain game, mengobrol dan melakukan banyak hal seru lainnya di Facebook. Akibatnya bisa ditebak, orang akan lupa diri dan menghabiskan waktunya hanya untuk Facebook. Hal ini terjadi pada semua pengguna Facebook dari berbagai kalangan dan usia.
Salah satu dampaknya, tak heran jika banyak perusahaan yang memblokir Facebook saat jam kerja. Alasannya jelas, perusahaan tersebut tak ingin karyawan mereka keasyikan bermain Facebook yang ujung-ujungnya berimbas pada penurunan produktivitas kerja.
3. Oversharing
Sudah bukan rahasia lagi jika setiap pemilik akun Facebook merasa perlu meluangkan beberapa menit untuk membagi informasi yang mereka nilai penting untuk dipublikasikan.
Namun beberapa pengguna menjadi lupa dan tidak hati-hati dengan informasi yang mereka bagi ke publik. Saran terbaik untuk meminimalisir oversharing, ada baiknya memilah informasi yang akan dibagi. Perhatikan juga kepada siapa saja informasi itu dipublikasikan.
4. Program afiliasi
Situs jejaring sosial populer ini punya cara baru dalam memperoleh pendapatan yakni dengan membuka platform mereka ke pihak ketiga --para pengembang aplikasi dan pengiklan. Sayangnya, hal ini juga membuka peluang baru terhadap risiko sistem keamanan.
Diantara Facebook dan pihak ketiga kemudian muncul sebuah kesepakatan untuk program afiliasi. Hal ini menyebabkan data pengguna rentan beralih ke pihak ketiga, yaitu ketika pengguna mengakses tautan yang mereka sediakan. Oleh karenanya, serangan semacam operasional click-jacking umum terjadi di Facebook dan semua itu berkaitan erat dengan sistem pihak ketiga.
5. Keamanan
Masalah keamanan beberapa diantaranya terkait erat dengan poin nomor empat. Di luar itu, kasus penyebaran virus atau pembobolan data pribadi melalui Facebook memang kerap terjadi.
Banyak pengguna yang percaya, saat mengklik tautan atau gambar yang dikirimkan seseorang melalui Facebook, berarti bahwa mereka selalu mengakses item atau situs yang aman. Sayangnya pendapat ini salah. Hacker punya banyak cara memanfaatkan Facebook untuk menyebarkan virus, spam atau mencuri data pribadi si pengguna. Facebook juga kerap digunakan oleh orang tak bertanggung jawab untuk melakukan penipuan.
( rns / wsh )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Baca Juga
Berita Terbaru
Index »
-
Jumat, 25/05/2012 17:21 WIB
Warga Twitter Puji Dedikasi 'Satpam Digital'
-
Jumat, 25/05/2012 16:45 WIB
Tweet Satpam IPB Sebelum Ditembak: Hati-hati Curanmor di Kampus
-
Jumat, 25/05/2012 14:57 WIB
Google Didesak Tutup Keran Download Ilegal
-
Jumat, 25/05/2012 13:48 WIB
Napak Tilas Perjalanan Awal Facebook
-
Jumat, 25/05/2012 09:03 WIB
Lucu! Pencuri iPhone Kirim Foto Dirinya ke Facebook Korban
-
Jumat, 25/05/2012 08:51 WIB
BMW Punya 10 Juta Fans di Facebook
-
Jumat, 25/05/2012 08:28 WIB
Facebook Tak Berdaya Lawan Faceporn
-
Kamis, 24/05/2012 21:06 WIB
Yahoo Axis, Ketika Browser & Mesin Pencari Bergabung
- Jumat, 25/05/2012 10:51 WIB
Nasib BlackBerry Messenger Suram?
- Jumat, 25/05/2012 16:07 WIB
6 Ponsel Nokia Terpopuler
- Jumat, 25/05/2012 09:03 WIB
Lucu! Pencuri iPhone Kirim Foto Dirinya ke Facebook Korban
- Jumat, 25/05/2012 10:19 WIB
Tips Mengubah Kontak di BlackBerry Menjadi Excel
- Jumat, 25/05/2012 13:23 WIB
Android Makin Kuasai Dunia
- Jumat, 25/05/2012 11:19 WIB
Sosok
I Made Wiryana, Anak Band yang Jadi 'Cyber Paspampres'
- Jumat, 25/05/2012 16:46 WIB
Pengakses Internet Masih Banyak dari Nokia
- Jumat, 25/05/2012 11:40 WIB
RIM Bantah Abaikan BlackBerry Messenger
- Jumat, 25/05/2012 14:57 WIB
Google Didesak Tutup Keran Download Ilegal
-
199 Komentar
-
84 Komentar
-
75 Komentar
-
67 Komentar
-
63 Komentar
-
63 Komentar
-
54 Komentar
-
53 Komentar
-
48 Komentar
Pro Kontra
Index »
Galaxy S III Smartphone Terbaik Saat Ini?
Pro
Kontra
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





Sending your message



.jpg)
.gif)

