detikinet

Netter Sulit Dipaksa untuk Membayar

Rachmatunisa - detikinet
Senin, 26/07/2010 18:14 WIB

(Ist)

Jakarta - Sebuah studi mengungkapkan bahwa para pengguna internet alias netter tidak bersedia membayar layanan online seperti Twitter.

Studi yang dilakukan Center for the Digital Future (CDF) terhadap warga Amerika Serikat ini menemukan, sekitar 49% netter di negeri Paman Sam itu menggunakan Twitter. Namun saat ditanya apakah mereka mau membayar untuk menggunakan Twitter, tak satu pun menjawab bersedia.

"Temuan ini menggarisbawahi sulitnya pengguna internet diminta untuk membayar apapun yang sudah mereka terima sebagai gratisan," kata Direktur CDF Jeffrey I Cole, seperti dilansir Big News Networks dan dikutip detikINET, Senin (26/7/2010).

Sebagai gantinya, seperti kita tahu, Twitter dan situs jejaring sosial lainnya menyertakan iklan sebagai salah satu sumber pemasukan mereka. Rupanya ada juga yang tidak senang melihat penampakan iklan tersebut. Studi ini menemukan, setengah dari pengguna internet mengaku tidak pernah mengklik iklan yang berseliweran di web dan 70% mengatakan iklan di internet sangat mengganggu.

Namun sekitar 55% pengguna internet tidak merasa keberatan dengan iklan-iklan tersebut. Menurut mereka, lebih baik melihat iklan tersebut ketimbang harus membayar untuk layanan dan konten yang mereka gunakan.

"Konsumen menginginkan konten gratis yang bersih dari iklan. Namun mereka juga mengerti bahwa menggunakan konten gratis itu harus dibayar dengan cara lain, salah satunya terpaksa mereka harus diganggu oleh kehadiran iklan," kata Cole.
( rns / ash )

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login


    Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    Berita Terbaru Index »
    Pro Kontra Index »

    Galaxy S III Smartphone Terbaik Saat Ini?

    Performa Galaxy S III terbilang menjanjikan. Ia mengusung quadcore, layar Gorilla Glass 2, serta fitur melimpah. Tak pelak, Samsung mengklaim Galaxy S III sebagai smartphone terbaik saat ini. Anda setuju?
    Pro
    51%
    Kontra
    49%