detikinet

Saham Tak Naik, CEO Microsoft Terancam?

Febrina Ayu Scottiati - detikinet
Sabtu, 24/07/2010 16:53 WIB

Steve Ballmer (cc/Martin Olsson)

Jakarta - Para punggawa senior di Microsoft dirumorkan tengah mendiskusikan kemungkinan menendang CEO Steve Ballmer keluar. Hal ini setelah melihat nilai saham perusahaan yang tak kunjung naik.

Ya, kabar itu meluap pasca konferensi penjualan tahunan Microsoft di Atlanta, Amerika Serikat beberapa waktu lalu. Di acara itu sempat muncul tribute untuk Ballmer yang membuat sang CEO tercekat dan berkaca-kaca di hadapan 10.000 karyawannya.

"Dia (Ballmer-red) tak bisa berkata-kata. Menyaksikan hal itu sungguh sebuah pengalaman yang sangat intens dan menggugah," tulis sebuah tweet dari salah satu peserta konferensi.

Namun, menurut salah satu eksekutif Microsoft, Ballmer disebut-sebut bukan sekadar menahan isak tangis karena haru. Ada rumor yang menyebutkan tribute itu pertanda bahwa Ballmer sudah usai.

"Steve Ballmer mungkin tidak di Microsoft lagi untuk acara yang sama di tahun depan," tukasnya yang tak mau disebut namanya seperti dikutip detikINET dari The Daily Beast, Sabtu (24/7/2010).

Gosip-gosip yang bersliweran mengatakan, beberapa eksekutif menyalahkan Ballmer atas stagnannya saham Microsoft dalam jangka waktu lama.

Walau secara keseluruhan, memang ada beberapa peningkatan laba di produk tertentu, termasuk Xbox dan Windows 7. Namun, peningkatan itu dinilai tak banyak membantu saham sang raksasa software.

Mengutip sumber yang dekat dengan masalah ini, DailyBeast menyebut tekanan tersebut muncul setelah Apple berhasil menggeser kedudukan Microsoft dalam kapitalisasi pasar. Microsoft pun dianggap tak mampu menyaingi serangan tablet besutan Apple, iPad.

"Ballmer berada dalam posisi rawan," kata seorang bankir yang biasa bernegosiasi dengan Microsoft. "Jika ia diminta untuk keluar, Saya menduga banyak yang lebih bahagia daripada yang sedih," tambahnya.

Di sisi lain, Ballmer masih menikmati dukungan dari beberapa eksekutif Microsoft lainnya. Juga dari beberapa pengusaha yang bekerja sama dengan perusahaan tersebut.

Menyingkirkan Ballmer memang tak akan mudah. Sebagai mantan teman sekampus Gates di Harvard, pria berkepala botak ini punya sejarah panjang dengan Microsoft.

Ballmer mencapai puncaknya dengan Microsoft pada tahun 2000. Ketika itu ia menggantikan Bill Gates sebagai CEO. Mungkinkah ini masa-masa terakhir Ballmer di Microsoft?

Perlu diingat bahwa hal ini baru gosip dengan sumber-sumber yang terlalu kabur untuk dipercaya. Benar atau tidaknya kabar ini baru akan terlihat seiring waktu.



( wsh / wsh )

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login


    Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    Berita Terbaru Index »
    Pro Kontra Index »

    Galaxy S III Smartphone Terbaik Saat Ini?

    Performa Galaxy S III terbilang menjanjikan. Ia mengusung quadcore, layar Gorilla Glass 2, serta fitur melimpah. Tak pelak, Samsung mengklaim Galaxy S III sebagai smartphone terbaik saat ini. Anda setuju?
    Pro
    51%
    Kontra
    49%