detikinet

Profit Terjun Bebas, CEO Nokia Kian Terdesak

Rachmatunisa - detikinet
Jumat, 23/07/2010 11:37 WIB

Smartophone Nokia (Ist)

Jakarta - Nokia sepertinya tengah memasuki masa-masa sulit. Bagaimana tidak? Vendor ponsel terbesar di dunia itu mengalami penurunan profit yang tak tanggung-tanggung, yakni hingga 40%.

Dikutip detikINET dari GPS Business News, Jumat (23/7/2010), Nokia dikatakan membukukan penjualan bersih 10 miliar euro. Namun jika dihitung-hitung, keuntungan operasional mereka justru turun sebesar 40% jika dibandingkan kuartal yang sama tahun lalu.

Selama periode ini, Nokia sendiri telah mengapalkan 111 juta perangkat. Jumlah ini naik 8% dari pengapalan tahun sebelumnya. Sementara rata-rata harga jual perangkat Nokia di kuartal kedua sebesar 61 euro, turun dari sebelumnya yang mencapai 62 euro di kuartal pertama 2010.

Nokia memperkirakan, hal ini menjadi penyebab pangsa pasar ponselnya secara global turun dua persen pada angka 33 persen dibandingkan tahun lalu pada kuartal yang sama.

Sontak, terjun bebasnya profit Nokia ini kian membuat posisi sang CEO, Olli-Pekka Kallasvuo terdesak. Terlebih sebelumnya, sudah ramai diberitakan jika Olli-Pekka bakal didepak.

Beredar kabar bahwa Olli-Pekka yang menjabat sebagai CEO Nokia sejak 2006 dianggap gagal dalam menjaga keunggulan produk Nokia dari para pesaing, terutama untuk segmen smartphone kelas atas.
( rns / ash )

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login


    Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    Berita Terbaru Index »
    Pro Kontra Index »

    Galaxy S III Smartphone Terbaik Saat Ini?

    Performa Galaxy S III terbilang menjanjikan. Ia mengusung quadcore, layar Gorilla Glass 2, serta fitur melimpah. Tak pelak, Samsung mengklaim Galaxy S III sebagai smartphone terbaik saat ini. Anda setuju?
    Pro
    51%
    Kontra
    49%