Berita Utama
-
Jumat, 25/05/2012 17:21 WIB
Warga Twitter Puji Dedikasi 'Satpam Digital'
-
Jumat, 25/05/2012 16:07 WIB
6 Ponsel Nokia Terpopuler
-
Jumat, 25/05/2012 15:19 WIB
5 Casing iPhone yang Punya 'Gigi' Pembuka Botol
-
Jumat, 25/05/2012 11:19 WIB
I Made Wiryana, Anak Band yang Jadi 'Cyber Paspampres'
-
Jumat, 25/05/2012 12:52 WIB
Mencicipi Facebook Camera: Instagram ala Facebook
-
Jumat, 25/05/2012 10:19 WIB
Tips Mengubah Kontak di BlackBerry Menjadi Excel
-
Kamis, 24/05/2012 15:37 WIB
Negara Mana 'Raja' Internet ASEAN?
-
Kamis, 24/05/2012 12:12 WIB
5 'Nenek Moyang' Smartphone Android
-
Kamis, 24/05/2012 11:15 WIB
Waspadai Email Palsu dari 'Facebook'
Serangan Tmphider Ancam Indonesia
Senin, 19/07/2010 15:55 WIB

Ilustrasi (Ist.)
Jakarta - Ancaman rootkit baru yang disebut 'Tmphider' telah mencuri perhatian karena menggunakan teknik yang belum pernah ditemui sebelumnya. Pengguna komputer wajib hati-hati, sebab Indonesia termasuk dalam target serangan terbesar Tmphider.
Dalam laporan yang dijabarkan Symantec Security Response, ancaman ini terdeteksi sebagai W32.Temphid. Terdapat banyak file yang terkait dengan ancaman ini. File-file tersebut terdiri dari threat installer dan komponen rootkit. Keduanya terdeteksi sebagai W32.Temphid.
"Meskipun analisis masih terus berlanjut, kami melihat bahwa banyak sekali PC di Asia Tenggara yang menjadi target dari ancaman ini," ujar Symantec dalam laporannya yang dikutip detikINET, Senin (19/7/2010).
Nah, Indonesia sendiri ditempatkan pada urutan nomor dua dengan proporsi serangan mencapai 32,76%. Hanya berbeda beberapa persen dengan India di posisi puncak dengan proporsi 39,77%. Kemudian di bawah Indonesia ada Iran, Pakistan, Afganistan, dan Amerika Serikat.
Tmphider dikatakan memiliki rootkit mode pengguna dan kernel. File-file '.sys' digunakan dalam mode kernel, sedangkan file '.tmp' digunakan untuk menyembunyikan file-file melalui mode pengguna.
Hal ini berarti, ketika sebuah sistem terinfeksi, Anda tidak akan dapat melihat file-file yang disalin ke dalam drive USB karena file-file tersebut disembunyikan oleh rootkit.
Ancaman tersebut menggunakan username dan password yang telah ditetapkan untuk terkoneksi ke database yang berkaitan dengan sistem SCADA guna memperoleh file dan menjalankan berbagai querie untuk mengumpulkan informasi. Imphider juga mampu mengumpulkan informasi lain yang berhubungan dengan konfigurasi server dan jaringan.
"Worm ini mengeksploitasi celah keamanan yang baru ditemukan dan belum ditambal dan cara kerjanya sama seperti Windows Explorer menangani file-file .lnk. Fitur ini tidak ada kaitannya dengan autoplay sehingga menonaktifkan autoplay tidak akan membantu mencegah infeksi worm dalam serangan ini. Tapi secara umum, menonaktifkan autoplaymerupakan ide yang bagus," pungkas Symantec.
( ash / rns )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Dalam laporan yang dijabarkan Symantec Security Response, ancaman ini terdeteksi sebagai W32.Temphid. Terdapat banyak file yang terkait dengan ancaman ini. File-file tersebut terdiri dari threat installer dan komponen rootkit. Keduanya terdeteksi sebagai W32.Temphid.
"Meskipun analisis masih terus berlanjut, kami melihat bahwa banyak sekali PC di Asia Tenggara yang menjadi target dari ancaman ini," ujar Symantec dalam laporannya yang dikutip detikINET, Senin (19/7/2010).
Nah, Indonesia sendiri ditempatkan pada urutan nomor dua dengan proporsi serangan mencapai 32,76%. Hanya berbeda beberapa persen dengan India di posisi puncak dengan proporsi 39,77%. Kemudian di bawah Indonesia ada Iran, Pakistan, Afganistan, dan Amerika Serikat.
Tmphider dikatakan memiliki rootkit mode pengguna dan kernel. File-file '.sys' digunakan dalam mode kernel, sedangkan file '.tmp' digunakan untuk menyembunyikan file-file melalui mode pengguna.
Hal ini berarti, ketika sebuah sistem terinfeksi, Anda tidak akan dapat melihat file-file yang disalin ke dalam drive USB karena file-file tersebut disembunyikan oleh rootkit.
Ancaman tersebut menggunakan username dan password yang telah ditetapkan untuk terkoneksi ke database yang berkaitan dengan sistem SCADA guna memperoleh file dan menjalankan berbagai querie untuk mengumpulkan informasi. Imphider juga mampu mengumpulkan informasi lain yang berhubungan dengan konfigurasi server dan jaringan.
"Worm ini mengeksploitasi celah keamanan yang baru ditemukan dan belum ditambal dan cara kerjanya sama seperti Windows Explorer menangani file-file .lnk. Fitur ini tidak ada kaitannya dengan autoplay sehingga menonaktifkan autoplay tidak akan membantu mencegah infeksi worm dalam serangan ini. Tapi secara umum, menonaktifkan autoplaymerupakan ide yang bagus," pungkas Symantec.
( ash / rns )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Baca Juga
Berita Terbaru
Index »
-
Jumat, 25/05/2012 14:38 WIB
Pembuat 'Virus Angry Birds' Didenda Rp 724 Juta
-
Jumat, 25/05/2012 10:09 WIB
Berbahaya, Yahoo Axis Ditutup untuk Chrome
-
Kamis, 24/05/2012 11:15 WIB
Waspadai Email Palsu dari 'Facebook'
-
Senin, 21/05/2012 14:07 WIB
Parah! Hacker Sebar Foto Porno Lewat Akun Facebook Pendeta
-
Senin, 21/05/2012 13:01 WIB
Hati-hati Akses Internet di Hotel
-
Sabtu, 19/05/2012 09:58 WIB
Hati-hati Gunakan WiFi Publik untuk Online Banking!
-
Rabu, 16/05/2012 13:02 WIB
Awas! Malware 'Hantui' Pengunjung Wikipedia
-
Rabu, 16/05/2012 09:41 WIB
'Jailbreak dan Rooting Bikin Ponsel Tidak Aman'
- Minggu, 27/05/2012 10:13 WIB
Telkomsel Bangun 1.600 BTS di Timur Indonesia
- Sabtu, 26/05/2012 17:54 WIB
Tablet Google Dipamerkan Bulan Depan
- Sabtu, 26/05/2012 12:48 WIB
Karyawan Yahoo Ramai-ramai Puji Axis di App Store
- Sabtu, 26/05/2012 10:27 WIB
Sensor 16 MP OmniVision Mampu Rekam Video 4K
- Jumat, 25/05/2012 10:51 WIB
Nasib BlackBerry Messenger Suram?
- Sabtu, 26/05/2012 13:19 WIB
Siri Dibenamkan di OS X Mountain Lion?
- Jumat, 25/05/2012 16:07 WIB
6 Ponsel Nokia Terpopuler
- Sabtu, 26/05/2012 15:36 WIB
Rumor: FIFA 2013 'Kick-off' September 2012
- Jumat, 25/05/2012 09:03 WIB
Lucu! Pencuri iPhone Kirim Foto Dirinya ke Facebook Korban
-
224 Komentar
-
84 Komentar
-
80 Komentar
-
64 Komentar
-
63 Komentar
-
60 Komentar
-
57 Komentar
-
54 Komentar
-
48 Komentar
Pro Kontra
Index »
Galaxy S III Smartphone Terbaik Saat Ini?
Pro
Kontra
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





Sending your message



.jpg)
.gif)
