Berita Utama
-
Jumat, 25/05/2012 17:21 WIB
Warga Twitter Puji Dedikasi 'Satpam Digital'
-
Jumat, 25/05/2012 16:07 WIB
6 Ponsel Nokia Terpopuler
-
Jumat, 25/05/2012 15:19 WIB
5 Casing iPhone yang Punya 'Gigi' Pembuka Botol
-
Jumat, 25/05/2012 11:19 WIB
I Made Wiryana, Anak Band yang Jadi 'Cyber Paspampres'
-
Jumat, 25/05/2012 12:52 WIB
Mencicipi Facebook Camera: Instagram ala Facebook
-
Jumat, 25/05/2012 10:19 WIB
Tips Mengubah Kontak di BlackBerry Menjadi Excel
-
Kamis, 24/05/2012 15:37 WIB
Negara Mana 'Raja' Internet ASEAN?
-
Kamis, 24/05/2012 12:12 WIB
5 'Nenek Moyang' Smartphone Android
-
Kamis, 24/05/2012 11:15 WIB
Waspadai Email Palsu dari 'Facebook'
Google Earth Beberkan Dampak Perubahan Iklim
Jumat, 16/07/2010 10:33 WIB

Jakarta - Sebuah peta interaktif Google Earth yang dirancang untuk menunjukkan dampak perubahan iklim dirilis oleh kementerian Inggris. Peta tersebut coba menggambarkan bagaimana nasib bumi jika temperatur global naik sebesar empat derajat Celcius.
Peta Google Earth tersebut dirilis oleh Kementerian Luar Negeri (FCO) dan Departemen Energi dan Perubahan Iklim (Decc) Inggris. Peta ini dibuat berdasarkan analisis dari Met Office Hadley Centre, sebuah unit penelitian perubahan iklim yang bertugas memberi masukan untuk pemerintah, serta beberapa ilmuwan lain di bidang terkait.
Melalui peta ini, kita akan bisa melihat perubahan dramatis yang terjadi di bumi apabila tidak segera dilakukan tindakan nyata untuk membatasi emisi gas rumah kaca. '
Peta ini akan menggambarkan naiknya suhu ekstrim di Kutub Utara, naiknya permukaan air laut, suhu daratan yang lebih tinggi daripada laut, dan berkurangnya hasil panen di berbagai belahan dunia. Selain itu, peta ini juga dilengkapi dengan video yang memuat komentar para ilmuwan mengenai riset di balik potensi dampak perubahan iklim.
Perwakilan Kementerian Luar Negeri Inggris, Henry Bellingham, menegaskan peta Google Earth tersebut telah mendukung komitmen untuk mengatasi perubahan iklim sekaligus menunjukkan kepada khalayak luas mengenai bahaya dari naiknya temperatur bumi.
"Ancaman perubahan iklim belum berakhir dan pemerintah kami berkomitmen untuk melakukan apa yang bisa kami lakukan," ujar Bellingham kepada AFP dan dikutip detikINET, Jumat (16/7/2010).
"Kami berkomitmen untuk menjadi pemerintahan 'paling hijau'," tegasnya.
"Peta ini memperkuat tekad kami untuk bertindak melawan perubahan iklim akibat ulah manusia yang sangat berbahaya," tambah Menteri Energi dan Perubahan Iklim, Greg Barker.
Sementara pihak Google sendiri juga menyampaikan sambutan positif atas dirilisnya peta ini.
"Ini adalah contoh yang baik dari pemanfaatan teknologi web terbaru untuk memvisualisasikan informasi ilmiah dan mempromosikan pemahaman yang lebih baik tentang dampak potensial perubahan iklim," tukas perwakilan Google, Ed Parsons.
( feb / eno )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Peta Google Earth tersebut dirilis oleh Kementerian Luar Negeri (FCO) dan Departemen Energi dan Perubahan Iklim (Decc) Inggris. Peta ini dibuat berdasarkan analisis dari Met Office Hadley Centre, sebuah unit penelitian perubahan iklim yang bertugas memberi masukan untuk pemerintah, serta beberapa ilmuwan lain di bidang terkait.
Melalui peta ini, kita akan bisa melihat perubahan dramatis yang terjadi di bumi apabila tidak segera dilakukan tindakan nyata untuk membatasi emisi gas rumah kaca. '
Peta ini akan menggambarkan naiknya suhu ekstrim di Kutub Utara, naiknya permukaan air laut, suhu daratan yang lebih tinggi daripada laut, dan berkurangnya hasil panen di berbagai belahan dunia. Selain itu, peta ini juga dilengkapi dengan video yang memuat komentar para ilmuwan mengenai riset di balik potensi dampak perubahan iklim.
Perwakilan Kementerian Luar Negeri Inggris, Henry Bellingham, menegaskan peta Google Earth tersebut telah mendukung komitmen untuk mengatasi perubahan iklim sekaligus menunjukkan kepada khalayak luas mengenai bahaya dari naiknya temperatur bumi.
"Ancaman perubahan iklim belum berakhir dan pemerintah kami berkomitmen untuk melakukan apa yang bisa kami lakukan," ujar Bellingham kepada AFP dan dikutip detikINET, Jumat (16/7/2010).
"Kami berkomitmen untuk menjadi pemerintahan 'paling hijau'," tegasnya.
"Peta ini memperkuat tekad kami untuk bertindak melawan perubahan iklim akibat ulah manusia yang sangat berbahaya," tambah Menteri Energi dan Perubahan Iklim, Greg Barker.
Sementara pihak Google sendiri juga menyampaikan sambutan positif atas dirilisnya peta ini.
"Ini adalah contoh yang baik dari pemanfaatan teknologi web terbaru untuk memvisualisasikan informasi ilmiah dan mempromosikan pemahaman yang lebih baik tentang dampak potensial perubahan iklim," tukas perwakilan Google, Ed Parsons.
( feb / eno )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Baca Juga
Berita Terbaru
Index »
-
Minggu, 27/05/2012 10:34 WIB
Belanja Online Indonesia Capai 2,5 Juta Transaksi
-
Sabtu, 26/05/2012 13:19 WIB
Siri Dibenamkan di OS X Mountain Lion?
-
Sabtu, 26/05/2012 12:48 WIB
Karyawan Yahoo Ramai-ramai Puji Axis di App Store
-
Jumat, 25/05/2012 18:07 WIB
Google+ Ingin Curi 'Mahkota' Flickr?
-
Jumat, 25/05/2012 17:21 WIB
Warga Twitter Puji Dedikasi 'Satpam Digital'
-
Jumat, 25/05/2012 16:45 WIB
Tweet Satpam IPB Sebelum Ditembak: Hati-hati Curanmor di Kampus
-
Jumat, 25/05/2012 14:57 WIB
Google Didesak Tutup Keran Download Ilegal
-
Jumat, 25/05/2012 13:48 WIB
Napak Tilas Perjalanan Awal Facebook
- Minggu, 27/05/2012 10:13 WIB
Telkomsel Bangun 1.600 BTS di Timur Indonesia
- Sabtu, 26/05/2012 17:54 WIB
Tablet Google Dipamerkan Bulan Depan
- Sabtu, 26/05/2012 12:48 WIB
Karyawan Yahoo Ramai-ramai Puji Axis di App Store
- Sabtu, 26/05/2012 10:27 WIB
Sensor 16 MP OmniVision Mampu Rekam Video 4K
- Jumat, 25/05/2012 10:51 WIB
Nasib BlackBerry Messenger Suram?
- Sabtu, 26/05/2012 13:19 WIB
Siri Dibenamkan di OS X Mountain Lion?
- Jumat, 25/05/2012 16:07 WIB
6 Ponsel Nokia Terpopuler
- Sabtu, 26/05/2012 15:36 WIB
Rumor: FIFA 2013 'Kick-off' September 2012
- Jumat, 25/05/2012 09:03 WIB
Lucu! Pencuri iPhone Kirim Foto Dirinya ke Facebook Korban
-
224 Komentar
-
84 Komentar
-
80 Komentar
-
64 Komentar
-
63 Komentar
-
60 Komentar
-
57 Komentar
-
54 Komentar
-
48 Komentar
Pro Kontra
Index »
Galaxy S III Smartphone Terbaik Saat Ini?
Pro
Kontra
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





Sending your message



.jpg)
