detikinet

Virus 'Luna Maya' Ledek Penggemar Video Porno

Wicak Hidayat - detikinet
Rabu, 30/06/2010 12:31 WIB

Screenshot (vaksincom)

Jakarta - Kasus video porno selebritis Ariel - Luna Maya - Cut Tari sudah sangat menjemukan. Pembuat virus pun sampai iseng mengeluarkan virus yang sedikit-banyak meledek para penggemar video porno.

Kabar soal penyebaran virus ini disampaikan Alfons Tanujaya, analis antivirus dari Vaksincom, kepada detikINET, Rabu (30/6/2010). Keberadaan virus dengan nama Suspicious_Gen2.LBTU (saat terdeteksi oleh Norman Security Suite) diduga merupakan reaksi pembuat virus atas banyaknya pengguna internet yang mencari file video porno Ariel & Luna Maya.

"Rupanya hal ini juga dapat menjadi inspirasi bagi pembuat virus untuk menyebarkan virus dengan memanfaatkan situasi yang ada. Untuk hal itu pengguna komputer dan internet agar tetap ber-hati hati terhadap serangan virus yang membonceng topik video porno ini," tutur Adi Saputra, analis virus dari Vaksincom.

Virus ini dijuluki juga virus 'Luna Maya' karena menyebar lewat file dengan nama 'Luna Maya'. Pengguna diharapkan waspada jika menerima kiriman file dengan nama pembawa acara yang sedang terbelit kasus video porno tersebut.

Nah, virus itu agaknya meledek penggemar video porno. Soalnya, saat dijalankan, virus itu akan memunculkan jendela Pop Up dengan tulisan 'Dasar! Otak Bokep'.

( wsh / wsh )

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login


    Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    Berita Terbaru Index »
    Pro Kontra Index »

    Galaxy S III Smartphone Terbaik Saat Ini?

    Performa Galaxy S III terbilang menjanjikan. Ia mengusung quadcore, layar Gorilla Glass 2, serta fitur melimpah. Tak pelak, Samsung mengklaim Galaxy S III sebagai smartphone terbaik saat ini. Anda setuju?
    Pro
    50%
    Kontra
    50%