Berita Utama
-
Jumat, 25/05/2012 17:21 WIB
Warga Twitter Puji Dedikasi 'Satpam Digital'
-
Jumat, 25/05/2012 16:07 WIB
6 Ponsel Nokia Terpopuler
-
Jumat, 25/05/2012 15:19 WIB
5 Casing iPhone yang Punya 'Gigi' Pembuka Botol
-
Jumat, 25/05/2012 11:19 WIB
I Made Wiryana, Anak Band yang Jadi 'Cyber Paspampres'
-
Jumat, 25/05/2012 12:52 WIB
Mencicipi Facebook Camera: Instagram ala Facebook
-
Jumat, 25/05/2012 10:19 WIB
Tips Mengubah Kontak di BlackBerry Menjadi Excel
-
Kamis, 24/05/2012 15:37 WIB
Negara Mana 'Raja' Internet ASEAN?
-
Kamis, 24/05/2012 12:12 WIB
5 'Nenek Moyang' Smartphone Android
-
Kamis, 24/05/2012 11:15 WIB
Waspadai Email Palsu dari 'Facebook'
Review Produk
Lenovo ThinkCentre A70z: Desktop AiO Kelas Kantoran
Selasa, 29/06/2010 17:20 WIB

ThinkCentre A70z (wid/inet)
Jakarta - Menurut data IDC, segmen all-in-one (AiO) PC komersial diproyeksi secara global akan tumbuh 16% per tahun pada 2010 dengan mayoritas pasar desktop terdiri dari Usaha Kecil Menengah serta pengguna small office/home office, dan konsumer.
Tren ini sesuai dengan pasar PC UKM yang tengah tumbuh dan diperkirakan akan tumbuh menjadi lebih dari 99 juta PC pada 2011. Terkait hal ini, Lenovo langsung merespon lewat produk terbarunya.
Lenovo menghadirkan kelas desktop AiO terbarunya bernama ThinkCentre A70z. Satu nafas dengan laptop ThinkPad, desktop ini sangat tepat dimiliki kelas pekerja kantoran.
Kali ini detikINET berkesempatan menjajal produk terbaru AiO Lenovo tersebut yang hadir dengan box besarnya. Satu hal terbesit di kepala detikINET, sebuah AiO desktop tentunya tak membutuhkan waktu lama untuk menyalakannya. Dari membuka box, hingga siap booting seharusnya tak ada masalah berarti.
Benar saja, walaupun box A70z ini tergolong besar, namun tak butuh lama untuk memasang semua perangkatnya. Dari mulai membuka box, memasang adaptor, hingga mengkoneksikan keyboard dan mouse nirkabel, semua tak ada masalah.
Dalam waktu kurang dari tiga menit, desktop hitam ini selesai dibangun. Dengan satu tarikan penyangga di bagian belakang, A70z langsung berdiri tegak. Berikut adalah tampilannya!

Desain: Tipis di Muka, Gendut di Belakang
Lenovo mengklaim ThinkCentre A70z adalah produk yang ramah lingkungan dan mudah didaur ulang. Dilihat dari bahannya, lapisan depan A70z mengingatkan detikINET pada bahan glossy hitam seri laptop ThinkPad.
Bentuk desktop ini dari depan memang terlihat 'seksi'. Namun saat ditelisik bagian samping dan belakang bodynya, loh..kok gendut? Walau desain depannya sedikit 'menipu', namun bentuk dekstop ini tetap enak dilihat.
Dengan keyboard dan mouse nirkabel yang dikoneksikan via bluetooth, pengguna dapat dengan bebas berinteraksi dengan ThinkCentre A70z. Saat dijajal detikINET, wireless keyboard dan mouse ini masih berfungsi sangat baik dari jarak sekitar sepuluh meter.
Sepertinya A70z merupakan desktop yang didesain dengan simpel dan minimalis. Pada body depan di kanan bawah hanya ada satu tombol power saja, ditemani satu lampu indikator berwarna hijau tepat di sebelahnya.
Sama seperti beberapa produk AiO lain, posisi speaker A70z terletak di bagian bawah menghadap ke luar. Sementara posisi webcam terletak di bagian atas, dengan lubang mic kecil di sisi kanan.
Untuk sisi kanan dan kiri, desainnya juga lumayan simpel. Di bagian kiri ada tiga buah port USB dan jack audio, sementara di sisi kanan terdapat DVD room. Di bagian belakang ada tiga buah port USB lagi plus satu LAN ditemani satu port VGA.
Secara umum body desktop ini tergolong berat untuk ukuran layar 19 inchinya. Walau A70z didesain dijinjing dengan satu tangan, namun sebaiknya butuh dua orang untuk membawanya secara aman.

Menghemat Tempat dan Bisa 'Ditempel' pada Dinding
Dibanding sepupunya Ideacentre B500, desktop Thinkcentre memang lebih menghemat tempat. Dengan bentangan layar wide-screen sebesar 19 inchi beresolusi 16:10, produk ini dapat diletakkan melengkapi sudut lingkungan ruang kantor.
Lenovo mengklaim, AiO ini menghemat sampai 70% ruang dibanding dengan desktop tradisional plus monitornya. Desktop ini juga bisa diletakkan pada dinding kantor, dengan didukung dudukan radial atau ditumpu dengan dudukan kaki seperti sebuah bingkai foto.
Sayangnya, saat dudukan tersebut dicek lebih lanjut, bahannya sedikit 'mengerikan' karena nampak tidak kokoh untuk menahan beban keseluruhan desktop ini, jika ingin 'ditempel' pada dinding.
Untungnya A70Z hanya memiliki kabel power tunggal, yang dirasa membantu dalam menghilangkan rentangan kabel kusut yang biasanya ada di atas meja kantor. Sementara built-in handle di bagian belakang monitor kian mempermudah pengguna mengangkat produk ini untuk dipindah ke tempat lain.
Performa Video, Audio dan Skype
Untuk masalah audio, sepertinya ThinkCentre A70z tergolong di bawah rata-rata. Pasalnya saat dijajal untuk memutar beberapa variasi lagu jazz, rock, klasik dan pop, speaker produk ini kurang membahana. Dentuman bass yang dihasilkan pun tak terasa 'segar'. Sementara suara selalu didominasi treble. Saat volume dimaksimalkan, suara speaker malah terdengar 'pecah'.
Dari sisi grafis, desktop ini hanya dibekali Intel G41 Express Chipset. Alhasil jangan berharap untuk memainkan game-game 3D berkelas pada produk ini. Dengan bantuan prosesor Intel Core 2 Duo E7500, A70z sudah cukup lancar untuk menjalankan game online sekelas Three Kingdom. Sementara saat digunakan untuk memutar video kualitas full HD, desktop all-in-one ini ternyata cukup lancar walau berbekal grafis terintegerasi.
Sebagai AiO desktop bagi kebutuhan office kantoran, rasanya tak pas bila produk ini tidak dijajal melakukan voice/video call dengan Skype. Saat dicoba, kualitas mic dan web cam milik A70z termasuk standar jika dibanding AiO lain. Tak ada ditur tambahan untuk pencahayaan webcam. Dalam setting maksimal, suara yang keluar dari speaker rasanya cukup pas bergema di sebuah ruang kerja.
Kesimpulan:
Pada dasarnya desktop AiO ThinkCentre A70z ini ditujukan bagi pekerja kantoran. Jadi jangan samakan produk ini dengan AiO lain macam IdeaCentre karena memang posisinya beda.
Dengan desain yang sangat menghemat tempat, produk ini sebaiknya difungsikan untuk operasional office kantor sehari-hari plus browsing. Jika pengguna ingin memainkan game online ringan sekelas 3 Kingdoms, desktop ini masih mampu melayani.
Dengan harga sekitar lima jutaan rupiah plus OS Windows 7 Profesional (32bit), dekstop ini nampak manis jika diletakan di sudut meja kantor, atau ditempel di dinding ruang. Bagi manajer operasional kantor yang ingin 'meremajakan' unit desktop tuanya, kiranya ThinkCentr A70z merupakan salah satu pilihan yang tepat. Apalagi jika melihat harganya yang lumayan terjangkau, yakni US$ 499 .
Kelebihan:
( fw / ash )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Tren ini sesuai dengan pasar PC UKM yang tengah tumbuh dan diperkirakan akan tumbuh menjadi lebih dari 99 juta PC pada 2011. Terkait hal ini, Lenovo langsung merespon lewat produk terbarunya.
Lenovo menghadirkan kelas desktop AiO terbarunya bernama ThinkCentre A70z. Satu nafas dengan laptop ThinkPad, desktop ini sangat tepat dimiliki kelas pekerja kantoran.
Kali ini detikINET berkesempatan menjajal produk terbaru AiO Lenovo tersebut yang hadir dengan box besarnya. Satu hal terbesit di kepala detikINET, sebuah AiO desktop tentunya tak membutuhkan waktu lama untuk menyalakannya. Dari membuka box, hingga siap booting seharusnya tak ada masalah berarti.
Benar saja, walaupun box A70z ini tergolong besar, namun tak butuh lama untuk memasang semua perangkatnya. Dari mulai membuka box, memasang adaptor, hingga mengkoneksikan keyboard dan mouse nirkabel, semua tak ada masalah.
Dalam waktu kurang dari tiga menit, desktop hitam ini selesai dibangun. Dengan satu tarikan penyangga di bagian belakang, A70z langsung berdiri tegak. Berikut adalah tampilannya!

Desain: Tipis di Muka, Gendut di Belakang
Lenovo mengklaim ThinkCentre A70z adalah produk yang ramah lingkungan dan mudah didaur ulang. Dilihat dari bahannya, lapisan depan A70z mengingatkan detikINET pada bahan glossy hitam seri laptop ThinkPad.
Bentuk desktop ini dari depan memang terlihat 'seksi'. Namun saat ditelisik bagian samping dan belakang bodynya, loh..kok gendut? Walau desain depannya sedikit 'menipu', namun bentuk dekstop ini tetap enak dilihat.
Dengan keyboard dan mouse nirkabel yang dikoneksikan via bluetooth, pengguna dapat dengan bebas berinteraksi dengan ThinkCentre A70z. Saat dijajal detikINET, wireless keyboard dan mouse ini masih berfungsi sangat baik dari jarak sekitar sepuluh meter.
Sepertinya A70z merupakan desktop yang didesain dengan simpel dan minimalis. Pada body depan di kanan bawah hanya ada satu tombol power saja, ditemani satu lampu indikator berwarna hijau tepat di sebelahnya.
Sama seperti beberapa produk AiO lain, posisi speaker A70z terletak di bagian bawah menghadap ke luar. Sementara posisi webcam terletak di bagian atas, dengan lubang mic kecil di sisi kanan.
Untuk sisi kanan dan kiri, desainnya juga lumayan simpel. Di bagian kiri ada tiga buah port USB dan jack audio, sementara di sisi kanan terdapat DVD room. Di bagian belakang ada tiga buah port USB lagi plus satu LAN ditemani satu port VGA.
Secara umum body desktop ini tergolong berat untuk ukuran layar 19 inchinya. Walau A70z didesain dijinjing dengan satu tangan, namun sebaiknya butuh dua orang untuk membawanya secara aman.

Menghemat Tempat dan Bisa 'Ditempel' pada Dinding
Dibanding sepupunya Ideacentre B500, desktop Thinkcentre memang lebih menghemat tempat. Dengan bentangan layar wide-screen sebesar 19 inchi beresolusi 16:10, produk ini dapat diletakkan melengkapi sudut lingkungan ruang kantor.
Lenovo mengklaim, AiO ini menghemat sampai 70% ruang dibanding dengan desktop tradisional plus monitornya. Desktop ini juga bisa diletakkan pada dinding kantor, dengan didukung dudukan radial atau ditumpu dengan dudukan kaki seperti sebuah bingkai foto.
Sayangnya, saat dudukan tersebut dicek lebih lanjut, bahannya sedikit 'mengerikan' karena nampak tidak kokoh untuk menahan beban keseluruhan desktop ini, jika ingin 'ditempel' pada dinding.
Untungnya A70Z hanya memiliki kabel power tunggal, yang dirasa membantu dalam menghilangkan rentangan kabel kusut yang biasanya ada di atas meja kantor. Sementara built-in handle di bagian belakang monitor kian mempermudah pengguna mengangkat produk ini untuk dipindah ke tempat lain.
Performa Video, Audio dan Skype
Untuk masalah audio, sepertinya ThinkCentre A70z tergolong di bawah rata-rata. Pasalnya saat dijajal untuk memutar beberapa variasi lagu jazz, rock, klasik dan pop, speaker produk ini kurang membahana. Dentuman bass yang dihasilkan pun tak terasa 'segar'. Sementara suara selalu didominasi treble. Saat volume dimaksimalkan, suara speaker malah terdengar 'pecah'.
Dari sisi grafis, desktop ini hanya dibekali Intel G41 Express Chipset. Alhasil jangan berharap untuk memainkan game-game 3D berkelas pada produk ini. Dengan bantuan prosesor Intel Core 2 Duo E7500, A70z sudah cukup lancar untuk menjalankan game online sekelas Three Kingdom. Sementara saat digunakan untuk memutar video kualitas full HD, desktop all-in-one ini ternyata cukup lancar walau berbekal grafis terintegerasi.
Sebagai AiO desktop bagi kebutuhan office kantoran, rasanya tak pas bila produk ini tidak dijajal melakukan voice/video call dengan Skype. Saat dicoba, kualitas mic dan web cam milik A70z termasuk standar jika dibanding AiO lain. Tak ada ditur tambahan untuk pencahayaan webcam. Dalam setting maksimal, suara yang keluar dari speaker rasanya cukup pas bergema di sebuah ruang kerja.
Kesimpulan:
Pada dasarnya desktop AiO ThinkCentre A70z ini ditujukan bagi pekerja kantoran. Jadi jangan samakan produk ini dengan AiO lain macam IdeaCentre karena memang posisinya beda.
Dengan desain yang sangat menghemat tempat, produk ini sebaiknya difungsikan untuk operasional office kantor sehari-hari plus browsing. Jika pengguna ingin memainkan game online ringan sekelas 3 Kingdoms, desktop ini masih mampu melayani.
Dengan harga sekitar lima jutaan rupiah plus OS Windows 7 Profesional (32bit), dekstop ini nampak manis jika diletakan di sudut meja kantor, atau ditempel di dinding ruang. Bagi manajer operasional kantor yang ingin 'meremajakan' unit desktop tuanya, kiranya ThinkCentr A70z merupakan salah satu pilihan yang tepat. Apalagi jika melihat harganya yang lumayan terjangkau, yakni US$ 499 .
Kelebihan:
- Bisa diletakkan pada dinding kantor
- Cukup menghemat tempat
- Harga terjangkau
- Sedikit Berat. Riskan jika digantungkan
- Suara pecah dan cenderung didominasi treble
- Prosesor : Intel Core 2 Duo E7500
- Memori RAM : 2GB (up to 4GB)
- Grafis : Intel G41 Express Chipset
- Hardisk : 320 GB SATA 7200 RPM
- Optical Drive : DVD RW
- Harga : US$ 499
- PC Mark SUite : 3713
- Memories Suite : 2517
- TV & Movies Suite : 2783
- Gaming Suite : 1791
- Music Suite : 4687
- Communication Suite : 3807
- Productivity Suite : 2115
- HDD test Suite : 3637
( fw / ash )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Baca Juga
Berita Terbaru
Index »
-
Rabu, 09/05/2012 13:18 WIB
Hands On
Pandangan Pertama Pada PS Vita yang Memikat
-
Senin, 07/05/2012 12:48 WIB
Review Produk
Kupas Tuntas Kehandalan HTC One X
-
Jumat, 27/04/2012 12:56 WIB
Menjajal Netbook 'Dua Detik' Asus
-
Selasa, 24/04/2012 12:13 WIB
Review Produk
Sekilas Pandang Intel Ivy Bridge Core i7-3770K
-
Kamis, 19/04/2012 08:26 WIB
Hands On
Kencan Singkat dengan Galaxy Tab 2 7.0 Inch
-
Selasa, 17/04/2012 16:45 WIB
Review Produk
WD My Passport 2 TB, Si Mungil Berdaya Tampung Besar
-
Senin, 16/04/2012 13:19 WIB
Review Produk
Sony S: Tablet Nyentrik nan Futuristik
-
Jumat, 13/04/2012 16:18 WIB
Review Produk
Xperia S, 'Debut' Menjanjikan Sony di Jagat Android
- Sabtu, 26/05/2012 17:54 WIB
Tablet Google Dipamerkan Bulan Depan
- Sabtu, 26/05/2012 12:48 WIB
Karyawan Yahoo Ramai-ramai Puji Axis di App Store
- Sabtu, 26/05/2012 10:27 WIB
Sensor 16 MP OmniVision Mampu Rekam Video 4K
- Jumat, 25/05/2012 10:51 WIB
Nasib BlackBerry Messenger Suram?
- Sabtu, 26/05/2012 13:19 WIB
Siri Dibenamkan di OS X Mountain Lion?
- Jumat, 25/05/2012 16:07 WIB
6 Ponsel Nokia Terpopuler
- Sabtu, 26/05/2012 15:36 WIB
Rumor: FIFA 2013 'Kick-off' September 2012
- Jumat, 25/05/2012 09:03 WIB
Lucu! Pencuri iPhone Kirim Foto Dirinya ke Facebook Korban
- Jumat, 25/05/2012 10:19 WIB
Tips Mengubah Kontak di BlackBerry Menjadi Excel
-
224 Komentar
-
84 Komentar
-
80 Komentar
-
64 Komentar
-
63 Komentar
-
59 Komentar
-
57 Komentar
-
54 Komentar
-
48 Komentar
Pro Kontra
Index »
Galaxy S III Smartphone Terbaik Saat Ini?
Pro
Kontra
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





Sending your message



.jpg)
