detikinet

Laporan dari Kuala Lumpur

Prosumer Digital, Masa Depan Industri Komputer

Achmad Rouzni Noor II - detikinet
Selasa, 29/06/2010 09:38 WIB

David McCloskey (rou/inet)

Kuala Lumpur - Google memang masih menjadi mesin pencari nomor satu. Namun siapa yang sangka, kini situs pencarian terbesar kedua di dunia bukanlah Yahoo atau Bing, tapi YouTube.

Ya, YouTube. Menurut David McCloskey, Director Platform Marketing and Business Operations Intel Asia Pacific, YouTube telah menjadi fenomena baru di industri internet.

Situs yang sejatinya hanya untuk berbagi file video itu terus merangsek naik dan mendominasi trafik pencarian konten di internet mengalahkan Yahoo dan Bing.

Selain situs pencari, situs nomor satu yang kini banyak dikunjungi pengguna internet adalah Facebook. Situs besutan Mark Zuckerberg itu menjadi portal terbesar dengan catatan sedikitnya ada 198.000 file foto terunggah setiap harinya.

"Semua orang memproduksi, dan semua orang mengkonsumsi," kata McCloskey dalam acara Intel South East Asia Media Workshop 2010 di Kuala Lumpur, Malaysia, 28-29 Juni 2010.

Dengan terus diunggahnya file foto dan video ke internet, hal ini tentu menjadi peluang sekaligus tantangan bagi produsen komputer dan prosesor untuk memenuhi kebutuhan prosumer digital -- sebutan untuk konsumen era digital yang kian cerdas.

Prosumer digital, yang praktis menjadi bagian dari warga internet dinilai oleh Intel South East Asia Director, Debjani Ghosh, sebagai masa depan dari industri komputer saat ini.

Sebagai warga internet, para prosumer digital tentu terhubung dengan jejaring sosial alias social media networking.

"Lonjakan dari media sosial sangat menakjubkan, pertumbuhannya fenomenal. Dari negara-negara di Asia Pasifik, Indonesia merupakan yang pertumbuhan social medianya sangat luar biasa," kata Ghosh di sela kesempatan yang sama.

Di Twitter, misalnya. Topik yang selalu mendominasi tren (trending topic) di situs mikroblogging tersebut kerap dipenuhi oleh topik dari Indonesia.

"Pernah saya baca di Twitter, ada menteri dari Indonesia yang mobilnya masuk ke jalur busway. Kemudian ada memotret dan mengunggahnya ke Twitter. Setelah jadi ramai, sang menteri akhirnya minta maaf dan bersedia membayar denda. Itulah dampak dari social media," kata Ghosh.

"Saat ini siapa yang belum bergabung dengan social media, saya rasa hampir tidak ada. Semua orang sudah ikut di dalamnya. Dan lebih dari 50% populasinya adalah orang muda. Mereka ingin didengar, mereka ingin terhubung 24 jam, tak peduli di manapun, mereka ingin terhubung dan mengekspresikan diri."

Menurut Ghosh, tak mungkin kita bisa menunggu hingga tiba di rumah terlebih dahulu agar bisa terhubung di dunia maya. "Kalau bisa di jalan saat itu juga. Kita menginginkan seamless experience. Itu sebabnya Intel punya visi menawarkan seamless device."

Intel melihat fenomena ini sebagai peluang bagi produsen komputer untuk memasarkan komputer jinjing yang sudah menyatu (embedded) dengan perangkat jaringan nirkabel generasi terbaru, 4G Wimax. Seperti apa produknya, tunggu saja liputan berikutnya.

( rou / ash )

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login


    Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    Pro Kontra Index »

    Galaxy S III Smartphone Terbaik Saat Ini?

    Performa Galaxy S III terbilang menjanjikan. Ia mengusung quadcore, layar Gorilla Glass 2, serta fitur melimpah. Tak pelak, Samsung mengklaim Galaxy S III sebagai smartphone terbaik saat ini. Anda setuju?
    Pro
    51%
    Kontra
    49%