detikinet

Apple Diminta 'Transparan' Soal Data Pengguna

Rachmatunisa - detikinet
Senin, 28/06/2010 17:33 WIB

Apple Inc. (Ist)

Jakarta - Banyak negara, saat ini tengah menyoroti praktik pengumpulan data yang dilakukan perusahaan teknologi besar, termasuk Apple. Pengumpulan data semacam ini dianggap melanggar hak privasi pengguna atau konsumen. Pasalnya, data-data tersebut diambil tanpa sepengetahuan pemiliknya.

Merespons praktik seperti ini, salah satu negara Eropa, Jerman, meminta agar Apple bisa bersikap terbuka dan transparan dalam menyebutkan jenis data apa saja yang mereka kumpulkan dari pengguna gadget dan layanan mereka, serta menjelaskan dengan gamblang untuk kepentingan apa data-data tersebut.

"Pengguna iPhone dan perangkat GPS lainnya harus waspada mengenai jenis informasi apa saja yang dikumpulkan mereka (Apple)," kata menteri hukum Jerman Sabine Leutheusser-Schnarrenberger dikutip detikINET dari Reuters, Senin (28/6/2010).

Kritik yang dilontarkan menteri itu ditujukan pada perubahan yang dibuat Apple dalam kebijakan privasi, dimana perusahaan milik Steve Jobs tersebut bisa seenaknya mengumpulkan data lokasi geografis dari para pengguna gadget dan layanan mereka.

"Kami berharap Apple berkenan membeberkan database mereka dan memberitahukannya pada otoritas perlindungan data Jerman," tegasnya.

Sementara itu, pihak Apple sendiri hingga saat ini masih belum mau berkomentar.

( rns / wsh )

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login


    Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    Pro Kontra Index »

    Galaxy S III Smartphone Terbaik Saat Ini?

    Performa Galaxy S III terbilang menjanjikan. Ia mengusung quadcore, layar Gorilla Glass 2, serta fitur melimpah. Tak pelak, Samsung mengklaim Galaxy S III sebagai smartphone terbaik saat ini. Anda setuju?
    Pro
    51%
    Kontra
    49%