Berita Utama
-
Selasa, 22/05/2012 15:24 WIB
13 Ponsel yang Menjadi Tonggak Sejarah
-
Selasa, 22/05/2012 13:15 WIB
Samsung Resmi Boyong Galaxy S III ke Indonesia
-
Selasa, 22/05/2012 11:32 WIB
16 Game iPhone yang Wajib Dimainkan
-
Selasa, 22/05/2012 10:29 WIB
Saham Anjlok, Harta Pendiri Facebook 'Lenyap' Rp 20 Triliun
-
Selasa, 22/05/2012 12:20 WIB
Saran Bagi Zuckerberg Agar Facebook Tak Terpuruk
-
Selasa, 22/05/2012 08:48 WIB
Saham Facebook Tumbang
-
Selasa, 22/05/2012 09:26 WIB
5 Kesalahan di Twitter yang Harus Dihindari
-
Senin, 21/05/2012 13:18 WIB
Priscilla Chan, Dokter yang Jadi Nyonya Zuckerberg
-
Senin, 21/05/2012 13:45 WIB
5 Brand yang Sukses 'Jualan' via Instagram
'Masih Pakai IPv4, Anda akan Sendirian di Dunia'
Selasa, 08/06/2010 12:18 WIB

IPv4 (ist)
Bali - Para penggiat internet Indonesia diimbau jangan menganggap remeh fenomena kian menipisnya alamat internet protokol versi 4 (IPv4). Ini harus segera diantisipasi, jangan malah terlena.
Demikian pendapat Indar Atmanto, Direktur Utama Indosat Mega Media (IM2) ketika menjadi pembicara dalam Rakernas APJII 2010 yang berlangsung di Hotel Padma, Bali (8/6/2010).
Sebab menurutnya, jika terlena, tak terasa Anda akan sendirian di dunia. Sebab, ketika alamat IPv4 habis maka penggiat internet lainnya sudah pada hijrah ke IPv6 sebagai protokol pengalamatan internet generasi baru.
"Kalau sudah seperti itu akan sangat terlambat. Makanya lebih baik kita bergerak bersama-sama untuk bersiap menghadapi perubahan ini," tukas pria yang juga menjabat sebagai Dewan Pengawas APJII ini.
Indonesia sendiri melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika dan Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) saat ini terus berupaya untuk mendorong para penggiat internet Indonesia agar segera hijrah ke IPv6.
Sebab jika dibandingkan negara lain seperti Korea dan Jepang, Indonesia masih kalah jauh dalam implementasi IPv6.
"Jepang terbilang sukses dalam mengadopsi IPv6. Sebab operator di sana memiliki inisiatif. Berbeda dengan Indonesia yang kesadarannya masih kurang, hingga sampai harus didorong pemerintah," imbuh Eka Indarto, Kepala Bidang Riset APJII kepada detikINET.
Alokasi IPv4 saat ini tersisa sekitar 6-7% dari persediaan IPv4 yang mencapai 4miliar. Jadi saat ini sisa blok alamat IPv4 tinggal sekitar 280 juta.
Melihat pertumbuhan internet yang terus melonjak, Plt Dirjen Postel Muhammad Budi Setiawan mengatakan, puncak kelangkaan IPv4 diperkirakan akan berlangsung pada 12-18 bulan ke depan.
Pun demikian, lanjut Iwan -- demikian panggilannya -- para penggiat internet Indonesia jangan lantas hijrah drastis ke IPv6 ini. Pasalnya, perubahan ini bisa dilakukan secara bertahap dan perlahan.
"IPv4 bisa diparalel dengan IPv6, jadi gak langsung drastis. Yang pasti kita sudah menegaskan pada 2012 Indonesia IPv6 ready," tegas dirjen.
IPv6 sendiri merupakan protokol pengalamatan internet generasi baru yang dimaksudkan untuk menggantikan Internet Protokol versi 4 (IPv4) yang digunakan saat ini dan sudah hampir habis sumber dayanya.
Keberadaan IPv4 yang telah berusia sekitar 20 tahun mulai menimbulkan masalah karena jumlahnya yang terbatas dan semakin berkurang, sementara pertumbuhan dan penambahan mesin ke dalam internet semakin meningkat.
IPv4 memiliki sekitar 4 miliar alamat IP, sedang IPv6 memiliki alamat IP yang jumlah alokasinya diperkirakan 7 kali lebih banyak dari slot alokasi IPv4. Dengan makin banyaknya perangkat teknologi informasi dan telekomunikasi yang menggunakan IP, hal itu serta merta menjadikan IPv6 sebagai solusi atas keterbatasan IPv4.
( ash / eno )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Demikian pendapat Indar Atmanto, Direktur Utama Indosat Mega Media (IM2) ketika menjadi pembicara dalam Rakernas APJII 2010 yang berlangsung di Hotel Padma, Bali (8/6/2010).
Sebab menurutnya, jika terlena, tak terasa Anda akan sendirian di dunia. Sebab, ketika alamat IPv4 habis maka penggiat internet lainnya sudah pada hijrah ke IPv6 sebagai protokol pengalamatan internet generasi baru.
"Kalau sudah seperti itu akan sangat terlambat. Makanya lebih baik kita bergerak bersama-sama untuk bersiap menghadapi perubahan ini," tukas pria yang juga menjabat sebagai Dewan Pengawas APJII ini.
Indonesia sendiri melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika dan Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) saat ini terus berupaya untuk mendorong para penggiat internet Indonesia agar segera hijrah ke IPv6.
Sebab jika dibandingkan negara lain seperti Korea dan Jepang, Indonesia masih kalah jauh dalam implementasi IPv6.
"Jepang terbilang sukses dalam mengadopsi IPv6. Sebab operator di sana memiliki inisiatif. Berbeda dengan Indonesia yang kesadarannya masih kurang, hingga sampai harus didorong pemerintah," imbuh Eka Indarto, Kepala Bidang Riset APJII kepada detikINET.
Alokasi IPv4 saat ini tersisa sekitar 6-7% dari persediaan IPv4 yang mencapai 4miliar. Jadi saat ini sisa blok alamat IPv4 tinggal sekitar 280 juta.
Melihat pertumbuhan internet yang terus melonjak, Plt Dirjen Postel Muhammad Budi Setiawan mengatakan, puncak kelangkaan IPv4 diperkirakan akan berlangsung pada 12-18 bulan ke depan.
Pun demikian, lanjut Iwan -- demikian panggilannya -- para penggiat internet Indonesia jangan lantas hijrah drastis ke IPv6 ini. Pasalnya, perubahan ini bisa dilakukan secara bertahap dan perlahan.
"IPv4 bisa diparalel dengan IPv6, jadi gak langsung drastis. Yang pasti kita sudah menegaskan pada 2012 Indonesia IPv6 ready," tegas dirjen.
IPv6 sendiri merupakan protokol pengalamatan internet generasi baru yang dimaksudkan untuk menggantikan Internet Protokol versi 4 (IPv4) yang digunakan saat ini dan sudah hampir habis sumber dayanya.
Keberadaan IPv4 yang telah berusia sekitar 20 tahun mulai menimbulkan masalah karena jumlahnya yang terbatas dan semakin berkurang, sementara pertumbuhan dan penambahan mesin ke dalam internet semakin meningkat.
IPv4 memiliki sekitar 4 miliar alamat IP, sedang IPv6 memiliki alamat IP yang jumlah alokasinya diperkirakan 7 kali lebih banyak dari slot alokasi IPv4. Dengan makin banyaknya perangkat teknologi informasi dan telekomunikasi yang menggunakan IP, hal itu serta merta menjadikan IPv6 sebagai solusi atas keterbatasan IPv4.
( ash / eno )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Baca Juga
Berita Terbaru
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 07:39 WIB
Apple Minta Restu Bangun 'Pesawat Luar Angkasa'
-
Selasa, 22/05/2012 17:50 WIB
Galaxy Note Gaet Beckham
-
Selasa, 22/05/2012 17:03 WIB
Pernikahan Zuckerberg Pecahkan Rekor 'Like' di Facebook
-
Selasa, 22/05/2012 15:43 WIB
Persembahan 'Lima Kata' untuk Steve Jobs
-
Selasa, 22/05/2012 15:15 WIB
KLiK, Aplikasi iPhone Pengenal Wajah
-
Selasa, 22/05/2012 12:20 WIB
Saran Bagi Zuckerberg Agar Facebook Tak Terpuruk
-
Selasa, 22/05/2012 09:42 WIB
Dosen Unsoed Bikin Aplikasi Mesin Kasir Android
-
Selasa, 22/05/2012 08:26 WIB
Google Chrome Gusur IE Jadi Browser Terpopuler
- Rabu, 23/05/2012 07:51 WIB
OS BlackBerry 10 Datang, Qwerty Fisik Menghilang?
- Rabu, 23/05/2012 07:35 WIB
Apple Minta Restu Bangun 'Pesawat Luar Angkasa'
- Rabu, 23/05/2012 08:26 WIB
'My Last Wish', Jejaring Sosial Sebelum Mati
- Rabu, 23/05/2012 08:10 WIB
Ini 11 Investor 'Kelas Berat' Pemegang Saham Facebook
- Rabu, 23/05/2012 09:17 WIB
Melempem, Saham Facebook Makin Murah
- Selasa, 22/05/2012 16:33 WIB
Ssstt... Harga Galaxy S II akan Dipangkas
- Selasa, 22/05/2012 15:24 WIB
13 Ponsel yang Menjadi Tonggak Sejarah
- Selasa, 22/05/2012 14:44 WIB
Samsung Bingung Tetapkan Harga Galaxy S III di Indonesia
- Selasa, 22/05/2012 09:26 WIB
Tips & Trik
5 Kesalahan di Twitter yang Harus Dihindari
-
87 Komentar
-
82 Komentar
-
79 Komentar
-
79 Komentar
-
73 Komentar
-
63 Komentar
-
52 Komentar
-
43 Komentar
-
43 Komentar
Pro Kontra
Index »
iPad Generasi Terbaru Memuaskan?
Pro
Kontra
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





Sending your message





