detikinet

'Masih Pakai IPv4, Anda akan Sendirian di Dunia'

Ardhi Suryadhi - detikinet
Selasa, 08/06/2010 12:18 WIB

IPv4 (ist)

Bali - Para penggiat internet Indonesia diimbau jangan menganggap remeh fenomena kian menipisnya alamat internet protokol versi 4 (IPv4). Ini harus segera diantisipasi, jangan malah terlena.

Demikian pendapat Indar Atmanto, Direktur Utama Indosat Mega Media (IM2) ketika menjadi pembicara dalam Rakernas APJII 2010 yang berlangsung di Hotel Padma, Bali (8/6/2010).

Sebab menurutnya, jika terlena, tak terasa Anda akan sendirian di dunia. Sebab, ketika alamat IPv4 habis maka penggiat internet lainnya sudah pada hijrah ke IPv6 sebagai protokol pengalamatan internet generasi baru.

"Kalau sudah seperti itu akan sangat terlambat. Makanya lebih baik kita bergerak bersama-sama untuk bersiap menghadapi perubahan ini," tukas pria yang juga menjabat sebagai Dewan Pengawas APJII ini.

Indonesia sendiri melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika dan Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) saat ini terus berupaya untuk mendorong para penggiat internet Indonesia agar segera hijrah ke IPv6.

Sebab jika dibandingkan negara lain seperti Korea dan Jepang, Indonesia masih kalah jauh dalam implementasi IPv6.

"Jepang terbilang sukses dalam mengadopsi IPv6. Sebab operator di sana memiliki inisiatif. Berbeda dengan Indonesia yang kesadarannya masih kurang, hingga sampai harus didorong pemerintah," imbuh Eka Indarto, Kepala Bidang Riset APJII kepada detikINET.

Alokasi IPv4 saat ini tersisa sekitar 6-7% dari persediaan IPv4 yang mencapai 4miliar. Jadi saat ini sisa blok alamat IPv4 tinggal sekitar 280 juta.

Melihat pertumbuhan internet yang terus melonjak, Plt Dirjen Postel Muhammad Budi Setiawan mengatakan, puncak kelangkaan IPv4 diperkirakan akan berlangsung pada 12-18 bulan ke depan.

Pun demikian, lanjut Iwan -- demikian panggilannya -- para penggiat internet Indonesia jangan lantas hijrah drastis ke IPv6 ini. Pasalnya, perubahan ini bisa dilakukan secara bertahap dan perlahan.

"IPv4 bisa diparalel dengan IPv6, jadi gak langsung drastis. Yang pasti kita sudah menegaskan pada 2012 Indonesia IPv6 ready," tegas dirjen.

IPv6 sendiri merupakan protokol pengalamatan internet generasi baru yang dimaksudkan untuk menggantikan Internet Protokol versi 4 (IPv4) yang digunakan saat ini dan sudah hampir habis sumber dayanya.

Keberadaan IPv4 yang telah berusia sekitar 20 tahun mulai menimbulkan masalah karena jumlahnya yang terbatas dan semakin berkurang, sementara pertumbuhan dan penambahan mesin ke dalam internet semakin meningkat.

IPv4 memiliki sekitar 4 miliar alamat IP, sedang IPv6 memiliki alamat IP yang jumlah alokasinya diperkirakan 7 kali lebih banyak dari slot alokasi IPv4. Dengan makin banyaknya perangkat teknologi informasi dan telekomunikasi yang menggunakan IP, hal itu serta merta menjadikan IPv6 sebagai solusi atas keterbatasan IPv4.
( ash / eno )

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login


    Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    Berita Terbaru Index »
    Pro Kontra Index »

    iPad Generasi Terbaru Memuaskan?

    Setelah sekian lama dinanti, Apple akhirnya memperkenalkan iPad generasi terbaru. Bentuk perangkat ini memang tidak berubah dibanding iPad 2. Namun dari sisi fitur, new iPad cukup memuaskan. Menurut Anda?
    Pro
    50%
    Kontra
    50%