Berita Utama
-
Jumat, 25/05/2012 17:21 WIB
Warga Twitter Puji Dedikasi 'Satpam Digital'
-
Jumat, 25/05/2012 16:07 WIB
6 Ponsel Nokia Terpopuler
-
Jumat, 25/05/2012 15:19 WIB
5 Casing iPhone yang Punya 'Gigi' Pembuka Botol
-
Jumat, 25/05/2012 11:19 WIB
I Made Wiryana, Anak Band yang Jadi 'Cyber Paspampres'
-
Jumat, 25/05/2012 12:52 WIB
Mencicipi Facebook Camera: Instagram ala Facebook
-
Jumat, 25/05/2012 10:19 WIB
Tips Mengubah Kontak di BlackBerry Menjadi Excel
-
Kamis, 24/05/2012 15:37 WIB
Negara Mana 'Raja' Internet ASEAN?
-
Kamis, 24/05/2012 12:12 WIB
5 'Nenek Moyang' Smartphone Android
-
Kamis, 24/05/2012 11:15 WIB
Waspadai Email Palsu dari 'Facebook'
Kabar Kampus
Manfaat Langsung Karya Ilmiah Doktor Teknologi Informasi
Rabu, 26/05/2010 15:47 WIB

Ilustrasi (Ist.)
Jakarta - Seringkali karya ilmiah akademis dipertanyakan aspek aplikasi atau manfaat dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini disebabkan masalah atau problem sehari-hari jarang diangkat menjadi karya ilmiah akademisi karena dianggap terlalu sederhana dan kesannya belum terlalu pantas untuk diangkat menjadi topik penelitian. Tetapi fenomena ini dicoba diterobos oleh beberapa peneliti dari Universitas Gunadarma yang sedang menyelesaikan program doktor Teknologi Informasi.
Sebagai contoh game komputer masih sering dianggap hal main-main. Seringkali orang tidak sadar bahwa di balik game komputer terlibat teknologi komputasi yang cukup rumit, dari database, matematika, grafik komputer dan bahkan artificial intelligence. Game komputer juga bukan digunakan sebagai perangkat lunak untuk menghabiskan waktu belaka. Tetapi kini juga digunakan untuk aplikasi-aplikasi serius, misalnya untuk pelatihan dalam suatu simulasi pelatihan tentara saat menghadapi medan perang.
Pada tanggal 26 Mei 2010, Program Doktor Universitas Gunadarma telah meluluskan Bheta Agus Wardijono, yang menyajikan penelitian di bidang game komputer. Dalam penelitian doktornya, Dr. Bheta mengembangkan serious game yang mensimulasikan prosedur pemadam kebakaran di suatu rumah sakit.
Penelitian ini telah mengembangkan suatu game engine yang berbasiskan game-game engine Open Source. Game yang dikembangkan ini menggunakan model tiga dimensi suatu rumah sakit yang sesuai dengan kondisi aslinya.
Sistem simulasi yang dikembangkan ini dapat dijadikan sebagai suatu perangkat pelatihan bagi perawat rumah sakit di dalam penanganan ketika terjadi suatu kebakaran di rumah sakit. Sehingga para perawat memahami prosedur penyelamatan yang seharusnya dilakukan, sehingga dapat meminimalkan kemungkinan jatuhnya korban akibat salah penanganan ketika terjadi kebakaran.
Penanganan yang salah ini dapat diakibatkan oleh kekurangpahaman teknik penyelamatan serta kepanikan. Dengan memanfaatkan teknologi game yang menyajikan simulasi Virtual Reality yang memodelkan kondisi nyata maka para perawat dapat berlatih dengan kondisi nyata. Pelatihan yang memanfaatkan sistem ini diharapkan dapat dilakukan dengan efektif dan efisien karena tidak perlu melibatkan pasien asli.
Algoritma Pemeringkatan Web
Pada hari yang sama juga, sebuah topik yang menarik lainnya yaitu suatu algoritma pemeringkatan web berdasarkan relevansi konten yang diterapkan untuk situs pemerintahan daerah. Penelitian ini adalah hasil penelitian program doktor Dr. Widya Silfianti yang pada hari yang sama menyajikan hasil penelitian di dalam sidang terbuka doktor. Metode ini sangat menarik untuk diterapkan di dalam proses evaluasi suatu situs pemerintah di Indonesia.
Saat ini keberadaan situs pemerintah daerah bisa dikatakan sebagai suatu kewajiban. Apalagi dengan keberadaan UU Kebebasan Mendapatkan Informasi. Saat ini badan pemerintah diharapkan memberikan informasi sebagai suatu bentuk layanan kepada masyarkat luas. Penyediaan informasi ini diharapkan dapat diakses dengan mudah oleh masyarakat, misalnya melalui teknologi internet. Penyedian informasi di internet ini adalah bentuk dasar dari implementasi eGovernment.
Sistem perankingan ini menggunakan komponen crawler yang menerapkan teknologi agent. Crawler ini lazim diterapkan pada sistem search engine. Sebagai kasus studi adalah situs-situs pemerintah daerah di Indonesia, 'di-crawl' dan dilakukan analisis konten dan dilakukan perangkingan. Jadi pada dasarnya sistem ini juga dapat beroperasi sebagai search engine semantik untuk situs pemerintah daerah.
Keberadaan suatu sistem pemerangkatan ini akan memudahkan situs pemerintah dalam melakukan evaluasi situsnya dan melakukan perbaikan informasi yang disediakan situs tersebut. Sistem perangkingan ini berdasarkan relevansi kandungan informasi yang disediakan suatu situs pemeirntahan daerah. Pengukuran juga dilakukan dengan menghitung jumlah link ke situs tersebut baik inbound ataupun outbound, serta trafik akses web serta kekayaan informasi yang disajikan dalam web pemda tersebut.
Sistem evaluasi ini diharapkan dapat membantu pengelola situs pemda untuk memperbaiki situs pemerintah daerah. Misalnya dapat dilakukan dengan memperkaya konten sesuai dengan yang dicari masyarakat. Atau menambah link yang perlu dan juga mengoreksi link yang salah. Sistem evaluasi ini bukan bertujuan untuk menghakimi suatu situs, tetapi lebih kepada perangkat bantu evaluasi diri dari situs tersebut.
Kedua hasil penelitian tersebut merupakan upaya Universitas Gunadarma untuk menjadikan riset akademik lebih bersifat 'down to earth' alias membumi dan dekat dengan kebutuhan masyarakat.
Dengan demikian diharapkan kontribusi secara nasional ataupun internasional dari para peneliti dan dunia akademik menjadi lebih cepat dan lebih banyak di dalam bidang Teknologi Informasi.
Sebagai upaya mendiseminasi hasil penelitian tersebut ke publik, maka hasil penelitian doktor tersebut dipaparkan di dalam sidang terbuka ujian doktor yang diselenggarakan, di Auditorium Kampus D, Universitas Gunadarma, Margonda Depok.
*) Penulis adalah I Made Wiryana, akademisi dari Universitas Gunadarma dan praktisi Open Source.
Kampus Anda juga memiliki kisah menarik? Kirimkan ulasannya ke email redaksi[at]detikinet.com, dan berbagi pengalaman kepada pembaca kami.
( ash / ash )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Sebagai contoh game komputer masih sering dianggap hal main-main. Seringkali orang tidak sadar bahwa di balik game komputer terlibat teknologi komputasi yang cukup rumit, dari database, matematika, grafik komputer dan bahkan artificial intelligence. Game komputer juga bukan digunakan sebagai perangkat lunak untuk menghabiskan waktu belaka. Tetapi kini juga digunakan untuk aplikasi-aplikasi serius, misalnya untuk pelatihan dalam suatu simulasi pelatihan tentara saat menghadapi medan perang.
Pada tanggal 26 Mei 2010, Program Doktor Universitas Gunadarma telah meluluskan Bheta Agus Wardijono, yang menyajikan penelitian di bidang game komputer. Dalam penelitian doktornya, Dr. Bheta mengembangkan serious game yang mensimulasikan prosedur pemadam kebakaran di suatu rumah sakit.
Penelitian ini telah mengembangkan suatu game engine yang berbasiskan game-game engine Open Source. Game yang dikembangkan ini menggunakan model tiga dimensi suatu rumah sakit yang sesuai dengan kondisi aslinya.
Sistem simulasi yang dikembangkan ini dapat dijadikan sebagai suatu perangkat pelatihan bagi perawat rumah sakit di dalam penanganan ketika terjadi suatu kebakaran di rumah sakit. Sehingga para perawat memahami prosedur penyelamatan yang seharusnya dilakukan, sehingga dapat meminimalkan kemungkinan jatuhnya korban akibat salah penanganan ketika terjadi kebakaran.
Penanganan yang salah ini dapat diakibatkan oleh kekurangpahaman teknik penyelamatan serta kepanikan. Dengan memanfaatkan teknologi game yang menyajikan simulasi Virtual Reality yang memodelkan kondisi nyata maka para perawat dapat berlatih dengan kondisi nyata. Pelatihan yang memanfaatkan sistem ini diharapkan dapat dilakukan dengan efektif dan efisien karena tidak perlu melibatkan pasien asli.
Algoritma Pemeringkatan Web
Pada hari yang sama juga, sebuah topik yang menarik lainnya yaitu suatu algoritma pemeringkatan web berdasarkan relevansi konten yang diterapkan untuk situs pemerintahan daerah. Penelitian ini adalah hasil penelitian program doktor Dr. Widya Silfianti yang pada hari yang sama menyajikan hasil penelitian di dalam sidang terbuka doktor. Metode ini sangat menarik untuk diterapkan di dalam proses evaluasi suatu situs pemerintah di Indonesia.
Saat ini keberadaan situs pemerintah daerah bisa dikatakan sebagai suatu kewajiban. Apalagi dengan keberadaan UU Kebebasan Mendapatkan Informasi. Saat ini badan pemerintah diharapkan memberikan informasi sebagai suatu bentuk layanan kepada masyarkat luas. Penyediaan informasi ini diharapkan dapat diakses dengan mudah oleh masyarakat, misalnya melalui teknologi internet. Penyedian informasi di internet ini adalah bentuk dasar dari implementasi eGovernment.
Sistem perankingan ini menggunakan komponen crawler yang menerapkan teknologi agent. Crawler ini lazim diterapkan pada sistem search engine. Sebagai kasus studi adalah situs-situs pemerintah daerah di Indonesia, 'di-crawl' dan dilakukan analisis konten dan dilakukan perangkingan. Jadi pada dasarnya sistem ini juga dapat beroperasi sebagai search engine semantik untuk situs pemerintah daerah.
Keberadaan suatu sistem pemerangkatan ini akan memudahkan situs pemerintah dalam melakukan evaluasi situsnya dan melakukan perbaikan informasi yang disediakan situs tersebut. Sistem perangkingan ini berdasarkan relevansi kandungan informasi yang disediakan suatu situs pemeirntahan daerah. Pengukuran juga dilakukan dengan menghitung jumlah link ke situs tersebut baik inbound ataupun outbound, serta trafik akses web serta kekayaan informasi yang disajikan dalam web pemda tersebut.
Sistem evaluasi ini diharapkan dapat membantu pengelola situs pemda untuk memperbaiki situs pemerintah daerah. Misalnya dapat dilakukan dengan memperkaya konten sesuai dengan yang dicari masyarakat. Atau menambah link yang perlu dan juga mengoreksi link yang salah. Sistem evaluasi ini bukan bertujuan untuk menghakimi suatu situs, tetapi lebih kepada perangkat bantu evaluasi diri dari situs tersebut.
Kedua hasil penelitian tersebut merupakan upaya Universitas Gunadarma untuk menjadikan riset akademik lebih bersifat 'down to earth' alias membumi dan dekat dengan kebutuhan masyarakat.
Dengan demikian diharapkan kontribusi secara nasional ataupun internasional dari para peneliti dan dunia akademik menjadi lebih cepat dan lebih banyak di dalam bidang Teknologi Informasi.
Sebagai upaya mendiseminasi hasil penelitian tersebut ke publik, maka hasil penelitian doktor tersebut dipaparkan di dalam sidang terbuka ujian doktor yang diselenggarakan, di Auditorium Kampus D, Universitas Gunadarma, Margonda Depok.
*) Penulis adalah I Made Wiryana, akademisi dari Universitas Gunadarma dan praktisi Open Source.
Kampus Anda juga memiliki kisah menarik? Kirimkan ulasannya ke email redaksi[at]detikinet.com, dan berbagi pengalaman kepada pembaca kami.
( ash / ash )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Baca Juga
Berita Terbaru
Index »
-
Sabtu, 26/05/2012 12:48 WIB
Karyawan Yahoo Ramai-ramai Puji Axis di App Store
-
Jumat, 25/05/2012 18:07 WIB
Google+ Ingin Curi 'Mahkota' Flickr?
-
Jumat, 25/05/2012 17:21 WIB
Warga Twitter Puji Dedikasi 'Satpam Digital'
-
Jumat, 25/05/2012 16:45 WIB
Tweet Satpam IPB Sebelum Ditembak: Hati-hati Curanmor di Kampus
-
Jumat, 25/05/2012 14:57 WIB
Google Didesak Tutup Keran Download Ilegal
-
Jumat, 25/05/2012 13:48 WIB
Napak Tilas Perjalanan Awal Facebook
-
Jumat, 25/05/2012 09:03 WIB
Lucu! Pencuri iPhone Kirim Foto Dirinya ke Facebook Korban
-
Jumat, 25/05/2012 08:51 WIB
BMW Punya 10 Juta Fans di Facebook
- Sabtu, 26/05/2012 17:54 WIB
Tablet Google Dipamerkan Bulan Depan
- Sabtu, 26/05/2012 12:48 WIB
Karyawan Yahoo Ramai-ramai Puji Axis di App Store
- Sabtu, 26/05/2012 10:27 WIB
Sensor 16 MP OmniVision Mampu Rekam Video 4K
- Jumat, 25/05/2012 10:51 WIB
Nasib BlackBerry Messenger Suram?
- Sabtu, 26/05/2012 13:19 WIB
Siri Dibenamkan di OS X Mountain Lion?
- Jumat, 25/05/2012 16:07 WIB
6 Ponsel Nokia Terpopuler
- Sabtu, 26/05/2012 15:36 WIB
Rumor: FIFA 2013 'Kick-off' September 2012
- Jumat, 25/05/2012 09:03 WIB
Lucu! Pencuri iPhone Kirim Foto Dirinya ke Facebook Korban
- Jumat, 25/05/2012 10:19 WIB
Tips Mengubah Kontak di BlackBerry Menjadi Excel
-
223 Komentar
-
84 Komentar
-
80 Komentar
-
64 Komentar
-
63 Komentar
-
59 Komentar
-
57 Komentar
-
54 Komentar
-
48 Komentar
Pro Kontra
Index »
Galaxy S III Smartphone Terbaik Saat Ini?
Pro
Kontra
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





Sending your message



.jpg)
.gif)
