detikinet

Twitter Tolak Sodoran Kue Iklan

Fajar Widiantoro - detikinet
Rabu, 26/05/2010 13:00 WIB

twitter ist (techtree)

Jakarta - Twitter akhirnya menegaskan rumor seputar gelontoran iklan yang bakal hadir dalam aplikasi milik pihak ketiga. Dengan ini, pengguna tak perlu resah lagi perihal 'kicauan' mereka yang bakal diganggu iklan.

Kabar tersebut didapat detikINET dari blog Twitter, Selasa (26/5/2010). "Kita takkan mengijinkan pihak ketiga untuk menyuntikkan tweet berbayar, dalam timeline setiap layanan yang memanfaatkan API Twitter," tulis COO Twitter Dick Costolo, pada blog tersebut.

Bagi pengembang aplikasi Twitter, mungkin hal ini kurang menyenangkan. Pasalnya mereka tak jadi mendulang kue iklan.

Bagi Twitter, keputusan tersebut mereka lakukan untuk membuat layanan mereka lebih baik, serta melancarkan pengembangan inovasi di masa mendatang. Para pengembang serta pengiklan tentu harus memahami hal ini, karena Twitter selalu mengedepankan kepuasan pengguna.

Sejalan dengan ini, Twitter juga akan selalu memperbaharui API (application programming interface) mereka. Diharapkan para pengembang pun mampu mengikuti perubahan-perubahan yang bakal ada di Twitter.

Sebelumnya pengguna banyak yang 'berkicau' terkait rumor iklan yang bakal hadir di Twitter. Beberapa di antara mereka bahkan menyiapkan Ad Blockers, jika rumor tersebut benar. Namun kenyataanya tidak. Mulai kini pengguna Twitter dapat 'berkicau' dengan tenang.
( fw / ash )

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login


    Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    Pro Kontra Index »

    Galaxy S III Smartphone Terbaik Saat Ini?

    Performa Galaxy S III terbilang menjanjikan. Ia mengusung quadcore, layar Gorilla Glass 2, serta fitur melimpah. Tak pelak, Samsung mengklaim Galaxy S III sebagai smartphone terbaik saat ini. Anda setuju?
    Pro
    50%
    Kontra
    50%