Berita Utama
-
Jumat, 25/05/2012 17:21 WIB
Warga Twitter Puji Dedikasi 'Satpam Digital'
-
Jumat, 25/05/2012 16:07 WIB
6 Ponsel Nokia Terpopuler
-
Jumat, 25/05/2012 15:19 WIB
5 Casing iPhone yang Punya 'Gigi' Pembuka Botol
-
Jumat, 25/05/2012 11:19 WIB
I Made Wiryana, Anak Band yang Jadi 'Cyber Paspampres'
-
Jumat, 25/05/2012 12:52 WIB
Mencicipi Facebook Camera: Instagram ala Facebook
-
Jumat, 25/05/2012 10:19 WIB
Tips Mengubah Kontak di BlackBerry Menjadi Excel
-
Kamis, 24/05/2012 15:37 WIB
Negara Mana 'Raja' Internet ASEAN?
-
Kamis, 24/05/2012 12:12 WIB
5 'Nenek Moyang' Smartphone Android
-
Kamis, 24/05/2012 11:15 WIB
Waspadai Email Palsu dari 'Facebook'
Studio Animasi Masih Enggan Migrasi ke Blender
Kamis, 22/04/2010 08:32 WIB

Blender (Ist.)
Jakarta - Jika dibandingkan dengan software animasi 3D lain, Blender tidak kalah tangguhnya. Aplikasi gratisan ini mampu melakukan hampir semua yang bisa dikerjakan software animasi berbayar. Tapi sayangnya, banyak studio animasi yang masih enggan migrasi.
Alasan tidak biasa menjadi alasan klasik enggannya penggiat industri animasi untuk hijrah ke software open source. Padahal antara Blender dengan software sejenis seperti Maya, 3D Max ataupun yang lainnya tidak jauh berbeda. Toolsnya pun mirip.
"Masalahnya mereka sudah nyaman dan terbiasa dengan aplikasi berbayar. Padahal pengoperasiannya hampir sama," kata Ferie Budiasyah, Manager Program Tunas Indonesia Kratif (TIK) saat berbincang dengan detikINET.
Blender tidak bisa dianggap remeh. Mulai dari pemodelan 3D, rendering, shading, animasi 3D, sampai pembuatan game 3D secara utuh bisa dilakukan oleh Blender.
"Dan gratis. Bandingkan dengan yang berbayar. Minimal kita harus beli softwarenya senilai US$ 3.000 untuk satu komputer. Sedangkan membuat animasi tidak bisa dilakukan di satu komputer. Bisa dihitung sendiri berapa banyak uang yang bisa dihemat," ungkapnya.
Di Bandung ada sekitar 8 studio animasi besar yang masih beroperasi. Baru 2 studio yang migrasi ke Blender untuk memproduksi animasi.
"Sebut saja Kojo atau Acintya. Mereka masih menggunakan Maya untuk memproduksi animasi. Agak susah untuk pindah karena kebiasaan. Padahal penggunaannya hampir sama," katanya.
Ferie menambahkan, seharusnya penggunaan open source diperkenalkan sejak dini. Karena penggunaan software lebih pada kebiasaan semata. Jika sudah terbiasa maka enggan untuk migrasi ke software lainnya.
"Harusnya dari sekolah sudah diperkenalkan open source. Jangan dicekoki software yang berbayar. Karena sebenarnya mereka enggan karena tidak terbiasa. Nah kalau sudah terbiasa sejak sekolah, maka saat mereka terjun secara profesional sudah
menguasai, minimal terbiasa dengan open source," tukasnya.
Sebagai pembuktian, rencananya TIK bersama dengan Regional IT Center of Excellence (RICE) PT Inti akan membuat film animasi yang bersetting peristiwa Bandung Lautan Api.
"Kita juga bisa membuat film animasi dengan menggunakan open source. Targetnya bulan Agustus tahun depan bisa terealisasi," harapnya.
( afz / ash )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Alasan tidak biasa menjadi alasan klasik enggannya penggiat industri animasi untuk hijrah ke software open source. Padahal antara Blender dengan software sejenis seperti Maya, 3D Max ataupun yang lainnya tidak jauh berbeda. Toolsnya pun mirip.
"Masalahnya mereka sudah nyaman dan terbiasa dengan aplikasi berbayar. Padahal pengoperasiannya hampir sama," kata Ferie Budiasyah, Manager Program Tunas Indonesia Kratif (TIK) saat berbincang dengan detikINET.
Blender tidak bisa dianggap remeh. Mulai dari pemodelan 3D, rendering, shading, animasi 3D, sampai pembuatan game 3D secara utuh bisa dilakukan oleh Blender.
"Dan gratis. Bandingkan dengan yang berbayar. Minimal kita harus beli softwarenya senilai US$ 3.000 untuk satu komputer. Sedangkan membuat animasi tidak bisa dilakukan di satu komputer. Bisa dihitung sendiri berapa banyak uang yang bisa dihemat," ungkapnya.
Di Bandung ada sekitar 8 studio animasi besar yang masih beroperasi. Baru 2 studio yang migrasi ke Blender untuk memproduksi animasi.
"Sebut saja Kojo atau Acintya. Mereka masih menggunakan Maya untuk memproduksi animasi. Agak susah untuk pindah karena kebiasaan. Padahal penggunaannya hampir sama," katanya.
Ferie menambahkan, seharusnya penggunaan open source diperkenalkan sejak dini. Karena penggunaan software lebih pada kebiasaan semata. Jika sudah terbiasa maka enggan untuk migrasi ke software lainnya.
"Harusnya dari sekolah sudah diperkenalkan open source. Jangan dicekoki software yang berbayar. Karena sebenarnya mereka enggan karena tidak terbiasa. Nah kalau sudah terbiasa sejak sekolah, maka saat mereka terjun secara profesional sudah
menguasai, minimal terbiasa dengan open source," tukasnya.
Sebagai pembuktian, rencananya TIK bersama dengan Regional IT Center of Excellence (RICE) PT Inti akan membuat film animasi yang bersetting peristiwa Bandung Lautan Api.
"Kita juga bisa membuat film animasi dengan menggunakan open source. Targetnya bulan Agustus tahun depan bisa terealisasi," harapnya.
( afz / ash )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Baca Juga
Berita Terbaru
Index »
-
Jumat, 25/05/2012 17:21 WIB
Warga Twitter Puji Dedikasi 'Satpam Digital'
-
Jumat, 25/05/2012 16:45 WIB
Tweet Satpam IPB Sebelum Ditembak: Hati-hati Curanmor di Kampus
-
Jumat, 25/05/2012 14:57 WIB
Google Didesak Tutup Keran Download Ilegal
-
Jumat, 25/05/2012 13:48 WIB
Napak Tilas Perjalanan Awal Facebook
-
Jumat, 25/05/2012 09:03 WIB
Lucu! Pencuri iPhone Kirim Foto Dirinya ke Facebook Korban
-
Jumat, 25/05/2012 08:51 WIB
BMW Punya 10 Juta Fans di Facebook
-
Jumat, 25/05/2012 08:28 WIB
Facebook Tak Berdaya Lawan Faceporn
-
Kamis, 24/05/2012 21:06 WIB
Yahoo Axis, Ketika Browser & Mesin Pencari Bergabung
- Jumat, 25/05/2012 10:51 WIB
Nasib BlackBerry Messenger Suram?
- Jumat, 25/05/2012 16:07 WIB
6 Ponsel Nokia Terpopuler
- Jumat, 25/05/2012 09:03 WIB
Lucu! Pencuri iPhone Kirim Foto Dirinya ke Facebook Korban
- Jumat, 25/05/2012 10:19 WIB
Tips Mengubah Kontak di BlackBerry Menjadi Excel
- Jumat, 25/05/2012 13:23 WIB
Android Makin Kuasai Dunia
- Jumat, 25/05/2012 11:19 WIB
Sosok
I Made Wiryana, Anak Band yang Jadi 'Cyber Paspampres'
- Jumat, 25/05/2012 16:46 WIB
Pengakses Internet Masih Banyak dari Nokia
- Jumat, 25/05/2012 11:40 WIB
RIM Bantah Abaikan BlackBerry Messenger
- Jumat, 25/05/2012 14:57 WIB
Google Didesak Tutup Keran Download Ilegal
-
199 Komentar
-
84 Komentar
-
75 Komentar
-
67 Komentar
-
63 Komentar
-
63 Komentar
-
54 Komentar
-
53 Komentar
-
48 Komentar
Pro Kontra
Index »
Galaxy S III Smartphone Terbaik Saat Ini?
Pro
Kontra
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





Sending your message



.jpg)
.gif)

