detikinet

Kolom Telematika

Wahai UKM, Siapa yang Membackup Anda?

Penulis: John Lee - detikinet
Kamis, 18/03/2010 13:55 WIB

ilustrasi (flickr/cc/brennuskrux)

Jakarta - Tahukah Anda siapa yang memiliki akses terhadap informasi rahasia Anda? Apa yang akan terjadi jika salah satu karyawan Anda meninggalkan laptopnya di taksi? Kapan terakhir kali Anda membackup data Anda?

Cukup menakutkan saat Anda berhenti untuk mempertimbangkan bahwa informasi yang paling berharga milik perusahaan bisa menjadi kehilangan terbesar Anda dalam hitungan detik saja. Sebagai sebuah usaha kecil, reputasi Anda, hubungan, dan waktu sangatlah penting bagi kesuksesan Anda, dan downtime ataupun hilangnya informasi bisa menyebabkan kerusakan yang tak bisa diperbaiki.

Statistiknya sangat mengkhawatirkan – meski mengetahui fakta bahwa setidaknya 40 persen data perusahaan akan hilang jika sistem komputer hangus terbakar, rata-rata usaha skala kecil dan menengah (UKM) di Asia Pasifik dan Jepang hanya melakukan backup terhadap 60 persen dari data perusahaan dan pelanggan. Bahkan, hanya satu dari empat (26 persen) yang melakukan backup secara rutin setiap harinya dan 30 persen melakukan backup bulanan atau lebih jarang lagi.

Tidaklah mengejutkan bahwa biaya disebut-sebut sebagai hambatan terbesar untuk mendapatkan perlindungan memadai bagi UKM. Meski separuh dari UKM di Asia Pasifik dan Jepang menghabiskan lebih dari 40 persen biaya budget IT tahunan mereka untuk storage, mereka merasa masih lebih banyak uang lagi yang dibutuhkan untuk benar-benar mengatasi masalah penyimpanan mereka.

Pertumbuhan biaya penyimpanan sering dipersalahkan atas banjirnya informasi yang perlu diamankan, dikelola, dan dikontrol. Meski demikian, backup tidak perlu menjadi mahal dan di sejumlah besar kasus, UKM sebenarnya tidak menggunakan sumber daya penyimpanan mereka secara efisien, yang menjurus ke kenaikan biaya yang tidak perlu. Rata-rata UKM mengelola empat atau lebih metode yang berbeda untuk backup dan menyimpan informasi. Tak heran kalau mereka sangat enggan untuk melakukan backup lebih sering lagi.

Untuk melindungi data mereka secara cepat dan efektif, UKM membutuhkan sistem backup sederhana namun bertenaga yang bisa melakukan backup otomatis dengan biaya yang masuk akal. Dengan pendekatan perlindungan data yang disederhanakan, UKM bisa mengurangi kompleksitas, menghemat waktu dan meningkatkan kehandalan serta ketersediaan di saat yang sama. Solusi yang baik juga akan membantu mereka memanfaatkan secara lebih baik sumber daya penyimpanan mereka untuk mereduksi lebih lanjut biaya perlindungan informasi.

Setiap hari, data penting tidak hanya harus tetap terjaga, tetapi juga bisa diakses oleh orang yang tepat di waktu yang tepat. Anggaran harus sesuai, sementara tingkat produktivitas dijaga atau bahkan diperbaiki. Lebih lanjut, kesesuaian dengan peraturan yang ditetapkan untuk menangani data sensitif harus diraih dan diverifikasi, dan sumber daya yang ada harus dioptimalkan.

Untuk UKM, uang dan waktu yang dimiliki karyawan merupakan hal yang penting, dan selalu ada sesuatu yang lebih mendesak dibandingkan dengan mengelola backup. Akan tetapi, dengan meningkatnya volume data, demikian pula risiko yang dihadapi perusahaan jika data tersebut tidak diproteksi. UKM perlu mencari solusi yang bisa menawarkan manajemen yang lebih sederhana, kemampuan untuk mengubah skala saat bisnis berkembang, dan memanfaatkan secara maksimal investasi yang sudah ditanam untuk memastikan bahwa biaya backup tidak melonjak.

Penulis, John Lee adalah Director, Channel & Alliance, Asia South Region and Country Director, Indonesia, Symantec


( wsh / wsh )

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login


    Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    Berita Terbaru Index »
    Pro Kontra Index »

    Galaxy S III Smartphone Terbaik Saat Ini?

    Performa Galaxy S III terbilang menjanjikan. Ia mengusung quadcore, layar Gorilla Glass 2, serta fitur melimpah. Tak pelak, Samsung mengklaim Galaxy S III sebagai smartphone terbaik saat ini. Anda setuju?
    Pro
    50%
    Kontra
    50%