detikinet

Intip Penyiar TV Kondang Berujung 2,5 Tahun Bui

Fino Yurio Kristo - detikinet
Kamis, 18/03/2010 08:25 WIB

Erin Andrews (shewired)

Jakarta - Erin Andrews, presenter televisi jelita di Amerika Serikat kena malu ketika video bugilnya tersebar luas di internet. Pelaku yang nekat melakukan aksi jahat ini adalah Michael Barret, seorang pria asal Chicago.

Barret rupanya memang secara sengaja ingin merekam Andrews di kamar hotelnya. Ia tinggal di hotel yang sama dengan presenter kondang itu, kemudian menempatkan kamera perekam di pintu kamar Andrews.

Begitu berhasil mendapatkan video tersebut, Barret awalnya berniat menjualnya ke sebuah website gosip. Namun pihak website menolak membelinya sehingga Barret memutuskan memposting video itu ke dunia maya.

Jelas Andrews yang bekerja untuk stasiun ESPN ini merasa sangat berang dengan kejadian tersebut. Ia ingin pelakunya diganjar hukuman setimpal.

Polisi pun membekuk Barret, yang ternyata sudah sering merekam video beberapa wanita secara sembunyi-sembunyi.

Proses pengadilan terhadap Barret telah dilakukan di Los Angeles dan berakhir baru-baru ini. Hakim memutuskan ia diganjar hukuman 2,5 tahun penjara dan denda US$ 7.366.

"Saya tak punya cukup kata untuk memberitahu nona Andrews betapa menyesalnya saya. Saya harap suatu hari dia mau memaafkan saya," ujar Barret dengan nada menyesal, seperti dikutip detikINET dari Reuters, Kamis (18/3/2010).

( fyk / ash )

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login


    Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    Pro Kontra Index »

    Galaxy S III Smartphone Terbaik Saat Ini?

    Performa Galaxy S III terbilang menjanjikan. Ia mengusung quadcore, layar Gorilla Glass 2, serta fitur melimpah. Tak pelak, Samsung mengklaim Galaxy S III sebagai smartphone terbaik saat ini. Anda setuju?
    Pro
    50%
    Kontra
    50%