detikinet

Sony Disomasi Sony

Sony: Kami Tak Berniat Jahat pada Blogger

Achmad Rouzni Noor II - detikinet
Senin, 15/03/2010 12:25 WIB

Screenshot Situs Sony Global

Jakarta - Perusahaan Sony mengaku tak mau punya kasus dengan para blogger dan komunitas internet mana pun. Sebab, mereka sejatinya adalah target pasar yang tengah giat-giatnya dibidik oleh produsen elektronik kenamaan itu.

"Kami sebenarnya tak berniat jahat sama blogger, sebab mereka itu target market kita," tutur Rini F Hasbi, Senior Manager Head of Marketing Communications Sony Indonesia, kepada detikINET.

"Buktinya, kami sempat merilis produk khusus blogger, namanya Bloggie," ia bercerita saat kasus antara Sony Corp versus Sony AK mencuat baru-baru ini.

Bloggie merupakan kamera digital kecil yang menawarkan hasil rekaman high definition (HD) dan menyediakan fitur untuk mengunggah video format MP4 dan foto ke situs jejaring sosial, seperti Facebook, Twitter, Flickr, dan sejenisnya.

Namun dengan ramainya kasus antara pihaknya dengan kubu Sony Arianto Kurniawan (sony-ak.com) -- seorang teknoblogger yang nama situsnya tengah dipermasalahkan -- Rini sendiri pasrah dan berharap kasus ini tak berimbas pada nama besar produk Sony di Indonesia.

"Kami ambil hikmahnya saja. Seperti kata pepatah, pengalaman itu guru yang paling berharga. Mudah-mudahan kasus ini bisa segera diselesaikan," harapnya beberapa waktu lalu.
( rou / faw )

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login


    Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    Pro Kontra Index »

    Galaxy S III Smartphone Terbaik Saat Ini?

    Performa Galaxy S III terbilang menjanjikan. Ia mengusung quadcore, layar Gorilla Glass 2, serta fitur melimpah. Tak pelak, Samsung mengklaim Galaxy S III sebagai smartphone terbaik saat ini. Anda setuju?
    Pro
    50%
    Kontra
    50%