Berita Utama
-
Jumat, 25/05/2012 17:21 WIB
Warga Twitter Puji Dedikasi 'Satpam Digital'
-
Jumat, 25/05/2012 16:07 WIB
6 Ponsel Nokia Terpopuler
-
Jumat, 25/05/2012 15:19 WIB
5 Casing iPhone yang Punya 'Gigi' Pembuka Botol
-
Jumat, 25/05/2012 11:19 WIB
I Made Wiryana, Anak Band yang Jadi 'Cyber Paspampres'
-
Jumat, 25/05/2012 12:52 WIB
Mencicipi Facebook Camera: Instagram ala Facebook
-
Jumat, 25/05/2012 10:19 WIB
Tips Mengubah Kontak di BlackBerry Menjadi Excel
-
Kamis, 24/05/2012 15:37 WIB
Negara Mana 'Raja' Internet ASEAN?
-
Kamis, 24/05/2012 12:12 WIB
5 'Nenek Moyang' Smartphone Android
-
Kamis, 24/05/2012 11:15 WIB
Waspadai Email Palsu dari 'Facebook'
Sony Disomasi Sony
Sony Corp Didesak Minta Maaf dan Batalkan Somasi
Senin, 15/03/2010 11:10 WIB

Screenshot Sony Corp.
Jakarta - Sony Corp didesak untuk segera membatalkan somasinya kepada Sony AK. Raksasa elektronik asal Jepang itu juga dituntut untuk meminta maaf secara terbuka dan disebarluaskan seiring dampak yang ditimbulkan akibat kasus ini.
Menurut praktisi internet yang juga sahabat Sony AK, kalau Sony Corp tidak juga minta maaf kepada Sony AK dan komunitas internet di Indonesia, ia tetap beranggapan di kemudian hari pihak Sony Corp bisa mengulangi kejadian ini.
"Itu sebabnya kami belum mencabut rencana somasi balik Rabu besok (17/3) apabila Sony Corp belum juga mengubah sikapnya dengan membatalkan somasi dan minta maaf," kata praktisi internetn M. Salahuddien, kepada detikINET, Senin (15/3/2010).
Menurut dia, sudah ada beberapa perwakilan hukum yang siap untuk menuntut Sony Corp. "Tapi mungkin nanti diseleksi lima orang saja, tergantung pengacara," lanjut pria yang akrab disapa Didin Pataka itu.
Alasan dari serangan balik yang siap dilancarkan Didin dkk dalam kasus ini adalah ancaman terhadap hak sipil individu dan hak lahir karena alasan merek paten dan hak atas kekayaan intelektual (HaKI).
Menurut Didin, di masa depan seiring dengan makin tumbuhnya generasi cyber maka semakin umum orang menggunakan namanya sebagai nama domain situs dan blog di
internet.
"Jangan sampai hak itu dihilangkan hanya karena masalah kepentingan kapital bisnis. Hak itu harus dilindungi dan dijamin karena di muka hukum sebenarnya baik hak pengusaha maupun pribadi sama-sama dijamin," ujarnya.
"Namun somasi Sony Corp ini seolah mengatakan bahwa kepentingan merek paten HaKI bisnis lebih tinggi dari hak sipil individu. Itu sebabnya, kami khawatir kalau Sony Corp menang dalam kasus ini akan jadi yurisprudensi yang akan mengalahkan Sony AK yang lain di masa mendatang," tandas Didin.
Selain Didin, ada beberapa orang yang juga mendesak agar Sony Corp digugat secara class action, seperti Heru Nugroho, Judith MS Lubis, dan Iwan Pilliang.
Mereka tidak terima, ketika Sony Arianto Kurniawan (sony-ak.com) disomasi oleh Sony Corp lantaran nama "Sony" yang melekat di situs pribadinya -- cuma karena alasan kalau-kalau situs dengan label "Sony" itu disalahgunakan dan bisa merusak merek dagangnya.
Sony AK yang menjadi korban pun dihadapkan oleh kuasa hukum Sony Corp dengan dua pilihan sulit: melepas nama "Sony" atau diseret ke meja hijau. Namun Sony AK memilih untuk bertahan. Ia tidak sendirian, banyak pihak yang mendukung dia, baik di dunia nyata maupun dunia maya.
Kasus sengketa nama domain ini pun bergulir cepat bak bola salju, ketika para sahabat Sony AK membuat sebuah grup penggalang dukungan di Facebook dengan nama: "Sony, Jangan Renggut Nama Temanku!".
Selain ancaman somasi balik terhadap Sony Corp, raksasa elektronik itu juga semakin tertekan dengan ancaman boikot atas produk-produknya. Seruan untuk memboikot produk Sony pun mulai ramai disuarakan di Twitter dan Facebook melalui berbagai grup di situs jejaring itu.
( rou / ash )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Menurut praktisi internet yang juga sahabat Sony AK, kalau Sony Corp tidak juga minta maaf kepada Sony AK dan komunitas internet di Indonesia, ia tetap beranggapan di kemudian hari pihak Sony Corp bisa mengulangi kejadian ini.
"Itu sebabnya kami belum mencabut rencana somasi balik Rabu besok (17/3) apabila Sony Corp belum juga mengubah sikapnya dengan membatalkan somasi dan minta maaf," kata praktisi internetn M. Salahuddien, kepada detikINET, Senin (15/3/2010).
Menurut dia, sudah ada beberapa perwakilan hukum yang siap untuk menuntut Sony Corp. "Tapi mungkin nanti diseleksi lima orang saja, tergantung pengacara," lanjut pria yang akrab disapa Didin Pataka itu.
Alasan dari serangan balik yang siap dilancarkan Didin dkk dalam kasus ini adalah ancaman terhadap hak sipil individu dan hak lahir karena alasan merek paten dan hak atas kekayaan intelektual (HaKI).
Menurut Didin, di masa depan seiring dengan makin tumbuhnya generasi cyber maka semakin umum orang menggunakan namanya sebagai nama domain situs dan blog di
internet.
"Jangan sampai hak itu dihilangkan hanya karena masalah kepentingan kapital bisnis. Hak itu harus dilindungi dan dijamin karena di muka hukum sebenarnya baik hak pengusaha maupun pribadi sama-sama dijamin," ujarnya.
"Namun somasi Sony Corp ini seolah mengatakan bahwa kepentingan merek paten HaKI bisnis lebih tinggi dari hak sipil individu. Itu sebabnya, kami khawatir kalau Sony Corp menang dalam kasus ini akan jadi yurisprudensi yang akan mengalahkan Sony AK yang lain di masa mendatang," tandas Didin.
Selain Didin, ada beberapa orang yang juga mendesak agar Sony Corp digugat secara class action, seperti Heru Nugroho, Judith MS Lubis, dan Iwan Pilliang.
Mereka tidak terima, ketika Sony Arianto Kurniawan (sony-ak.com) disomasi oleh Sony Corp lantaran nama "Sony" yang melekat di situs pribadinya -- cuma karena alasan kalau-kalau situs dengan label "Sony" itu disalahgunakan dan bisa merusak merek dagangnya.
Sony AK yang menjadi korban pun dihadapkan oleh kuasa hukum Sony Corp dengan dua pilihan sulit: melepas nama "Sony" atau diseret ke meja hijau. Namun Sony AK memilih untuk bertahan. Ia tidak sendirian, banyak pihak yang mendukung dia, baik di dunia nyata maupun dunia maya.
Kasus sengketa nama domain ini pun bergulir cepat bak bola salju, ketika para sahabat Sony AK membuat sebuah grup penggalang dukungan di Facebook dengan nama: "Sony, Jangan Renggut Nama Temanku!".
Selain ancaman somasi balik terhadap Sony Corp, raksasa elektronik itu juga semakin tertekan dengan ancaman boikot atas produk-produknya. Seruan untuk memboikot produk Sony pun mulai ramai disuarakan di Twitter dan Facebook melalui berbagai grup di situs jejaring itu.
( rou / ash )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Baca Juga
Berita Terbaru
Index »
-
Selasa, 22/05/2012 16:20 WIB
Duh, Gampangnya Beli Ijazah Palsu di Internet
-
Selasa, 22/05/2012 13:25 WIB
Polisi Bongkar Pembuat Ijazah Palsu di www.ijazahaspal.com
-
Senin, 21/05/2012 12:49 WIB
Samsung Rayu Apple dengan Lisensi Silang
-
Minggu, 20/05/2012 11:08 WIB
Langgar Paten Microsoft, Ponsel Motorola Dicekal
-
Kamis, 17/05/2012 17:16 WIB
Kalah dari Apple, HTC Tunda Kapalkan Smartphone
-
Rabu, 16/05/2012 19:15 WIB
Polisi Gerebek Gudang Perakitan BlackBerry Ilegal di Pekanbaru
-
Rabu, 16/05/2012 14:10 WIB
Galaxy Tab Dicekal, Samsung: Klaim Apple Tak Berdasar!
-
Rabu, 16/05/2012 12:06 WIB
Wah! Apple Diizinkan Blokir Galaxy Tab
- Jumat, 25/05/2012 10:51 WIB
Nasib BlackBerry Messenger Suram?
- Jumat, 25/05/2012 16:07 WIB
6 Ponsel Nokia Terpopuler
- Jumat, 25/05/2012 09:03 WIB
Lucu! Pencuri iPhone Kirim Foto Dirinya ke Facebook Korban
- Jumat, 25/05/2012 10:19 WIB
Tips Mengubah Kontak di BlackBerry Menjadi Excel
- Jumat, 25/05/2012 13:23 WIB
Android Makin Kuasai Dunia
- Jumat, 25/05/2012 11:19 WIB
Sosok
I Made Wiryana, Anak Band yang Jadi 'Cyber Paspampres'
- Jumat, 25/05/2012 16:46 WIB
Pengakses Internet Masih Banyak dari Nokia
- Jumat, 25/05/2012 11:40 WIB
RIM Bantah Abaikan BlackBerry Messenger
- Jumat, 25/05/2012 14:57 WIB
Google Didesak Tutup Keran Download Ilegal
-
199 Komentar
-
84 Komentar
-
75 Komentar
-
67 Komentar
-
63 Komentar
-
63 Komentar
-
54 Komentar
-
53 Komentar
-
48 Komentar
Pro Kontra
Index »
Galaxy S III Smartphone Terbaik Saat Ini?
Pro
Kontra
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





Sending your message



.jpg)

