Berita Utama
-
Jumat, 25/05/2012 17:21 WIB
Warga Twitter Puji Dedikasi 'Satpam Digital'
-
Jumat, 25/05/2012 16:07 WIB
6 Ponsel Nokia Terpopuler
-
Jumat, 25/05/2012 15:19 WIB
5 Casing iPhone yang Punya 'Gigi' Pembuka Botol
-
Jumat, 25/05/2012 11:19 WIB
I Made Wiryana, Anak Band yang Jadi 'Cyber Paspampres'
-
Jumat, 25/05/2012 12:52 WIB
Mencicipi Facebook Camera: Instagram ala Facebook
-
Jumat, 25/05/2012 10:19 WIB
Tips Mengubah Kontak di BlackBerry Menjadi Excel
-
Kamis, 24/05/2012 15:37 WIB
Negara Mana 'Raja' Internet ASEAN?
-
Kamis, 24/05/2012 12:12 WIB
5 'Nenek Moyang' Smartphone Android
-
Kamis, 24/05/2012 11:15 WIB
Waspadai Email Palsu dari 'Facebook'
40% Situs Jahat Bersarang di AS
Jumat, 12/03/2010 10:28 WIB
.jpg)
Ilustrasi (gettyimages)
Jakarta - China beberapa waktu belakangan ini selalu dikait-kaitkan dengan asal serangan cyber. Namun dalam sebuah riset terungkap bahwa sebagian besar situs yang memiliki muatan kejahatan bersarang alias di-hosting di server-server Amerika Serikat (AS).
Ini merupakan penelitian dari AVG Technologies dan dianalisis berdasarkan laporan ancaman selama periode enam bulan terakhir dari 110 juta pemakai produk keamanan web LinkScanner AVG di seluruh dunia.
Penelitian ini mengindikasikan adanya peningkatan jumlah situs web kejahatan yang menjadikan para pengguna sebagai sasarannya, yang biasanya berfokus pada pencurian data perbankan online, informasi kartu kredit, identitas pribadi dan kata sandi situs sosial.
Deteksi dan analisis dari ancaman itu berbasis pada metode crowd-source unik AVG untuk menganalisis konten web untuk mencari niat jahat atau berbahaya yang telah dilaporkan dari jaringan luas instalasi LinkScanner AVG.
Penelitian AVG menemukan bahwa kode jahat bukan hanya permasalahan dari server-server jahat yang berlokasi di negara-negara dengan penegakan hukum lemah. Pengawasan terhadap server web aktif yang memuat ancaman dari seluruh dunia menemukan bahwa 44 persen server yang telah terkorupsi berada di Amerika Serikat, diikuti oleh Jerman dan China dengan lima persen pada masing-masing negara.
Banyak dari situs-situs ini yang sebenarnya adalah situs-situs usaha yang telah disusupi para peretas untuk memuat konten-konten jahat. Server seperti ini ditemukan di hampir 4.600 lokasi di Amerika Serikat, demikian dikutip detikINET dalam keterangannya, Jumat (12/3/2010).
Sayangnya, riset ini tidak menyebutkan pemilik atau pengendali kejahatan server-server ini. Dengan kata lain, orang-orang atau jaringan tersebut bisa berada di mana saja di seluruh dunia.
Memecahkan Mitos
Karel Obluk, Chief Technology Officer AVG Technologies mengatakan, hasil penelitian ini memecahkan mitos bahwa kode jahat umumnya di-host di negara-negara dimana hukum kejahatan elektronik belum berkembang.
"Riset kami menunjukkan bahwa konten jahat lebih mungkin muncul di server web Amerika dibandingkan di Asia dan Eropa Timur. Hal ini sebenarnya masuk akal karena Amerika Serikat adalah sasaran utama para penjahat ini dan telah memiliki infrastruktur internet yang kaya dan berkembang, yang berarti bahwa ancaman-ancaman itu benar-benar mudah untuk dicapai dan murah untuk di-host," jelasnya.
Yang paling mengejutkan adalah tingginya peningkatan jumlah server hasad enam bulan terakhir. Teknik peretasan masa kini amatlah sulit untuk dideteksi sehingga para pengguna rata-rata tidak dapat mengetahui apakah suatu website aman atau tidak.
"Yang lebih penting untuk diingat adalah dalam periode enam bulan terakhir, sekitar 50 persen dari ranah-ranah yang di-host di server-server tersebut hanya memuat konten yang mengancam sekitar satu hari atau bahkan kurang dari itu. Sifat ancaman ini yang selalu berpindah-pindah membuat mereka sulit ditemukan dan ditambahkan pada sistem perlindungan berbasis reputasi tradisional pada saat yang tepat," ia menandaskan.
( ash / faw )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Ini merupakan penelitian dari AVG Technologies dan dianalisis berdasarkan laporan ancaman selama periode enam bulan terakhir dari 110 juta pemakai produk keamanan web LinkScanner AVG di seluruh dunia.
Penelitian ini mengindikasikan adanya peningkatan jumlah situs web kejahatan yang menjadikan para pengguna sebagai sasarannya, yang biasanya berfokus pada pencurian data perbankan online, informasi kartu kredit, identitas pribadi dan kata sandi situs sosial.
Deteksi dan analisis dari ancaman itu berbasis pada metode crowd-source unik AVG untuk menganalisis konten web untuk mencari niat jahat atau berbahaya yang telah dilaporkan dari jaringan luas instalasi LinkScanner AVG.
Penelitian AVG menemukan bahwa kode jahat bukan hanya permasalahan dari server-server jahat yang berlokasi di negara-negara dengan penegakan hukum lemah. Pengawasan terhadap server web aktif yang memuat ancaman dari seluruh dunia menemukan bahwa 44 persen server yang telah terkorupsi berada di Amerika Serikat, diikuti oleh Jerman dan China dengan lima persen pada masing-masing negara.
Banyak dari situs-situs ini yang sebenarnya adalah situs-situs usaha yang telah disusupi para peretas untuk memuat konten-konten jahat. Server seperti ini ditemukan di hampir 4.600 lokasi di Amerika Serikat, demikian dikutip detikINET dalam keterangannya, Jumat (12/3/2010).
Sayangnya, riset ini tidak menyebutkan pemilik atau pengendali kejahatan server-server ini. Dengan kata lain, orang-orang atau jaringan tersebut bisa berada di mana saja di seluruh dunia.
Memecahkan Mitos
Karel Obluk, Chief Technology Officer AVG Technologies mengatakan, hasil penelitian ini memecahkan mitos bahwa kode jahat umumnya di-host di negara-negara dimana hukum kejahatan elektronik belum berkembang.
"Riset kami menunjukkan bahwa konten jahat lebih mungkin muncul di server web Amerika dibandingkan di Asia dan Eropa Timur. Hal ini sebenarnya masuk akal karena Amerika Serikat adalah sasaran utama para penjahat ini dan telah memiliki infrastruktur internet yang kaya dan berkembang, yang berarti bahwa ancaman-ancaman itu benar-benar mudah untuk dicapai dan murah untuk di-host," jelasnya.
Yang paling mengejutkan adalah tingginya peningkatan jumlah server hasad enam bulan terakhir. Teknik peretasan masa kini amatlah sulit untuk dideteksi sehingga para pengguna rata-rata tidak dapat mengetahui apakah suatu website aman atau tidak.
"Yang lebih penting untuk diingat adalah dalam periode enam bulan terakhir, sekitar 50 persen dari ranah-ranah yang di-host di server-server tersebut hanya memuat konten yang mengancam sekitar satu hari atau bahkan kurang dari itu. Sifat ancaman ini yang selalu berpindah-pindah membuat mereka sulit ditemukan dan ditambahkan pada sistem perlindungan berbasis reputasi tradisional pada saat yang tepat," ia menandaskan.
( ash / faw )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Baca Juga
Berita Terbaru
Index »
-
Jumat, 25/05/2012 14:38 WIB
Pembuat 'Virus Angry Birds' Didenda Rp 724 Juta
-
Jumat, 25/05/2012 10:09 WIB
Berbahaya, Yahoo Axis Ditutup untuk Chrome
-
Kamis, 24/05/2012 11:15 WIB
Waspadai Email Palsu dari 'Facebook'
-
Senin, 21/05/2012 14:07 WIB
Parah! Hacker Sebar Foto Porno Lewat Akun Facebook Pendeta
-
Senin, 21/05/2012 13:01 WIB
Hati-hati Akses Internet di Hotel
-
Sabtu, 19/05/2012 09:58 WIB
Hati-hati Gunakan WiFi Publik untuk Online Banking!
-
Rabu, 16/05/2012 13:02 WIB
Awas! Malware 'Hantui' Pengunjung Wikipedia
-
Rabu, 16/05/2012 09:41 WIB
'Jailbreak dan Rooting Bikin Ponsel Tidak Aman'
- Jumat, 25/05/2012 10:51 WIB
Nasib BlackBerry Messenger Suram?
- Jumat, 25/05/2012 16:07 WIB
6 Ponsel Nokia Terpopuler
- Jumat, 25/05/2012 09:03 WIB
Lucu! Pencuri iPhone Kirim Foto Dirinya ke Facebook Korban
- Jumat, 25/05/2012 10:19 WIB
Tips Mengubah Kontak di BlackBerry Menjadi Excel
- Jumat, 25/05/2012 13:23 WIB
Android Makin Kuasai Dunia
- Jumat, 25/05/2012 11:19 WIB
Sosok
I Made Wiryana, Anak Band yang Jadi 'Cyber Paspampres'
- Jumat, 25/05/2012 16:46 WIB
Pengakses Internet Masih Banyak dari Nokia
- Jumat, 25/05/2012 11:40 WIB
RIM Bantah Abaikan BlackBerry Messenger
- Jumat, 25/05/2012 14:57 WIB
Google Didesak Tutup Keran Download Ilegal
-
199 Komentar
-
84 Komentar
-
75 Komentar
-
67 Komentar
-
63 Komentar
-
63 Komentar
-
54 Komentar
-
53 Komentar
-
48 Komentar
Pro Kontra
Index »
Galaxy S III Smartphone Terbaik Saat Ini?
Pro
Kontra
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





Sending your message



.jpg)
.gif)

