detikinet

Prosesor Palsu Intel Resahkan Konsumen

Fino Yurio Kristo - detikinet
Rabu, 10/03/2010 13:27 WIB

Prosesor Intel (ist)

Washington - Intel tengah direpotkan dengan peredaran prosesor Core i7 palsu di wilayah Amerika Utara. Raksasa teknologi ini mengkonfirmasi mereka sedang menginvestigasi permasalahan itu.

Masalah ini terungkap ketika retail online Newegg diketahui menjual sedikitnya satu buah chip Core i7 920 palsu. Newegg mengklaim chip tersebut kemungkinan adalah versi demo i7 yang dijual secara tak sengaja.

Dikutip detikINET dari InformationWeek, Rabu (10/3/2010), Intel menyatakan memang ada potensi Core i7 920 palsu ada di pasaran. Mereka coba menelisik seberapa banyak dan di mana saja barang itu terjual.

"Contoh yang telah kami lihat bukanlah produk Intel melainkan bajakan. Semua yang ada di paket penjualan tampak palsu," tukas Dan Snyder, juru bicara Intel.

Sebagian konsumen sendiri mengklaim produk Intel palsu itu dikemas sembarangan sehingga mudah dikenali. Misalnya hologram ecek-ecek ataupun penulisan kata bahasa Inggris yang salah. Konon, ada ratusan prosesor palsu ini yang sudah beredar sehingga cukup meresahkan konsumen setempat.

Pihak Newegg menjamin konsumen yang mendapatkan produk palsu akan mendapatkan ganti prosesor yang asli. Intel sendiri memang menekankan, penjual harus bertanggungjawab jika menjual produk bajakan.
( fyk / faw )

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login


    Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    Berita Terbaru Index »
    Pro Kontra Index »

    Galaxy S III Smartphone Terbaik Saat Ini?

    Performa Galaxy S III terbilang menjanjikan. Ia mengusung quadcore, layar Gorilla Glass 2, serta fitur melimpah. Tak pelak, Samsung mengklaim Galaxy S III sebagai smartphone terbaik saat ini. Anda setuju?
    Pro
    50%
    Kontra
    50%