Berita Utama
-
Jumat, 25/05/2012 17:21 WIB
Warga Twitter Puji Dedikasi 'Satpam Digital'
-
Jumat, 25/05/2012 16:07 WIB
6 Ponsel Nokia Terpopuler
-
Jumat, 25/05/2012 15:19 WIB
5 Casing iPhone yang Punya 'Gigi' Pembuka Botol
-
Jumat, 25/05/2012 11:19 WIB
I Made Wiryana, Anak Band yang Jadi 'Cyber Paspampres'
-
Jumat, 25/05/2012 12:52 WIB
Mencicipi Facebook Camera: Instagram ala Facebook
-
Jumat, 25/05/2012 10:19 WIB
Tips Mengubah Kontak di BlackBerry Menjadi Excel
-
Kamis, 24/05/2012 15:37 WIB
Negara Mana 'Raja' Internet ASEAN?
-
Kamis, 24/05/2012 12:12 WIB
5 'Nenek Moyang' Smartphone Android
-
Kamis, 24/05/2012 11:15 WIB
Waspadai Email Palsu dari 'Facebook'
Biaya Mahal, Ponsel China Enggan Bikin Service Center
Selasa, 09/03/2010 18:42 WIB

Edmundus Leonard (afz/inet)
Jakarta - Keberadaan service center akan membuat konsumen lebih nyaman dalam menggunakan suatu produk. Tapi sayang, tingginya biaya investasi untuk membangun service center membuat sekitar 90 persen dari 90 merk ponsel Cina yang kini beredar di Indonesia tidak memiliki service centre.
Menurut General Manager PT CSL Indonesia, Edmundus Leonard, investasi pendirian service centre bisa menghabiskan biaya ratusan juta rupiah. Tak hanya itu biaya operasionalnya tiap bulan juga cukup besar. Ini yang dihindari oleh banyak pelaku bisnis ponsel Cina di Indonesia.
"Biaya operasionalnya saja bisa mencapai Rp 20 juta-Rp 30 juta per hari. Untuk buat satu service center itu sampai ratusan juta," ujarnya kepada detikINET, Selasa (9/3/2010).
Padahal, menurut dia, keberadaan service centre menjadi jaminan keberlanjutan bisnis ponsel. Di Kota Bandung sendiri sejauh ini CLS baru melengkapi dengan service centre outsourcing. Rencananya, menurut Edmundus, service centre CSL di Bandung baru berdiri bulan depan.
"Ya bukan berarti mereka tidak mau membuat service center. Tapi mereka memanfaatkan pihak ketiga untuk mengelolanya. Karena lebih murah," tukasnya.
Edmundus menambahkan, sebagian besar pelaku bisnis ponsel Cina mengambil strategi pasar hit and run. Pelaku bisnis yang seperti ini diyakini oleh Leo, demikian pria ini akrab dipanggil, tidak akan langgeng.
"Mereka tidak mau berinvestasi besar karena visinya hanya jangka pendek. Karena mereka hanya melihat dari sisi profit semata. Kalau masih menguntungkan dan harganya masuk mereka tetap berjualan. Jika tidak, mereka banting setir,"ungkapnya.
Hal ini wajar saja, pasalnya para pelaku bisnis ponsel Cina ini sangat sedikit yang dasarnya benar-benar pemain ponsel. Kebanyakan justru di luar bisnis ponsel.
"Kebanyakan bukan orang ponsel. Mereka murni bisnis. Melihat ada peluang mereka main. Sudah tidak untung mereka tinggalkan atau buat merek baru lagi," tandas Leo.
( afz / faw )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Menurut General Manager PT CSL Indonesia, Edmundus Leonard, investasi pendirian service centre bisa menghabiskan biaya ratusan juta rupiah. Tak hanya itu biaya operasionalnya tiap bulan juga cukup besar. Ini yang dihindari oleh banyak pelaku bisnis ponsel Cina di Indonesia.
"Biaya operasionalnya saja bisa mencapai Rp 20 juta-Rp 30 juta per hari. Untuk buat satu service center itu sampai ratusan juta," ujarnya kepada detikINET, Selasa (9/3/2010).
Padahal, menurut dia, keberadaan service centre menjadi jaminan keberlanjutan bisnis ponsel. Di Kota Bandung sendiri sejauh ini CLS baru melengkapi dengan service centre outsourcing. Rencananya, menurut Edmundus, service centre CSL di Bandung baru berdiri bulan depan.
"Ya bukan berarti mereka tidak mau membuat service center. Tapi mereka memanfaatkan pihak ketiga untuk mengelolanya. Karena lebih murah," tukasnya.
Edmundus menambahkan, sebagian besar pelaku bisnis ponsel Cina mengambil strategi pasar hit and run. Pelaku bisnis yang seperti ini diyakini oleh Leo, demikian pria ini akrab dipanggil, tidak akan langgeng.
"Mereka tidak mau berinvestasi besar karena visinya hanya jangka pendek. Karena mereka hanya melihat dari sisi profit semata. Kalau masih menguntungkan dan harganya masuk mereka tetap berjualan. Jika tidak, mereka banting setir,"ungkapnya.
Hal ini wajar saja, pasalnya para pelaku bisnis ponsel Cina ini sangat sedikit yang dasarnya benar-benar pemain ponsel. Kebanyakan justru di luar bisnis ponsel.
"Kebanyakan bukan orang ponsel. Mereka murni bisnis. Melihat ada peluang mereka main. Sudah tidak untung mereka tinggalkan atau buat merek baru lagi," tandas Leo.
( afz / faw )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Baca Juga
Berita Terbaru
Index »
-
Jumat, 25/05/2012 16:46 WIB
Pengakses Internet Masih Banyak dari Nokia
-
Jumat, 25/05/2012 16:07 WIB
6 Ponsel Nokia Terpopuler
-
Jumat, 25/05/2012 15:50 WIB
Ini Dia Jadwal Update Android ICS untuk Ponsel HTC
-
Jumat, 25/05/2012 15:19 WIB
5 Casing iPhone yang Punya 'Gigi' Pembuka Botol
-
Jumat, 25/05/2012 13:23 WIB
Android Makin Kuasai Dunia
-
Jumat, 25/05/2012 11:40 WIB
RIM Bantah Abaikan BlackBerry Messenger
-
Jumat, 25/05/2012 10:51 WIB
Nasib BlackBerry Messenger Suram?
-
Kamis, 24/05/2012 12:12 WIB
5 'Nenek Moyang' Smartphone Android
- Jumat, 25/05/2012 10:51 WIB
Nasib BlackBerry Messenger Suram?
- Jumat, 25/05/2012 16:07 WIB
6 Ponsel Nokia Terpopuler
- Jumat, 25/05/2012 09:03 WIB
Lucu! Pencuri iPhone Kirim Foto Dirinya ke Facebook Korban
- Jumat, 25/05/2012 10:19 WIB
Tips Mengubah Kontak di BlackBerry Menjadi Excel
- Jumat, 25/05/2012 13:23 WIB
Android Makin Kuasai Dunia
- Jumat, 25/05/2012 11:19 WIB
Sosok
I Made Wiryana, Anak Band yang Jadi 'Cyber Paspampres'
- Jumat, 25/05/2012 16:46 WIB
Pengakses Internet Masih Banyak dari Nokia
- Jumat, 25/05/2012 11:40 WIB
RIM Bantah Abaikan BlackBerry Messenger
- Jumat, 25/05/2012 14:57 WIB
Google Didesak Tutup Keran Download Ilegal
-
199 Komentar
-
84 Komentar
-
75 Komentar
-
67 Komentar
-
63 Komentar
-
63 Komentar
-
54 Komentar
-
53 Komentar
-
48 Komentar
Pro Kontra
Index »
Galaxy S III Smartphone Terbaik Saat Ini?
Pro
Kontra
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





Sending your message



.jpg)

