detikinet

Microsoft Ijinkan 'Gay' dan 'Lesbian' Ngegame di Xbox

Santi Dwi Jayanti - detikinet
Selasa, 09/03/2010 14:48 WIB

Ilustrasi (Ist.)

Jakarta - Microsoft kini lebih terbuka pada orientasi seksual pengguna gamenya dengan mengubah peraturan yang mereka keluarkan.

Para pengguna Xbox Live kini bebas menunjukkan jati diri mereka dengan menggunakan nickname seperti 'gay', 'straight', 'lesbian', 'bi', atau 'transgender'.

Sebelumnya para gamer memang dikenai peraturan bahkan sampai pemblokiran karena menggunakan nama-nama yang menunjukkan ketertarikan sesama jenis seksual mereka.

Contohnya adalah kasus di tahun 2008. Dikutip detikINET dari Hugffington Post, Selasa (9/3/2010), Microsoft sempat memblokir gamertag seseorang yang menamakan dirinya theGAYER. Sempat juga seorang gamer diskors karena mengaku lesbian di profilenya.

Namun rupanya kasus-kasus ini dikecam oleh sejumlah pihak, salah satunya adalah dari aliansi Gay dan Lesbian lewat sebuah blog.

Gerakan protes tersebut rupanya cukup membuat Microsoft luluh. Perusahaan TI raksasa itu lantas melonggarkan peraturan mereka dan membolehkan gamer yang ingin menunjukkan orientasi seksualnya dengan lima kata di atas, asal tidak disalahgunakan.

Begitu pula mereka yang ingin mengedit informasi mengenai agama, kebangsaan dan ras di gamertag serta profilenya turut diijinkan, namun untuk ini Microsoft membebankan sejumlah biaya.

( sha / ash )

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login


    Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    Pro Kontra Index »

    Galaxy S III Smartphone Terbaik Saat Ini?

    Performa Galaxy S III terbilang menjanjikan. Ia mengusung quadcore, layar Gorilla Glass 2, serta fitur melimpah. Tak pelak, Samsung mengklaim Galaxy S III sebagai smartphone terbaik saat ini. Anda setuju?
    Pro
    50%
    Kontra
    50%