Berita Utama
-
Jumat, 25/05/2012 17:21 WIB
Warga Twitter Puji Dedikasi 'Satpam Digital'
-
Jumat, 25/05/2012 16:07 WIB
6 Ponsel Nokia Terpopuler
-
Jumat, 25/05/2012 15:19 WIB
5 Casing iPhone yang Punya 'Gigi' Pembuka Botol
-
Jumat, 25/05/2012 11:19 WIB
I Made Wiryana, Anak Band yang Jadi 'Cyber Paspampres'
-
Jumat, 25/05/2012 12:52 WIB
Mencicipi Facebook Camera: Instagram ala Facebook
-
Jumat, 25/05/2012 10:19 WIB
Tips Mengubah Kontak di BlackBerry Menjadi Excel
-
Kamis, 24/05/2012 15:37 WIB
Negara Mana 'Raja' Internet ASEAN?
-
Kamis, 24/05/2012 12:12 WIB
5 'Nenek Moyang' Smartphone Android
-
Kamis, 24/05/2012 11:15 WIB
Waspadai Email Palsu dari 'Facebook'
Meraup Untung dari Anak yang Merajuk
Senin, 08/03/2010 12:37 WIB

Ilustrasi (Ist.)
Jakarta - Kalangan anak-anak rupanya memiliki daya tarik tersendiri bagi pasar telekomunikasi. Meski belum bisa menghasilkan uang sendiri, namun anak-anak mampu mempengaruhi orang tua. Pelanggan jenis ini juga merupakan pasar yang loyal.
Fenomena inilah yang membuat sejumlah operator turut membidik anak-anak sebagai target sasaran bisnisnya. Salah satunya Telkomsel yang semakin getol menggarap pasar anak sekolah.
"Orang tua mana pun pasti akan memenuhi apa yang diinginkan anaknya. Anak bisa mempengaruhi orang tua dalam menentukan sesuatu. Termasuk juga untuk belanja," papar GM Sales & Customer Service Telkomsel Regional Jabar, Tb Daniel Azhari saat berbicang dengan detikINET.
Kondisi ini, menurut Daniel, sudah dicium oleh pelaku bisnis yang lainnya, bukan hanya sektor telekomunikasi. "Menurut hasil survei salah satu lembaga, potensi belanja terbesar di anak sekolah dan remaja. Meraka menjadi salah satu prospek pelaku bisnis. Semua pelaku industri, bukan saja dari sektor telekomunikasi sudah menyasar pasar ini," katanya.
Tak hanya itu, Daniel juga mengungkapkan bahwa ARPU dari segmen anak sekolah terbilang lebih tinggi ketimbang pasar reguler. Di samping itu juga churn rate dari komunitas anak sekolah cenderung lebih kecil.
"Data kami menunjukan ARPU dari Kartu AS yang selama ini kebanyakan adalah untuk komunitas anak sekolah adalah berkisar Rp 30-36 ribu. Jauh jika dibandingkan dengan ARPU pelanggan reguler yang hanya berkisar Rp 28-30 ribu," katanya.
Saat ini jumlah anggota dari Telkomsel School Community Jabar telah mencapai 1,4 juta anggota. "Trennya semakin meningkat. Karena kita kemas program promonya sesuai dengan kebutuhan," jelasnya.
Daniel berkeyakinan pendorang ARPU tinggi di kalangan anak sekolah karena tren akses broadband yang semakin tinggi. Facebook dan chatting menjadi tujuan para pengakses.
"Trennya saat ini akses data. Saya yakin ini yang mendongkrak pertumbuhan ARPU di komunitas anak sekolah. Dari trafik juga terlihat pertumbuhan pengguna
broadband semakin tinggi," tandasnya.
( afz / ash )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Fenomena inilah yang membuat sejumlah operator turut membidik anak-anak sebagai target sasaran bisnisnya. Salah satunya Telkomsel yang semakin getol menggarap pasar anak sekolah.
"Orang tua mana pun pasti akan memenuhi apa yang diinginkan anaknya. Anak bisa mempengaruhi orang tua dalam menentukan sesuatu. Termasuk juga untuk belanja," papar GM Sales & Customer Service Telkomsel Regional Jabar, Tb Daniel Azhari saat berbicang dengan detikINET.
Kondisi ini, menurut Daniel, sudah dicium oleh pelaku bisnis yang lainnya, bukan hanya sektor telekomunikasi. "Menurut hasil survei salah satu lembaga, potensi belanja terbesar di anak sekolah dan remaja. Meraka menjadi salah satu prospek pelaku bisnis. Semua pelaku industri, bukan saja dari sektor telekomunikasi sudah menyasar pasar ini," katanya.
Tak hanya itu, Daniel juga mengungkapkan bahwa ARPU dari segmen anak sekolah terbilang lebih tinggi ketimbang pasar reguler. Di samping itu juga churn rate dari komunitas anak sekolah cenderung lebih kecil.
"Data kami menunjukan ARPU dari Kartu AS yang selama ini kebanyakan adalah untuk komunitas anak sekolah adalah berkisar Rp 30-36 ribu. Jauh jika dibandingkan dengan ARPU pelanggan reguler yang hanya berkisar Rp 28-30 ribu," katanya.
Saat ini jumlah anggota dari Telkomsel School Community Jabar telah mencapai 1,4 juta anggota. "Trennya semakin meningkat. Karena kita kemas program promonya sesuai dengan kebutuhan," jelasnya.
Daniel berkeyakinan pendorang ARPU tinggi di kalangan anak sekolah karena tren akses broadband yang semakin tinggi. Facebook dan chatting menjadi tujuan para pengakses.
"Trennya saat ini akses data. Saya yakin ini yang mendongkrak pertumbuhan ARPU di komunitas anak sekolah. Dari trafik juga terlihat pertumbuhan pengguna
broadband semakin tinggi," tandasnya.
( afz / ash )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Baca Juga
Berita Terbaru
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 18:58 WIB
Indosat Siap Luncurkan Mobile Cloud
-
Rabu, 23/05/2012 12:38 WIB
Telkom Kembangkan e-Gov Berbasis Cloud
-
Rabu, 23/05/2012 11:12 WIB
Tender 3G Bisa Kembali Diundur Agar Tak Cacat Hukum
-
Senin, 21/05/2012 09:59 WIB
Kolom Telematika
Fenomena Social Networking
-
Senin, 21/05/2012 09:10 WIB
Lippo Luncurkan Satelit
-
Sabtu, 19/05/2012 14:26 WIB
Zuck Lebih Kaya dari Duo Pendiri Google
-
Sabtu, 19/05/2012 13:27 WIB
Duh, Angkasa Pura I Belum Miliki Izin Stasiun Radio
-
Sabtu, 19/05/2012 10:29 WIB
Musibah Sukhoi
Kominfo Enggan Berspekulasi Soal Interferensi Frekuensi
- Jumat, 25/05/2012 10:51 WIB
Nasib BlackBerry Messenger Suram?
- Jumat, 25/05/2012 16:07 WIB
6 Ponsel Nokia Terpopuler
- Jumat, 25/05/2012 09:03 WIB
Lucu! Pencuri iPhone Kirim Foto Dirinya ke Facebook Korban
- Jumat, 25/05/2012 10:19 WIB
Tips Mengubah Kontak di BlackBerry Menjadi Excel
- Jumat, 25/05/2012 13:23 WIB
Android Makin Kuasai Dunia
- Jumat, 25/05/2012 11:19 WIB
Sosok
I Made Wiryana, Anak Band yang Jadi 'Cyber Paspampres'
- Jumat, 25/05/2012 16:46 WIB
Pengakses Internet Masih Banyak dari Nokia
- Jumat, 25/05/2012 11:40 WIB
RIM Bantah Abaikan BlackBerry Messenger
- Jumat, 25/05/2012 14:57 WIB
Google Didesak Tutup Keran Download Ilegal
-
199 Komentar
-
84 Komentar
-
75 Komentar
-
67 Komentar
-
63 Komentar
-
63 Komentar
-
54 Komentar
-
53 Komentar
-
48 Komentar
Pro Kontra
Index »
Galaxy S III Smartphone Terbaik Saat Ini?
Pro
Kontra
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





Sending your message



.jpg)

