detikinet

Ponsel Rongsokan 'Disulap' Jadi Tambang Emas

Fransiska Ari Wahyu - detikinet
Senin, 08/03/2010 12:07 WIB

ponsel tua (greenmgpl)

Jepang - Siapa sangka dari ponsel rongsokan dapat diperoleh emas hingga puluhan kilogram dengan nilai miliaran rupiah. Tak percaya? Jepang telah membuktikannya.

Diungkapkan Menteri Ekonomi, Perdagangan dan Industri Jepang, 567 ribu ponsel terkumpul dalam program daur ulang ponsel tua yang digelar pemerintah Jepang.

Ponsel-ponsel uzur ini tidak bisa dipandang sebelah mata. Pasalnya, rongsokan ponsel bisa menjadi 'tambang logam berharga'. Ya, karena rupanya di dalam ponsel terkandung berbagai logam bernilai tinggi.

Dikutip detikINET dari Sanluisobispo, Senin (8/3/2010), dari daur ulang ponsel yang terkumpul dalam program itu, diperoleh berbagai logam berharga, seperti 22 kilogram emas senilai 70 juta yen atau sekitar Rp 7 miliar, 79 kg perak, 5.670 kg tembaga dan 2 kg palladium. Menakjubkan bukan?

Jepang adalah salah satu negara yang gencar mengkampanyekan program daur ulang ponsel tua. Sekitar 1800 toko retail elektronik ikut serta dalam kampanye daur ulang yang digelar November 2009-Februari 2010 ini.

Untuk merayu pemilik ponsel tua agar mau berpartisipasi dalam program ini, tersedia voucher bernilai total 230 juta yen bagi 158.800 orang dengan sistem lotere.

Jadi saat orang menyerahkan ponsel tuanya, mereka akan mendapatkan tiket untuk mengikuti lotere tersebut.
( faw / fyk )

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login


    Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    Pro Kontra Index »

    Galaxy S III Smartphone Terbaik Saat Ini?

    Performa Galaxy S III terbilang menjanjikan. Ia mengusung quadcore, layar Gorilla Glass 2, serta fitur melimpah. Tak pelak, Samsung mengklaim Galaxy S III sebagai smartphone terbaik saat ini. Anda setuju?
    Pro
    50%
    Kontra
    50%