detikinet

SmartFren Targetkan 10 Juta Pelanggan

Achmad Rouzni Noor II - detikinet
Rabu, 03/03/2010 18:33 WIB

Promo Produk Fren (afz/inet)

Jakarta - Setelah resmi bergandengan tangan, dua operator seluler berbasis CDMA, Smart Telecom dan Mobile-8 Telecom, coba bersinergi memaksimalkan sumber daya yang mereka miliki demi satu tujuan menggapai 10 juta pelanggan.

Demikian diungkap oleh Presiden Direktur Smart Telecom Sutikno Widjaja bersama Presiden Direktur Mobile-8 Telecom Merza Fachys dalam sesi wawancara ekslusif untuk detikINET di FX Plaza, Jakarta, Rabu (3/3/2010).

Sutikno yang dalam kesempatan ini lebih banyak menjadi juru bicara, menjelaskan, sinergi yang akan mereka maksimalkan adalah aktivitas jualan dan pemasaran bersama demi mengakuisi pelanggan baru.

"Saat ini biaya untuk akuisisi pelanggan baru sangat mahal. Itu sebabnya kami lebih memilih untuk bersinergi. Di sini Smart bukan mengakuisisi Mobile-8. Jadi jangan dipandang negatif," kata Sutikno yang diamini oleh Merza.

Menurut Sutikno, dengan sinergi ini, biaya operasional untuk pemasaran kedua belah pihak akan lebih maksimal karena ada dua sumber daya dan saluran distribusi berbeda yang bisa dimanfaatkan untuk saling mengisi.

"Misalnya, akan lebih murah jika kita memasok pembelian ponsel 100 ribu unit dibanding kita cuma memesan 10 ribu unit, misalnya. Dengan demikian, kami akan semakin kuat dan besar," lanjut dia coba menjelaskan.

Smart saat ini memiliki jumlah pelanggan 2,5 juta. Sedangkan Mobile-8 telah berjumlah 3,5 juta. Total keduanya punya basis pelanggan 6 juta yang dilayani oleh 2000 unit infrastruktur base transceiver station (BTS) yang dimiliki Smart dan 1700 unit BTS punya Mobile-8.

"Kalau untuk jaringan, kami masih akan sendiri-sendiri karena frekuensi yang kami miliki berbeda. Smart di 1900 MHz dan Mobile-8 di 800 MHz. Namun, pelanggan bisa memanfaatkan layanan kami satu sama lain. Target bersama kita tahun ini meraih 10 juta pelanggan," jelasnya.

Dengan 5 kanal frekuensi CDMA di pita 1900 MHz yang dimiliki Smart, dan 4 kanal yang dimiliki Mobile-8 di spektrum 800 MHz, kedua operator ini optimistis tak akan kekurangan sumber daya frekuensi untuk menampung kapasitas lonjakan pelanggan.

"Dengan teknologi CDMA, frekuensi re-use (daur ulang)-nya lebih fleksibel," kata Merza. "Tidak ada masalah dengan frekuensi re-use. Jadi kami tidak akan kekurangan kapasitas," Sutikno menambahkan.

Meski belum menetapkan jumlah belanja modal (capital expenditure) bersama, namun Sutikno menegaskan, kedua belah pihak akan terus melakukan ekspansi jaringan dengan memanfaatkan menara bersama.

"Coverage akan diperbaiki dan kapasitas juga ditambah. Tidak mungkin di depannya besar tapi di belakangnya kecil," kata dia.

Smart sendiri hanya memiliki lisensi seluler. Sedangkan Mobile-8 punya seluler dan fixed wireless access. Namun Sutikno menyatakan Smart akan lebih diprioritaskan untuk layanan data berbasis EVDO Rev B yang punya kecepatan setara 3,5G GSM.

Terakhir, dalam hal sinergi dua perusahaan, Sutikno juga menegaskan tidak akan ada aksi pemutusan hubungan kerja. "Lay off tidak berlaku buat kita. Sebab, sulit sekali untuk mempertahankan maupun mengakuisisi SDM yang bagus."
( rou / wsh )

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login


    Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    Berita Terbaru Index »
    Pro Kontra Index »

    Galaxy S III Smartphone Terbaik Saat Ini?

    Performa Galaxy S III terbilang menjanjikan. Ia mengusung quadcore, layar Gorilla Glass 2, serta fitur melimpah. Tak pelak, Samsung mengklaim Galaxy S III sebagai smartphone terbaik saat ini. Anda setuju?
    Pro
    50%
    Kontra
    50%