Berita Utama
-
Jumat, 25/05/2012 17:21 WIB
Warga Twitter Puji Dedikasi 'Satpam Digital'
-
Jumat, 25/05/2012 16:07 WIB
6 Ponsel Nokia Terpopuler
-
Jumat, 25/05/2012 15:19 WIB
5 Casing iPhone yang Punya 'Gigi' Pembuka Botol
-
Jumat, 25/05/2012 11:19 WIB
I Made Wiryana, Anak Band yang Jadi 'Cyber Paspampres'
-
Jumat, 25/05/2012 12:52 WIB
Mencicipi Facebook Camera: Instagram ala Facebook
-
Jumat, 25/05/2012 10:19 WIB
Tips Mengubah Kontak di BlackBerry Menjadi Excel
-
Kamis, 24/05/2012 15:37 WIB
Negara Mana 'Raja' Internet ASEAN?
-
Kamis, 24/05/2012 12:12 WIB
5 'Nenek Moyang' Smartphone Android
-
Kamis, 24/05/2012 11:15 WIB
Waspadai Email Palsu dari 'Facebook'
Rekanan Apple Torehkan Pelanggaran Fatal
Senin, 01/03/2010 09:56 WIB

Ilustrasi (Ist.)
Jakarta - Ada sejumlah pelanggaran berat yang dilakukan pabrik rekanan Apple. Mulai dari mempekerjakan karyawan di bawah umur, penggunaan bahan-bahan berbahaya, jam lembur yang melewati batas hingga rendahnya upah para karyawan.
Pelanggaran-pelanggaran fatal ini diungkap Apple dalam laporan bertajuk Supplier Responsibility. Dikutip detikINET dari Marketwatch, Senin (1/3/2010), perusahaan yang berbasis di Cupertino California ini menemukan ada 3 manufaktur yang mempekerjakan karyawan di bawah umur. Teridentifikasi 11 karyawan baru berusia 15 tahun.
Pelanggaran lain yang terungkap adalah terkait jam kerja karyawan. Sejumlah pabrik memeras tenaga karyawan untuk bekerja melebihi standar jam kerja yang telah ditentukan.
"Standar jam kerja Apple maksimal 60 jam per minggu dan setidaknya ada satu hari libur dalam seminggu," ungkap Apple dalam laporannya.
Selain kerja lembur yang melewati batas, kesejahteraan para karyawan juga diabaikan. Mereka mendapat upah lembur yang kecil serta gaji di bawah standar. "Di 24 pabrik, auditor kami menemukan para karyawan dibayar kecil di bawah upah minimum pekerja," tandas Apple.
Apple juga mengungkap pelanggaran tentang standar keamanan. Ada manufaktur yang menggunakan bahan-bahan berbahaya, salah satunya adalah penggunaan bahan kimia beracun bernama N-hexane dalam proses pembersihan layar. N-hexane mungkin adalah pembersih yang baik, namun dapat berbahaya bagi manusia. Penggunaan bahan kimia beracun ini juga pernah memakan korban, yakni menyebabkan puluhan karyawan keracunan
Terungkap bahwa hanya 61 persen suplier Apple yang mematuhi peraturan standar keamanan untuk mencegah kecelakaan di tempat kerja serta hanya 57 persen yang memenuhi standar ramah lingkungan.
Padahal menurut Apple, mereka telah meminta pabrik-pabrik rekanannya untuk memperhatikan sistem pembuangan limbah dan menyewa konsultan lingkungan. Penilaian Apple tersebut meliputi 102 pabrikan Apple dan 133.000 karyawan. Pabrik-pabrik ini yang membuat komponen untuk berbagai produk Apple.
( faw / ash )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Pelanggaran-pelanggaran fatal ini diungkap Apple dalam laporan bertajuk Supplier Responsibility. Dikutip detikINET dari Marketwatch, Senin (1/3/2010), perusahaan yang berbasis di Cupertino California ini menemukan ada 3 manufaktur yang mempekerjakan karyawan di bawah umur. Teridentifikasi 11 karyawan baru berusia 15 tahun.
Pelanggaran lain yang terungkap adalah terkait jam kerja karyawan. Sejumlah pabrik memeras tenaga karyawan untuk bekerja melebihi standar jam kerja yang telah ditentukan.
"Standar jam kerja Apple maksimal 60 jam per minggu dan setidaknya ada satu hari libur dalam seminggu," ungkap Apple dalam laporannya.
Selain kerja lembur yang melewati batas, kesejahteraan para karyawan juga diabaikan. Mereka mendapat upah lembur yang kecil serta gaji di bawah standar. "Di 24 pabrik, auditor kami menemukan para karyawan dibayar kecil di bawah upah minimum pekerja," tandas Apple.
Apple juga mengungkap pelanggaran tentang standar keamanan. Ada manufaktur yang menggunakan bahan-bahan berbahaya, salah satunya adalah penggunaan bahan kimia beracun bernama N-hexane dalam proses pembersihan layar. N-hexane mungkin adalah pembersih yang baik, namun dapat berbahaya bagi manusia. Penggunaan bahan kimia beracun ini juga pernah memakan korban, yakni menyebabkan puluhan karyawan keracunan
Terungkap bahwa hanya 61 persen suplier Apple yang mematuhi peraturan standar keamanan untuk mencegah kecelakaan di tempat kerja serta hanya 57 persen yang memenuhi standar ramah lingkungan.
Padahal menurut Apple, mereka telah meminta pabrik-pabrik rekanannya untuk memperhatikan sistem pembuangan limbah dan menyewa konsultan lingkungan. Penilaian Apple tersebut meliputi 102 pabrikan Apple dan 133.000 karyawan. Pabrik-pabrik ini yang membuat komponen untuk berbagai produk Apple.
( faw / ash )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Baca Juga
Berita Terbaru
Index »
-
Jumat, 25/05/2012 18:27 WIB
Laporan dari Seoul
'Kulkas Pintar', Cek Stok Makanan dari Smartphone
-
Jumat, 25/05/2012 16:46 WIB
Pengakses Internet Masih Banyak dari Nokia
-
Jumat, 25/05/2012 16:07 WIB
6 Ponsel Nokia Terpopuler
-
Jumat, 25/05/2012 15:50 WIB
Ini Dia Jadwal Update Android ICS untuk Ponsel HTC
-
Jumat, 25/05/2012 15:19 WIB
5 Casing iPhone yang Punya 'Gigi' Pembuka Botol
-
Jumat, 25/05/2012 13:23 WIB
Android Makin Kuasai Dunia
-
Jumat, 25/05/2012 11:40 WIB
RIM Bantah Abaikan BlackBerry Messenger
-
Jumat, 25/05/2012 10:51 WIB
Nasib BlackBerry Messenger Suram?
- Sabtu, 26/05/2012 17:54 WIB
Tablet Google Dipamerkan Bulan Depan
- Sabtu, 26/05/2012 12:48 WIB
Karyawan Yahoo Ramai-ramai Puji Axis di App Store
- Sabtu, 26/05/2012 10:27 WIB
Sensor 16 MP OmniVision Mampu Rekam Video 4K
- Jumat, 25/05/2012 10:51 WIB
Nasib BlackBerry Messenger Suram?
- Sabtu, 26/05/2012 13:19 WIB
Siri Dibenamkan di OS X Mountain Lion?
- Jumat, 25/05/2012 16:07 WIB
6 Ponsel Nokia Terpopuler
- Sabtu, 26/05/2012 15:36 WIB
Rumor: FIFA 2013 'Kick-off' September 2012
- Jumat, 25/05/2012 09:03 WIB
Lucu! Pencuri iPhone Kirim Foto Dirinya ke Facebook Korban
- Jumat, 25/05/2012 10:19 WIB
Tips Mengubah Kontak di BlackBerry Menjadi Excel
-
222 Komentar
-
84 Komentar
-
80 Komentar
-
64 Komentar
-
63 Komentar
-
57 Komentar
-
57 Komentar
-
54 Komentar
-
48 Komentar
Pro Kontra
Index »
Galaxy S III Smartphone Terbaik Saat Ini?
Pro
Kontra
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





Sending your message



.jpg)
.gif)
