detikinet

Italia Hukum 3 Eksekutif Google

Fino Yurio Kristo - detikinet
Kamis, 25/02/2010 10:51 WIB

Google (ist)

Roma - Raksasa internet Google kembali terkena masalah. Tiga eksekutif Google diputus bersalah melanggar hukum privasi di Italia.

Kasus ini bermula ketika sebuah video mengenai seorang anak autis yang dihina habis-habisan, diposting di Google pada tahun 2006. Google dilaporkan ke pengadilan karena dinilai gagal membendung postingan video tersebut.

Pihak Google Italia sebenarnya telah menghapus video bersangkutan. Namun jaksa penuntut menilai video itu terlalu lama nampang di internet, yaitu sekitar 2 bulan sehingga Google dituding mengabaikan hak privasi si anak autis

Akibatnya, David Drummond, Senior Vice President Google, George Reyes, mantan Chief Financial Oficer serta Peter Fleischer, Global Privacy Counsel Google diputus bersalah dan dikenai hukuman percobaan.

Menanggapi kasus di Italia ini, Google menilai hukuman tersebut sebagai ancaman bagi kebebasan internet.

Raksasa mesin cari ini menyatakan, adalah tidak mungkin bagi penyedia platform seperti Google menyaring semua konten yang diupload ke situsnya. Biasanya, jika ada yang lapor sebuah konten bermasalah, baru Google menghapusnya.

Dikutip detikINET dari SMH, Kamis (25/2/2010), pihak Google menyatakan bakal mengajukan banding. Keputusan hukum di Italia itu dianggap sebagai serangan terhadap prinsip kebebasan berekspresi.
( fyk / faw )

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login


    Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    Pro Kontra Index »

    Galaxy S III Smartphone Terbaik Saat Ini?

    Performa Galaxy S III terbilang menjanjikan. Ia mengusung quadcore, layar Gorilla Glass 2, serta fitur melimpah. Tak pelak, Samsung mengklaim Galaxy S III sebagai smartphone terbaik saat ini. Anda setuju?
    Pro
    50%
    Kontra
    50%