Berita Utama
-
Jumat, 25/05/2012 17:21 WIB
Warga Twitter Puji Dedikasi 'Satpam Digital'
-
Jumat, 25/05/2012 16:07 WIB
6 Ponsel Nokia Terpopuler
-
Jumat, 25/05/2012 15:19 WIB
5 Casing iPhone yang Punya 'Gigi' Pembuka Botol
-
Jumat, 25/05/2012 11:19 WIB
I Made Wiryana, Anak Band yang Jadi 'Cyber Paspampres'
-
Jumat, 25/05/2012 12:52 WIB
Mencicipi Facebook Camera: Instagram ala Facebook
-
Jumat, 25/05/2012 10:19 WIB
Tips Mengubah Kontak di BlackBerry Menjadi Excel
-
Kamis, 24/05/2012 15:37 WIB
Negara Mana 'Raja' Internet ASEAN?
-
Kamis, 24/05/2012 12:12 WIB
5 'Nenek Moyang' Smartphone Android
-
Kamis, 24/05/2012 11:15 WIB
Waspadai Email Palsu dari 'Facebook'
Game Features
Mencari Teroris, dari Atas Meja Hingga Dunia Maya
Selasa, 23/02/2010 17:50 WIB

Jakarta - Sekelompok teroris berbahaya mulai berkeliaran di sekitar kota. Dengan jaringannya yang begitu luas, mereka bisa siapa saja. Dari mulai pejabat ternama, musisi pujaan, atau sekedar orang biasa. Hanya seorang detektif sejati yang akan mampu membongkar komplotan berbaya ini.
Cerita di atas adalah ide dasar dari sebuah board game menarik yang berjudul “Black Vienna”. Board game ini diciptakan oleh Prof. Gilbert Obermair pada tahun 1987. Dalam permainan ini setiap pemain berperan sebagai seorang detektif yang berusaha untuk bisa mengungkap identitas anggota kelompok teroris berbahaya yang dikenal dengan nama Black Vienna.
Material dan mekanisme permainan ini relatif sederhana. Materialnya hanya terdiri dari 27 kartu identitas (kartu huruf A-Z dan ), beberapa kartu interogasi (terdiri atas 3 huruf) dan beberapa chip.
Pada awal permainan 3 kartu identitas disimpan tertutup (3 kartu ini mewakili identitas anggota Black Vienna), sisanya dibagi rata kepada setiap pemain. Masing-masing pemain harus mengoptimalkan kemampuan analisisnya (deduksi) untuk mengungkap identitas para anggota Black Vienna (3 kartu yang tertutup).
Bergiliran, para pemain harus mencari informasi dari pemain lainnya dengan memainkan kartu interogasi yang terdiri dari 3 huruf. Pemain yang diinterogasi melihat seluruh kartu identitas yang ia pegang, dan harus menempatkan chip (0, 1, 2 atau 3), tergantung berapa jumlah huruf pada kartu identitas yang ia miliki yang juga terdapat pada kartu interogasi yang dimainkan. Pemain pertama yang berhasil menemukan ketiga identitas Black Vienna adalah pemenangnya
Walaupun terkesan sangat sederhana, dalam permainan ini setiap pemain dituntut untuk mengembangkan kemampuan analisanya (deduksi) secara maksimal. Selain itu, lewat permainan ini Prof. Gilbert Obermair juga mampu menunjukkan satu konsep analisis (deduksi) matematis dengan cara yang sangat menarik.
Di Dunia Maya
Beberapa waktu lalu, seiring dengan mulai beredarnya film “Sherlock Holmes”, kita juga disuguhi sebuah online game tentang Sherlock Holmes yang berjudul “221b”. Dalam permainan ini setiap pemain berperan sebagai Sherlock Holmes atau Dr. Watson dan berusaha untuk mengungkap identitas seorang penjahat berbahaya dengan cara menginterogasi berbagai karakter yang ada.
Kemampuan untuk mendapatkan jawaban yang tepat dari tiap karakter tersebut akan menentukan keberhasilan tiap pemain dalam mengungkap identitas penjahat yang dicari. Yang paling menarik dari permainan ini adalah teknologi yang ada di belakangnya.
Rollo Carpenter, pemenang dua Loebner Prize (kompetisi tahunan di bidang kecerdasan buatan yang diberikan pada program percakapan/chatbot terbaik ) adalah tokoh utama di balik permainan ini. Dengan program ciptaannya tiap karakter dalam “221b” mampu menganalisis tiap pertanyaan yang diberikan dan memberikan respon yang tepat.
Dari gambaran singkat di atas, walau media serta teknologinya sangat berbeda, kita bisa menemukan kesamaan konsep dan ide dari kedua game tersebut (Black Vienna dan 221b). Kita kemudian bisa menarik kesimpulan bahwa board game sangat mungkin menjadi sebuah stimulus yang baik untuk menciptakan sebuah permainan elektronik yang berkualitas.
Dalam konteks yang lebih luas, board game juga sangat mungkin mampu merangsang tumbuh kembangnya berbagai karya kreatif lainnya. Selain itu, board game juga bisa digunakan sebagai alat peraga terbaik untuk menunjukkan suatu algoritma yang kompleks secara menarik, dan ketika kita perluas cakupannya, board game memiliki potensi yang sangat besar sebagai alat edukasi yang inovatif.
Berbagai hal tersebut menjadi beberapa bukti betapa sebuah board game memiliki berbagai potensi besar. Ketika sebuah board game terbukti memiliki berbagai potensi besar, kenapa kita mesti menunggu untuk mencobanya?
Penulis, Eko Nugroho, adalah editor di Kummara dan Staf Pengajar Statistika Universitas Padjadjaran
( wsh / wsh )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Cerita di atas adalah ide dasar dari sebuah board game menarik yang berjudul “Black Vienna”. Board game ini diciptakan oleh Prof. Gilbert Obermair pada tahun 1987. Dalam permainan ini setiap pemain berperan sebagai seorang detektif yang berusaha untuk bisa mengungkap identitas anggota kelompok teroris berbahaya yang dikenal dengan nama Black Vienna.
Material dan mekanisme permainan ini relatif sederhana. Materialnya hanya terdiri dari 27 kartu identitas (kartu huruf A-Z dan ), beberapa kartu interogasi (terdiri atas 3 huruf) dan beberapa chip.
Pada awal permainan 3 kartu identitas disimpan tertutup (3 kartu ini mewakili identitas anggota Black Vienna), sisanya dibagi rata kepada setiap pemain. Masing-masing pemain harus mengoptimalkan kemampuan analisisnya (deduksi) untuk mengungkap identitas para anggota Black Vienna (3 kartu yang tertutup).
Bergiliran, para pemain harus mencari informasi dari pemain lainnya dengan memainkan kartu interogasi yang terdiri dari 3 huruf. Pemain yang diinterogasi melihat seluruh kartu identitas yang ia pegang, dan harus menempatkan chip (0, 1, 2 atau 3), tergantung berapa jumlah huruf pada kartu identitas yang ia miliki yang juga terdapat pada kartu interogasi yang dimainkan. Pemain pertama yang berhasil menemukan ketiga identitas Black Vienna adalah pemenangnya
Walaupun terkesan sangat sederhana, dalam permainan ini setiap pemain dituntut untuk mengembangkan kemampuan analisanya (deduksi) secara maksimal. Selain itu, lewat permainan ini Prof. Gilbert Obermair juga mampu menunjukkan satu konsep analisis (deduksi) matematis dengan cara yang sangat menarik.
Di Dunia Maya
Beberapa waktu lalu, seiring dengan mulai beredarnya film “Sherlock Holmes”, kita juga disuguhi sebuah online game tentang Sherlock Holmes yang berjudul “221b”. Dalam permainan ini setiap pemain berperan sebagai Sherlock Holmes atau Dr. Watson dan berusaha untuk mengungkap identitas seorang penjahat berbahaya dengan cara menginterogasi berbagai karakter yang ada.
Kemampuan untuk mendapatkan jawaban yang tepat dari tiap karakter tersebut akan menentukan keberhasilan tiap pemain dalam mengungkap identitas penjahat yang dicari. Yang paling menarik dari permainan ini adalah teknologi yang ada di belakangnya.
Rollo Carpenter, pemenang dua Loebner Prize (kompetisi tahunan di bidang kecerdasan buatan yang diberikan pada program percakapan/chatbot terbaik ) adalah tokoh utama di balik permainan ini. Dengan program ciptaannya tiap karakter dalam “221b” mampu menganalisis tiap pertanyaan yang diberikan dan memberikan respon yang tepat.
Dari gambaran singkat di atas, walau media serta teknologinya sangat berbeda, kita bisa menemukan kesamaan konsep dan ide dari kedua game tersebut (Black Vienna dan 221b). Kita kemudian bisa menarik kesimpulan bahwa board game sangat mungkin menjadi sebuah stimulus yang baik untuk menciptakan sebuah permainan elektronik yang berkualitas.
Dalam konteks yang lebih luas, board game juga sangat mungkin mampu merangsang tumbuh kembangnya berbagai karya kreatif lainnya. Selain itu, board game juga bisa digunakan sebagai alat peraga terbaik untuk menunjukkan suatu algoritma yang kompleks secara menarik, dan ketika kita perluas cakupannya, board game memiliki potensi yang sangat besar sebagai alat edukasi yang inovatif.
Berbagai hal tersebut menjadi beberapa bukti betapa sebuah board game memiliki berbagai potensi besar. Ketika sebuah board game terbukti memiliki berbagai potensi besar, kenapa kita mesti menunggu untuk mencobanya?
Penulis, Eko Nugroho, adalah editor di Kummara dan Staf Pengajar Statistika Universitas Padjadjaran
( wsh / wsh )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Baca Juga
Berita Terbaru
Index »
-
Senin, 12/12/2011 10:59 WIB
Review Game Anda
Infinity Blade II, Game iOS Terbaik di Penghujung 2011
-
Sabtu, 19/11/2011 17:00 WIB
Review Game
Uncharted 3, Game Keren Bergaya 'Hollywood'
-
Kamis, 20/10/2011 18:52 WIB
Game Preview
10 Menit Menjajal Uncharted 3: Drakes Deception
-
Jumat, 07/10/2011 17:15 WIB
Game Feature
Merayakan Bermain: Saatnya Kembali Bermain
-
Senin, 03/10/2011 16:35 WIB
7 Game Seru di Bulan Oktober
-
Kamis, 29/09/2011 12:45 WIB
Game Feature
Merayakan Bermain: Manisnya Kue Industri Game
-
Senin, 26/09/2011 18:25 WIB
Game Preview
NFS: The Run, Coba Kembali ke Asal
-
Kamis, 25/08/2011 13:28 WIB
Game Preview
NBA 2K12, Michael Jordan Bawa 'Teman-Teman'
- Sabtu, 26/05/2012 17:54 WIB
Tablet Google Dipamerkan Bulan Depan
- Sabtu, 26/05/2012 12:48 WIB
Karyawan Yahoo Ramai-ramai Puji Axis di App Store
- Sabtu, 26/05/2012 10:27 WIB
Sensor 16 MP OmniVision Mampu Rekam Video 4K
- Jumat, 25/05/2012 10:51 WIB
Nasib BlackBerry Messenger Suram?
- Sabtu, 26/05/2012 13:19 WIB
Siri Dibenamkan di OS X Mountain Lion?
- Jumat, 25/05/2012 16:07 WIB
6 Ponsel Nokia Terpopuler
- Sabtu, 26/05/2012 15:36 WIB
Rumor: FIFA 2013 'Kick-off' September 2012
- Jumat, 25/05/2012 09:03 WIB
Lucu! Pencuri iPhone Kirim Foto Dirinya ke Facebook Korban
- Jumat, 25/05/2012 10:19 WIB
Tips Mengubah Kontak di BlackBerry Menjadi Excel
-
222 Komentar
-
84 Komentar
-
80 Komentar
-
64 Komentar
-
63 Komentar
-
57 Komentar
-
57 Komentar
-
54 Komentar
-
48 Komentar
Pro Kontra
Index »
Galaxy S III Smartphone Terbaik Saat Ini?
Pro
Kontra
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





Sending your message



.jpg)
