detikinet

BlackBerry Tour: Dual Mode Bukan Berarti Dua Sim Card

Ardhi Suryadhi - detikinet
Senin, 22/02/2010 13:42 WIB

BlackBerry Tour (Ist.)

Jakarta - Selama ini pengguna ponsel Tanah Air masih banyak yang salah kaprah mengenai kemampuan BlackBerry Tour 9630. Perangkat ini memang memiliki kemampuan menjalankan dua nomor ponsel sekaligus (dual mode), tapi bukan berarti memiliki dua slot SIM Card di dalamnya.

Demikian penilaian salah seorang penjual BlackBerry mencermati perilaku pengguna perangkat besutan Research in Motion yang masih menggunakan trackball itu kepada detikINET, Senin (22/2/2010).

Sebab di dalam Tour 9630, slot untuk kartu yang tersedia cuma satu (1) yaitu untuk kartu GSM. Sementara untuk penggunaan nomor CDMA bersifat inject. Jadi user harus mendatangi customer service operator CDMA yang bersangkutan untuk menyuntikkan nomornya.

"Harus diingat, bukan memakai kartu CDMA yang dijual di pinggir jalan," tukasnya.

Hal ini, masih kata sang penjual, berbeda dengan kemampuan dual SIM Card yang ditawarkan para vendor ponsel asal China. Kalau mereka benar-benar menyediakan dua slot kartu di dalam ponselnya.

Harga jual BlackBerry Tour non operator sendiri mengalami terjun bebas sejak awal kehadirannya. Sempat dibanderol seharga Rp 8,5 juta untuk produk pasar gelapnya (BM), kini dengan garansi distributor Tour bisa didapat dengan merogoh kocek Rp 3,4 juta.
( ash / faw )

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login


    Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    Berita Terbaru Index »
    Pro Kontra Index »

    Galaxy S III Smartphone Terbaik Saat Ini?

    Performa Galaxy S III terbilang menjanjikan. Ia mengusung quadcore, layar Gorilla Glass 2, serta fitur melimpah. Tak pelak, Samsung mengklaim Galaxy S III sebagai smartphone terbaik saat ini. Anda setuju?
    Pro
    50%
    Kontra
    50%